2.14

1539 Words

Tidak seperti pagi sebelumnya, kini setelah Lova keluar dari dalam rumah dan bergegas ke teras untuk menghidupkan motor matic miliknya, kehadiran sosok lain justru sudah menunggunya. Sebuah pajero berwarna putih sudah terparkir gagah, disusul turunnya seorang putra bungsu Abraham yang hari ini mengenakan kemeja berwarna biru langit yang cerah dengan jas berwarna hitam dan celana warna senada. "Pagi pacar!" sapa pria itu riang. Lova terkikik geli mendengar sapaan yang kelewat percaya dirinya itu. Bahkan senyum lebar yang tampak di wajah Gali terasa lebih bersinar daripada matahari yang sudah mulai menyingsing. Jika saja bisa, Lova ingin menjulurkan lidah ke arah matahari, mengejeknya karena kalah terang dengan senyum Galilleo. "Kok engga ngabarin dulu mau jemput?" tanya Lova. Gali tamp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD