Pagi itu suasana yang sedikit aneh terjadi di rumah keluarga Abraham. Memang bukan hal yang aneh saat seluruh anggota keluarga datang dan ikut sarapan bersama, dalam hal ini biasanya kehadiran Gea dan Gween. Namun karena Gween sudah pindah bersama suaminya ke Batam, pagi ini yang terlihat adalah sosok anak tertua yang semalam terlibat dalam kekacauan karena menelantarkan anaknya. Seakan terlihat menyesal, Gea sudah ada di rumah ini sejak subuh tadi. Wanita yang nyaris tidak pernah menghabiskan waktu di dapur itu, sudah membantu ibunya dan adik perempuannya untuk menyiapkan sarapan bagi anggota keluarga. Diva beberapa kali melirik ke arah anak tertuanya, merasa ganjil dengan keberadaan Gea. Walaupun begitu Diva tidak mengatakan apapun dan hanya membiarkan anaknya itu melakukan pekerjaan

