Galilleo memperhatikan dengan sungguh-sungguh reaksi yang ditujukan Venus. Mata gadis itu tampak kebingungan, mulutnya yang sesaat tadi sedang berbicara dan kemudian terhenti paksa itu, masih sedikit terbuka. "Apa? Kamu bilang apa, Gal?" tanya gadis itu seakan tidak percaya. Gali membenahi posisi duduknya. Tubuhnya ia sandarkan pada badan sofa dengan tangan yang ia letakan di tangan sofa. "Aku engga bisa nikah sama kamu, Ven. Jadi lebih baik kita batalin pertunangan kita." Sedetik setelah itu, tangan gadis di depannya itu terangkat. Meminta Galilleo untuk berhenti berbicara. "Apa kamu udah ngomongin ini sama Om Rein?" Gali tertawa kecil, "Ah, maksud kamu, sama Ayahku yang lebih mirip sebagai Ayah kamu itu?" "Gal, aku serius. Ini bukan hal yang main-main. Papi aku udah omongin ini sa

