"Apa kamu sudah gila? Apa otak cerdas yang kamu punya itu sudah tidak berfungsi lagi karena kamu membangkang? Apa kamu berpikir apa yang akan orang lain pikirkan dengan kamu yang berangkat ke kantor menggunakan wajah yang seperti itu?" Galilleo hanya berpura-pura seakan dia merenungkan ucapan yang datang dari Ayahnya. Namun pada kenyataannya dia membiarkan otaknya berkelana tentang makanan apa yang akan dia makan saat makan siang nanti. "Apa kamu berpikir aku selama ini diam karena puas dengan apa yang kamu lakukan? Kamu terlihat menonjol hanya karena kedua kakak iparmu itu tidak punya otak dan terus membuat masalah!" Dalam hitungan detik, kepala Gali yang sedang memutar gambar iga bakar itu, langsung mendongak. "Tapi kenapa Ayah membiarkan orang yang seperti itu menikah dengan anak-an

