"Sudah telepon keluarga?" Lovandra berdiri di tengah dua kasur pasien yang ditempati oleh Anzelo dan Larriant. Sedangkan anak murid dari sekolahnya yang lain ditempatkan di ruangan berbeda karena Anzelo dan Larriant yang lebih dulu dibawa ke rumah sakit. Remaja yang kini hanya terduduk pasrah di tempat tidur itu, mengangguk dengan lemah. "Saya sudah hubungi orang tua saya, Bu. Tapi mereka engga bisa angkat telepon, jadi yang datang nanti Om saya," jawabnya. Entah kenapa Lovandra sedikit risih mendengar hal itu. Om yang dimaksud oleh Anzelo pastilah seorang Abraham muda yang belakangan ini beberapa kali muncul di depannya, bahkan sampai sempat ikut makan siang bersama dirinya dan teman kerjanya waktu lalu. "Oke, nanti Ibu akan tunggu disini sampai keluarga kalian datang." Lalu ia terin

