2.6

1533 Words

Sayangnya tawa yang menyertai Galilleo karena berhasil memastikan bahwa perasaan Lova sama dengannya, tidak berlangsung lama. Saat kemudian di malam hari yang tenang, ketika Gali sudah nyaris terlelap dalam tidurnya, rombongan orang-orang yang tidak dikenal datang dan membuat ricuh di rumah Janendra. "Rein Abraham, benar?" tanya Gali ketika akhirnya dia keluar bersama dengan Lucas dan Janendra yang sudah setengah mengantuk. Orang-orang berpakaian warna gelap itu, tanpa berpikir langsung mengangguk. Membenarkan ucapan Gali. "Apa yang dia bilang sama lo semua?" tanya Gali. Masih berusaha mempertahankan sikap tenangnya di hadapan tiga orang yang terlihat dikirim memang untuk membuat keributan. "Katanya, kalau Galilleo Abraham engga mau ikut pulang, kami boleh membuat keributan di rumah i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD