Sejak kecil Lovandra adalah sosok perempuan yang menolak dibuat ribet. Bahkan ketika di hari peringatan Kartini, di saat Kakaknya dengan bahagia meminta ibu mereka menyewa setelan kebaya untuk acara festival di sekolah mereka, Lovandra justru meminta diijinkan untuk tidak masuk saja. Bukan dirinya tidak menghargai perayaan pahlawan wanita yang merupakan tombak dari adanya emansipasi wanita itu, hanya saja membayangkan dirinya harus memakai kebaya dengan kain jarik sebagai bawahannya sudah membuat Lova rasanya ingin menangis. Beruntung karena saat itu ayahnya yang sangat memanjakannya itu menyetujui keinginan Lovandra dan sebagai gantinya ayahnya meminta Lova menemaninya mengikuti lomba memancing. Dan sikap tidak mau ribet itu bertahan hingga kini dia sudah menjadi wanita dewasa yang mata

