Kamar itu sejak dulu memang selalu seperti ini. Banyak kertas yang berserakan, pensil dan pulpen yang berbeda warna tergelatak dimana saja, laptop yang dalam keadaan menyala menampilkan sketsa setengah jadi. Lalu di sudut lain akan ada banyak barang rumah tangga seperti hairdryer, sisir, handuk, sampai dengan kaos kaki yang berlainan motif. Percaya atau tidak ini adalah kamar seorang gadis, dan semua keadaan kacau itu menjadi masuk akal jika gadisnya adalah Gema. Tengah hari dirinya baru saja selesai memasak, makanan yang dia buat bersama dengan ibunya itu masih terhidang hangat di atas meja, menunggu Ayahnya untuk pulang dan makna bersama mereka. Sambil menunggu panggilan dari bawah, Gema lebih memilih mandi lebih dulu agar setelah makan dia bisa lanjut bekerja kemudian tidur siang.

