Sebenarnya Lovandra merasa baru beberapa saat jatuh tertidur saat suara pintu yang terbuka dengan keras itu terdengar. Ia terkejut, bergegas bangun sebelum mengerti kondisinya. Setelah beberapa saat, dia mulai sadar sedikit demi sedikit dan mendapati Janendra yang berdiri di ambang pintu dengan meringis. "Maaf, saya bangunin kamu ya? Tadinya mau buka pintu pelan-pelan, tapi saya kesandung jadinya pegangan sama pintu dan pintunya ngebentur tembok," ujarnya merasa bersalah. Lovandra menggeleng pelan sambil mendesah, dia kembali duduk bersandar di tembok dengan tangan yang mengucek matanya pelan. Sehabis istirahat kedua, dirinya sudah tidak ada jadwal mengajar. Namun karena merasa terlalu mengantuk dan juga tidak ada lagi hal yang akan dia kerjakan walaupun pulang ke rumah, akhirnya dia m

