Riuh, riuh sekali. Lovandra yang terbiasa hidup dalam senyap, nyaris menggunakan earphones sepanjang acara. Barusan, suara koor yang sangat kompak menyahuti pertanyaan sang penghulu yang melantangkan kata SAH. Kini semua orang sudah sibuk saling berebut mengucap selamat pada kakak dan kakak iparnya yang sudah menempati sofa putih di atas panggung. Mereka sudah menjadi suami istri saat ini. Lova duduk dengan jengah, matanya mengedar pada seisi gedung yang semakin siang menjadi semakin ramai dengan datangnya para tamu. Hakikatnya jika akan langsung pergi setelah selesai akad, namun itu tidak mungkin dia lakukan di saat saat ini kakaknya satu-satunya itu yang tengah melangsungkan pernikahan. Ia lantas berdiri, hendak berjalan ke arah jejeran makanan saat telinganya menangkap suara riuh y

