"M-maksud, Nyonya? I-Ibu pengganti?" Rasanya Dara tidak bisa mengontrol suaranya untuk tidak bergetar. "Iya, Dara. Saya dan suami saya meminta kamu untuk jadi Ibu pengganti anak kami." Dara menelan saliva-nya susah payah, masih tidak bisa berpikir jernih dengan topik yang mereka bahasa ini. "Maaf, Nyonya. Tapi saya masih—" "Seperti yang kamu tahu, Dara. Saya dan suami saya belum memiliki anak, dan mungkin kamu juga tahu kalau pernikahan kami ini sudah hampir mencapai 10 tahun." Ya, Dara memang pernah mendengar cerita itu dari Bibi Nayeon, tapi... Dara jelas tidak paham mengapa tiba-tiba dirinya yang— "Saya sudah bicara dengan suami saya, Dara. Dan kami sepakat untuk meminta kamu sebagai ibu pengganti untuk anak kami." Dara menarik napasnya panjang, mencoba untuk lebih rileks set

