episode 7

470 Words
Siska dan kedua temannya menghampiri Rendi yang baru tiba di parkiran sekolah. "Pagi say", sapa Siska kepada Rendi. "Nama gue Rendi, bukan say", jawab Rendi ketus tanpa melihat wajah Siska. Kedua teman Siska yaitu Sintia dan Silvi hanya terperangah keheranan dengan apa yang mereka lihat antara Siska dan Rendi. "Kamu kenapa sih say, aku gak mau ya kamu putusin gitu aja", ucap Siska sambil memegang lengan Rendi. "Sorry gue mau ke kelas", jawab Rendi sambil melepas pegangan Siska di lengannya. Silvi dan Sintia hanya saling pandang melihat sikap Rendi. "Apa ini semua gara gara cewek miskin itu", tanya Siska dan langsung membuat Rendi berhenti berjalan dan membalikkan badannya. "Dia punya nama, jangan salahin orang lain dengan apa yang udah terjadi antara lu dan gue, sebelum nyalahin orang mending intropeksi diri deh lu, ngaca sana", Ucap Rendi sambil melanjutkan jalan ke kelas nya. Silvi dan Sintia yang mendengar perkataan Rendi langsung menutup mulutnya ,dan mengelus pundak Siska. "Awas aja, gue bakal bales tu si cewek miskin, gue gak bisa terima ya Rendi mutusin gue karna belain cewek miskin itu", Ucap Siska sambil mengepalkan tangannya. Silvi begitu penasaran siapa yang dia maksut , " Siapa sih Sis cewek miskin yang lu maksut, yang buat Rendi berubah sama lu", tanya nya. "Iya , gue aja sampai kaget lohh dengan sikap Rendi ke lu tadi", tambah Sintia. "Ntar juga kalian tau sendiri, saat gue balas dendam ke cewek itu", ucap Siska penuh kebencian. Sintia dan Silvi pun hanya bisa menenangkan Silvi dengan mengelus punggung sahabatnya itu. ** "Ren, tadi cewek lu nyariin lu tu", ucap Vino yang melihat Rendi masuk ke dalam kelas dan menghampiri bangkunya. "Udah putus gue", jawab Rendi. "Hahh?? yang bener lu (tertawa kecil) galon dong ku sekarang", ejek Vino. "Gue Rendi, gak bakal galon cuma karna putus cinta, paham lu", sahut Rendi sambil mentonyor kepala sahabatnya itu, mereka pun tertawa. "Ntar balik nongkrong yuk", ajak Vino. "Ga bisa gue, mau kerumah sakit gue", jawab Rendi. "Hahh? lu sakit ,sampe harus kerumah sakit, sakit apa lu sakit hati", ucap Vino sambil tertawa terbahak bahak. "Ngeledek gue lu ya, bukan gue yang sakit", ucap Rendi. "Lalu??", tanya Vino penasaran. "Reina,, kemarin gue gak sengaja liat dia pingsan dipinggir jalan, terus gue bawa kerumah sakit, kasihan dia", jawab Rendi. Vino yang tak percaya dengan ucapan Rendi barusan langsung menempatkan punggung tangan nya ke kening Rendi. "Lu gak lagi demam kan Ren, demi apa lu nolong si Reina, bukannya lu gak suka sama dia", ucap Vino penasaran. "Enggak, gue gak demam. naluri hati aja, seandainya lu ngeliat cewek pingsan dipinggir jalan, masa lu biarin aja", Ucap Rendi. "Iya juga sih bro, kalo gue pasti ngelakuin hal yang sama kayak lu", ucap Vino sambil mengangguk ngangguk. Bel masuk pun berbunyi dan Rendi mengikuti pelajaran seperti biasanya , ya walaupun di kelas dia hanya melamunkan Reina.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD