Hari ini Reina sudah diperbolehkan pulang oleh dokter, dan dia pun diantar pulang ke kos an Reina oleh Rendi.
"Rein,, ini beneran kos an lo", tanya Rendi sambil memperhatikan suasana sekitar.
"Iya Ren, gue cuma mampu sewa kos yang begini, syukur syukur gue gak kena panas atau pun hujan ", jawab Reina sambil tersenyum.
"Ih ini sih masih besaran kamar gue kalik Rein, dan lu betah tinggal disini", Ucap Rendi sambil bergidik, dia tidak menyadari bahwa perkataan nya membuat Reina tidak nyaman.
"Maksud lu apa, lu mau ngatain gue, eh Ren gue itu memang orang miskin yang nggak punya apa apa, bahkan untuk makan aja gue susah, jadi mana bisa gue sewa rumah yang besarnya bak istana", Jawab Reina kesal karna ucapan Rendi seperti menghinanya.
"Eh bukan maksud gue gitu Rein", ucap Rendi sambil memegang tangan Reina.
"Udah lah Ren, lu tu memang gak seharusnya temenan sama gue, dunia kita tu berbanding terbalik, jauh banget ibarat langit dan bumi, mending sekarang lubpulang aja deh", Usir Reina kepada Rendi.
"Tapi Reinn, maafin gue dong, gue gak maksud nyinggung lu tadi", bujuk Rendi.
"Udah gue maafin, mending lu pulang sana, makasih udah nganterin gue pulang (mau menutup pintu tapi gak jadi) dan satu lagi gue janji akan cari kerja dan akan gue cicil biaya rumah sakit kemarin", Ucap Reina sambil menutup pintu agak kasar.Rendi yang menyesali ucapannya pun hanya bisa mengacak acak rambutnya sambil sesekali memukul pelan mulutnya, dan memutuskan untuk pulang.
**