Episode 3

542 Words
Setelah bel berbunyi pertanda sekolah telah usai Rendi pun berjalan menuju UKS. Sesampainya disana dia tidak menemukan Reina. "Kemana Reina, apa dia udah pulang dari tadi", gumam Rendi dalam hati. " Sayyy..", panggil Siska mengagetkan Rendi. "Eh kamu yank, ngagetin aja sih", jawab Rendi. "Kamu ngapain di UKS, kamu sakit sayy", tanya Siska sambil menempelkan punggung tangan nya ke kening Rendi. "Enggak kok yank, aku cuma lewat aja kok", bohong Rendi. "Anterin aku pulang ya sayy", manja Siska sambil bergelayut dilengan Rendi. "Oh ya udah yukk", jawab Rendi tanpa melepas tangan Siska . ** "Oh ya say, kita mampir makan dulu yukk, dikafe depan", ajak Siska "Okee..", jawab Rendi. Siska dan Rendi pun masuk kedalam kafe dan memesan makanan dan minuman. "Reina ", panggil Ayu rekan kerja Reina dikafe. " Iya yu, ada apa", tanya Reina. " Kamu antar minuman ini ke meja no 18 ya, aku mau ketoilet dulu nih", ucap Ayu. " Oh iya, aku antar ini dulu ya", jawab Reina. Reina pun berjalan menuju meja 18 yang merupakan meja dari Rendi dan Siska. "Permisii, ini minumannya mas, mbak", ucap Reina sambil menaruh gelas diatas meja mereka. Rendi yang merasa mengenali suara Reina pun langsung menoleh. "Reina, kamu kerja disini", tanya Rendi. " Eh lu, iya gue kerja disini, kenapa??", jawab Reina ketus. "Eh mbak yang ramah dong, jangan ketus gitu", jawab Siska sedikit marah. " Eh mbak orang kayak dia ini gak baik diramahin, yang ada ntar besar kepala", jawab Reina sambil menunjuk nunjuk Rendi. " Eh lu tu siapa berani berani nya ngatain cowok gue gitu, mau dipecat lu", ancam Siska. "Yankk udah lah ,malu diliatin orangg", jawab Rendi berusaha melerai. " Gue gak takut", ucap Reina sambil pergi meninggalkan meja tersebut. "Sayy, kamu kok belain dia, aku lagi belain kamu loh", tanya Siska sambil memasamkan mukanya. "Enggak kok yank, aku gak belain dia", jawab Rendi. "Atau jangan jangan, kamu suka ya sama dia, kamu kenal kan sama dia", tanya Siska mulai cemburu. "Kamu jangan ngaco deh yankk",Rendi berusaha mengeles. "Udah , sekarang aku udah gak laper, aku mau pulang sekarang, aku bete sama kamu", ucap Siska. "Kok gitu sih say", ucap Rendi.Tanpa mendengarkan perkataan Rendi ,Siska langsung keluar dari kafe tersebut dan menyetop taksi.Rendi yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepala, karna bukan sekali ini Siska ngambek dan memilih pulang sendiri. "Ini makanan nya", ucap Reina ketus sambil menaruh makanan diatas meja Rendi. "Ini semua karna lu tau gak, cewek gue ngambek", ucap Rendi menyalahkan Reina. "Apa ?? gara gara gue, eh apa hubungannya sama gue, emang gue ngapain", Siska membela dirinya sendiri. Saat dia ingin kembali ke belakang tiba tiba Rendi menarik tangan Reina. "Eh, apa apa an ni", ucap Reina sambil melepas tangan nya dari genggaman Rendi. " Karna lu udah buat cewek gue pergi, sekarang lu yang harus nemenin gue makan", pinta Rendi agak memaksa. " Ogahh", Reina langsung pergi begitu saja meninggalkan Rendi. Rendi pun terlihat kesal akan penolakan itu, karna sebelumnya tidak ada cewek yang menolak ajakannya, karna dia dikagumi bawak wanita namun tidak dengan Reina. Dia adalah sosok wanita kuat, mandiri dan sederhana. Yang dia fikirkan hanyalah pendidikannya agar dia bisa sukses walaupun dia hanya hidup sebatang kara. (Mohon maaf bila cerita ini terkesan lebayy, mohon jangan saling hujat, terima kasihh)
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD