Bertemu Di Gudang

1149 Words
Bryan kembali menyapa para tamunya. "Selamat datang Jenderal," ucap Bryan kepada seorang perwira tinggi polisi berpangkat bintang 2 yang baru saja tiba ke satuannya itu dengan sikap sempurna. Bukan hanya Bryan kini yang menyambut perwira tertinggi di kepolisian tersebut dalam sebuah parade resmi. "Bryan, aku tidak menyangka karirmu secepat ini. Kau benar-benar memukau. Seperti yang sudah kuduga sebelumnya, kau bukan hanya akan menjadi lulusan terbaik dari Sekolah Kepolisian tapi kau juga benar-benar menunjukkan kinerjamu yang sangat hebat setelahnya. Aku sangat bangga menjadi pelatihmu saat itu. Dan mendapatkan undangan malam ini aku harap pasukan elite tahun ini benar-benar mampu mengemban misi kita," ucap Jenderal tersebut kepada Bryan. "Semoga kami tidak mengecewakan Anda, kami melatihnya dengan keras sesuai dengan prosedur. Ke dua belas orang yang terpilih akan mengemban misi utama di negeri ini Jenderal," jawab Bryan dengan sangat tegas. Iring-iringan Bryan bersama perwira tinggi polisi tersebut kini tiba di aula utama di mana ratusan peserta seleksi sudah menunggu mereka dengan hati yang berdebar. Sunyi dan sangat hening. Nyaris tidak ada suara serangga satupun di dalam aula ini. Mereka seolah terhipnotis dalam diam dengan kedatangan dua petinggi polisi yang menjabat sebagai Panglima Polisi dan juga Dansus Pasus di Kepolisian tersebut. Melalui sebuah seremonial singkat ke dua belas orang terpilih kemudian dipanggil secara berurutan berdasarkan nilai akhir yang sudah didapatkan. Ya ... nilai sepanjang seleksi ketat dalam tiga hari ini sudah menghasilkan dua belas orang yang terbaik dan salah satunya ternyata adalah polisi wanita bernama Catherine Belka. "Catherine Belka, Brigadir Satu dari kesatuan Polisi Resort Metropolis Menjabat sebagai Bintara Umum Bidang Kriminal Kota," Namanya disebut secara lengkap oleh si pembawa acara membuat tubuh Kate bergetar hebat dan nyaris limbung karena dia tidak menyangka jika akhirnya dia bisa masuk diantara dua belas orang yang terpilih tersebut. Dipanggil pada urutan ke sebelas dari dua belas orang yang akan dipilih, membuktikan jika Kate menduduki posisi urutan ke-dua, ini berarti memiliki nilai di urutan kedua dari teratas dan itu menjadi nilai paling bergengsi yang pernah dicapai oleh polisi wanita manapun sejauh ini. Tidak ada tepuk tangan ataupun riuh selamat yang didapatkan oleh Kate. Seisi ruangan ini tetap khidmat dan sunyi senyap sehingga langkah suara dari heelsnya terdengar lantang di seluruh penjuru ruangan tersebut. Detik demi detik yang mendebarkan terus berlangsung, ke dua belas orang yang terpilih sudah berdiri di bagian depan dan panglima tinggi kepolisian langsung memberikan wejangan singkatnya kepada kedua belas psrsonil baru Pasukan Elite tersebut. "Tanpa nama, tanpa identitas. Mulai sekarang kalian adalah bagian dari Pasukan Elite Metropolis yang tidak akan pernah terdeteksi dan juga tidak memiliki identitas lagi. Apa kalian sanggup?" tanya Bryan di akhir wejangannya bertanya kepada kedua belas orang peserta seleksi yang terpilih tersebut disaksikan oleh ratusan orang di belakangnya. "Kami siap," Jawaban serentak menghentak. Termasuk di dalamnya adalah Kate yang masih tidak menyangka jika untuk mengatakan kata siap tersebut harus dengan menghela nafasnya yang sangat berat. Kate mendadak teringat dengan sebuah kalimat dari Yellow yang mengatakan kepadanya jika hanya beberapa menit lagi diantara di dirinya dengan Hanna tidak akan memiliki identitas. Itulah kenapa perwira tinggi berkode Yellow tersebut bahkan tidak memiliki papan nama seperti perwira tinggi lainnya. Upacara pelantikan berlangsung khidmat. Meskipun menggunakan setelan pesta tetap tidak mengurangi sedikitpun kedisiplinan dan juga kharisma kepolisian di dalamnya. "Selamat, ternyata seseorang yang dipastikan tidak lolos dari seleksi pertama ini justru menjadi pemenangnya," ucap Wilson yang muncul dari balik keramaian membuat Kate nyaris berteriak lantang memanggil rekannya itu. "Selamat Brigadir Catherine," ucap Wilson sambil menyodorkan tangan kanannya kepada Kate. "Kau ini kenapa pergi dan datang begitu saja, seenaknya. Dari mana saja kau tiga hari ini, kau mengantarkanku dan baru tiba? Lalu bagaimana caranya kau bisa masuk ke sini? Di luar seharusnya pengawalan sangat ketat bukan?" ucap Kate kepada Wilson. Wilson hanya terkekeh, dia kemudian membaur dan berbincang dengan rekan-rekannya yang lain yang ternyata cukup dikenal oleh pria tersebut. Ini cukup membantu Catherine bisa ikut lebih tenang dan juga menikmati pesta malam ini. "Kau yang bernama Catherine, ikut denganku," ucap seorang polisi wanita berpangkat Inspektur kepada Catherine yang baru saja menaruh piring makannya di meja. Tanpa banyak bertanya, Kate mengangguk dan menruskan langkah mengikuti seniornya itu. "Maaf senior jika boleh aku tahu, Anda mau mengajakku ke mana?" ucap Kate yang mulai bingung dengan arah seniornya itu membawanya. "Silakan masuk, seseorang menunggumu di dalam. Aku permisi," ucap snior tadi kepadanya membuat Kate melongo sambil kebingungan. Pintu terbuka dan lambat langkah Kate pun akhirnya masuk ke bagian dalam ruangan. Seseorang dengan seragam kepolisian beratribut dan juga bertanda khusus tengah berdiri di seberang ruangan. Pria di dekat jendela itu menatap ke arah luar memunggunginya. "Selamat, aku tidak menyangka kau bisa berhasil hingga ke tahap ini," ucap pria tersebut sambil menoleh ke arah Kate. "Ko-man-dan B?" ucap Kate terbata-bata karena sangat kaget. Dengan suara baritonnya yang sangat khas, pria itu melangkah menghampiri Kate dan membuat Catherine semakin gugup. "Izin, Komandan B, aku mendapat perintah untuk masuk ke sini apakah itu benar?" ucap Kate yang merasa ragu jika dia berada di ruangan yang sama dengan komandannya ini. "Waktuku hanya 2 menit, aku meminta izin dari pertemuan singkat dengan para petinggi. Ini ... aku hanya ingin memberikan ini secara langsung kepadamu sebagai ucapan selamat dariku," ucap Bryan sambil melangkah menghampiri Kate. Tangan Bryan kemudian meraih tangan Kate dan memberikan sebuah benda kecil di telapak tangan Kate. "Tetaplah jalani semua protokol misi sesuai dengan aturan, jangan pernah membantahnya jika kau ingin selamat. Sekali lagi selamat dan selamat datang di duniaku," ucap Bryan sambil melangkah pergi dengan begitu saja setelahnya. Kate masih berusaha mencerna situasi yang terjadi, tapi Bryan benar-benar sudah menghilang dari ruangan tersebut. "Aku pasti tengah berhalusinasi!" "Ini sebuah ketidakmungkinan, sangat mustahil apalagi ini hanya sebuah gudang" ucap Kate yang baru menyadari jika ruangan tersebut adalah sebuah gudang yang kotor dan berdebu. Kate segera berbalik memutar arahnya hendak keluar, tapi benda kecil di dalam genggaman tangan kanannya menyadarkannya. "Aku tidak bermimpi, dia benar-benar memberikanku ini," ucap Kate sambil menengok ke arah kanan dan kiri koridor luar di mana tidak ada satupun orang di sana. "Koridor panjang ini sangat jauh, dia bukan hantu yang bisa menghilang begitu saja kan?" ucap Kate sambil kembali menoleh ke kanan dan ke kiri untuk memastikan jika saja Bryan masih ada di sana. Sambil menarik nafasnya yang masih tak bisa terkontrol, Kate kemudian mengenakan bros pemberian Bryan tersebut di bagian kiri dadanya. Wanita ini kembali melangkah hendak membaur kembali ke dalam pesta, sementara Bryan yang untuk beberapa saat terpaksa menahan langkahnya baru saja keluar dari tempat persembunyiannya di antara dua pilar. "Komandan B? Anda sedang apa di situ?" ucap seorang polisi kepadanya membuat Bryan menjadi malu dan canggung. "Aku terlalu bersemangat menjamu para Jenderal sehingga aku sampai tersasar. Aku sedang mencari toilet tapi malah sampai di tempat ini," ucap Bryan berdalih sambil buru-buru memperbaiki bajunya yang kusut setelah terjepit di dinding tadi dan melangkah pergi. "Tersesat? Sebuah keajaiban, ternyata manusia perfect itu juga pernah melakukan kesalahan. Aku rasa ini sebuah sejarah," ucap polisi tersebut sambil tersenyum bangga.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD