"Komandan, sebenarnya apa yang berbeda dari invitation night kursi VIP dan juga kursi lainnya?" tanya Kate kepada Bryan.
"Aku juga tidak tahu, dan kita ada di sini untuk mencari tahu apa yang terjadi," sahut lelaki itu.
Di sepanjang acara makan malam, Kate benar-benar memilih bersama dengan Bryan. Wanita itu tidak ingin lepas dari Bryan karena merasa cemas selain merasa gugup. Ya ... Kate lebih merasa ketakutan dengan sejumlah sorot nakal para lelaki hidung belang yang terus memandanginya.
"Tuan Smith, aku rasa kau harus datang mengunjungi tempat golf-ku saat weekend nanti karena istri cantikmu ini sepertinya harus sedikit terbiasa dengan terik matahari," ucap seorang pria paruh baya yang langsung menghampiri Bryan ketika mereka baru saja selesai makan malam.
"Oh ... tentu saja. Apakah Anda tuan Johnson?" ucap Bryan yang cukup mengenali wajah familiar si pemilik beberapa stasiun televisi swasta di negara ini langsung menyambut hangat Johnson.
"Ya begitulah. Terkadang aku kesulitan sendiri ketika ingin menyembunyikan identitasku karena sangat mudah dikenali. Tapi itu tidak masalah tentunya, aku sungguh tertarik pada pasangan muda seperti kalian. Jadi ini adalah undangan khusus untuk kalian berdua pada hari Minggu nanti. Aku akan menunggu disana dengan jamuan spesial," ucap Johnson sambil menyerahkan sebuah kartu member platinum kepada Bryan.
"Sebuah kehormatan untuk kami berdua Tuan Johnson," ucap Bryan sambil tersenyum melepas kepergian Johnson yang sudah tergesa-gesa meninggalkan ruangan makan tersebut.
"Kartu apa itu dan apakah dia memang memiliki tempat Golf ?" ucap Kate yang benar-benar awam di dalam dunia kalangan kelas atas bertanya dengan penuh rasa penasaran.
"Ya sebuah jadwal untuk kita di hari Minggu nanti ... Tuan Johnson mengundang kita untuk bermain golf itu artinya dia mengundang kita seharian penuh karena bermain golf dengannya memiliki banyak sekali ritual dan sialnya lagi karena tempat itu semua orang mengenalnya sebagai surga para sugar Daddy," ucap Bryan yang kian membuat Kate membulatkan bibirnya hingga membentuk huruf O.
"Jangan seperti itu Kate, kau akan menggoda lebih banyak lelaki untuk mendekatimu ... mendekati kita," ucap Bryan mengkoreksi ucapannya sambil menuntun Kate melangkah meninggalkan ruangan tersebut.
Acara makan malam berakhir begitu saja, beberapa data sudah ditemukan oleh Bryan dan juga Kate. Markas pun langsung merekap semua informasi dari data yang didapatkan Bryan dan Kate malam ini.
["Beristirahatlah komandan dan juga anggota baru kita. Selamat malam! Kita akan bertemu lagi pada saat apel pagi nanti,"] ucap operator kepadanya membuat Bryan dan juga Kate merasa lega.
Hari sudah semakin larut dan Kate saat ini tengah mengolah data dari informasi yang dimilikinya.
"Kau sudah menyelesaikan semuanya jadi berhentilah dan lipat laptop itu," ucap Bryan sambil duduk di sebelahnya.
"Baik," ucap Kate yang langsung berpamitan untuk berganti pakaian.
***
"Kenapa tidak ada pakaian yang benar dan pantas untukku di lemari Ini," ucapan menggerutu karena melihat koleksi baju yang ada di dalam lemari Ini benar-benar bukan pakaian yang sesuai dengan stylenya.
"Kau sedang apa?" tanya Bryan ketika melihat Kate menurunkan beberapa celana pendek dari lemari bagian atas yang sebenarnya miliknya.
"Aku tidak terbiasa menggunakan lingeri jadi aku mau pinjam celana pendekmu saja ya?" ucap Kate dengan wajah memelas kepada Bryan.
"Kenapa kau selalu tidak percaya diri dengan dirimu sendiri," ucap Bryan sambil membantunya menurunkan apa yang diinginkan oleh Kate.
"Komandan Bi, "ucapan merengek.
"Baiklah, pakai saja punyaku," ucap Bryan.
"Jangan melakukan hal itu lagi, merengek seperti itu membuatku ingin melahapmu," ucap Bryan sambil tersenyum.
"Apa yang Anda pikirkan? Cepatlah keluar karena aku akan berpakaian," ucap Kate sambil mendorong tubuh komandannya itu keluar dari dalam kamar.
Ada rasa bahagia di dalam hatinya Kate kali ini. Tidak bisa dipungkiri, berada sedekat ini dengan Bryan yang sangat terkenal tampan dan juga diimpikan banyak wanita membuat Kate merasa bangga.
Dia segera berpakaian dengan gerakan yang cepat dan detik berikutnya dia sudah menarik selimut karena merasa sangat lelah.
Kate baru saja hendak tertidur ketika Bryan melangkah masuk dan langsung membaringkan tubuhnya di ranjang.
"Kau belum tidur?" tanya Bryan.
Kate menggeleng sambil membenarkan posisi tidurnya.
"Pak, apa Anda sudah terbiasa tidur dengan banyak anggotamu?" tanya Kate yang sedari kemarin sangat penasaran dengan pertanyaannya itu akhirnya membuka pembicaraan.
Bryan menoleh dan mengoleskan senyuman yang sangat tipis membuat Kate menyesal karena telah menanyakannya.
"Tentu saja, sepuluh tahun karirku di kepolisian dan aku sudah tidur dengan banyak sekali orang," ucap Bryan sambil memiringkan tubuhnya menghadap ke arah Kate.
Berada semakin dekat dengan Bryan seperti itu membuat Kate menjadi serba salah sendiri dan sangat gugup.
"Baiklah komandan, sebaiknya kita tidur. Silahkanlah tidur, karena aku hanya bertanya dan Anda sudah menjawabnya," ucap Kate sambil berusaha menarik selimut tapi selimut itu tidak kunjung naik karena tertahan oleh beban tubuh Bryan di atasnya.
"Ada apa? kenapa aku ini?" batin Kate sambil memundurkan tubuhnya karena Bryan terus memandanginya dan membuatnya tak nyaman.
"Aku sudah menikmati banyak ranjang tapi tidak ada yang membuatku bergetar seperti saat bersamamu sekarang ini," ucap Bryan yang semakin membuat atmosfer di ruangan kamarnya itu mendadak menjadi panas.
Cat mendengkur kesal mengutuk dirinya sendiri yang justru bertanya kepada Bryan.
"Seharusnya aku tadi diam dan langsung pura-pura tertidur," gumam Kate di dalam hatinya lagi.
"Kate, apa kau pernah melakukan sesuatu dengan seorang lelaki?" ucap Bryan sambil memperbaiki posisi tidurnya dan menelusup masuk ke dalam selimut yang sama dengan Kate.
"Maksud anda?" ucap Kate dengan mata yang terbelalak.
" Catherine Bellka, kau sudah sangat dewasa untuk mengerti apa yang aku tanyakan?" ucap Bryan sambil menarik tubuh Kate ke dalam pelukannya.
"Apa menurutmu aku tidak pernah mengenal lelaki?" ucap Kate yang bingung.
"Tentu saja karena aku tidak yakin kau bisa melakukannya," ucap Bryan.
Merasa tertantang, ego Kate pun mendadak meninggi dia tidak ingin disepelekan oleh siapapun.
"Aku sudah melakukan dengan banyak pria, terserah Anda mau percaya atau tidak?" ucap Kate sambil menarik selimut dengan cepat dan menghubungi Bryan setelahnya.
Di antara rasa kecewa dan juga kesal, Bryan yang sebenarnya berharap jika Kate tidak pernah bersama pria lain akhirnya mendengus kesal.
"Kalau begitu ayo lakukan denganku," ucap Bryan sambil mengecup lembut pundak kanan Kate setelahnya.
Kate terdiam dan kebingungan setengah mati karenanya.
"Komandan, Anda bisa melakukannya begitu saja?" ucap Kate mencoba mengulur waktu.
Sementara kedua tangan Bryan kini sudah mulai menjelajahi bagian depan tubuhnya membuat Kate semakin gugup.
"Aku ingin tahu sejauh mana keahlianmu," ucap Bryan sambil menelusupkan kedua tangannya kebagian dalam kaos yang dipakai Kate.