Pada akhirnya kuputuskan untuk menepi dari semua rasa lelah ini berhenti dari galau dan resah yang telah mencuri semua ketenangan dan kenyamananku sebagai seorang istri, Aku menyerah. Sebelum mengambil keputusan mengajukan gugatan perceraian aku menemui putriku Layla untuk membicarakan masalah serius ini kepadanya, ketika kuketuk pintu kamar dan membuka daun pintu, kudapati ia sedang serius dengan buku di meja belajarnya. "Hai, lagi ngapain?" tanyaku sambil mengambil tempat di sisi pembaringannya. *Lagi ngerjain PR Ma, ada banyak tugas nih." "Boleh Mam minta waktunya sebentar untuk bicara?" Gadisku membalikkan badannya lalu menatap wajahku dengan penuh keheranan. "Tumben Ma, mau bicara apa?" "Mau bicara serius tapi Mama mohon agar kau menilainya dengan objektif dan tidak emosional.

