Dinda mengekori Sela yang berjalan di depan nya, sampai dimana mereka berada di dalam sebuah kamar.
Dinda mengernyitkan dahinya, kata Sela kamar nya kotor. Tapi ini benar benar rapih sekali, nggak ada debu.
Sebenarnya memang rapih, setiap hari Sela selalu membersihkan kamar ini walau tidak di pakai.
"Lo tidur disini aja, udah bersih kok."ucap Sela.
Dinda mengangguk kan kepalanya, "Thanks."
"Yaudah, gue tinggal ya!"kata Sela.
Sela menghentikan aksinya saat ingin membuka pintu, untuk keluar kamar.
"Gue minta maaf."
Sela mengernyitkan dahi nya dan berbalik menghadap Dinda.
"Soal kemarin sikap gue yang nggak ngenakin di lo."
Sela masih diam, menyimak apa yang ingin Dinda katakan.
"Gue sayang Bang Reyhan."
Lalu Sela membelalakkan matanya.
"Sayang?"
"Iya, sayang sebagai adik. Gausah khawatir deh lo. Kemarin itu gue cuman ngetest lo, karena gue tau kalian bersama karena di jodohin. Jadi gue ngira lo ga cinta sama Bang Rey, rata rata kan gitu kalo misalkan pasangan dijodohin."kata Dinda, menggendikkan bahu nya.
Sela mengangguk kan kepalanya, paham. "Tapi gue cinta sama Reyhan."
"Iya gue tau, kandungan lo jadi bukti kalo lo emang cinta sama bang Rey. Sekarang gue lega. Makasih, tolong terus jaga bang Reyhan."
"Tanpa lo suruh pasti gue selalu jaga suami gue."
***
Jam terus berputar, sampai tidak terasa bahwa sang bulan kini tengah berada di posisi nya menggantikan sang matahari.
"Sela, ingat kata mama! Kamu ini ceroboh, sekarang kamu nggak sendiri. Tapi berdua sama anak kamu. Jaga baik baik!"ucap Niranti.
Sudah lebih dari 3 kali Niranti mengingat kan Sela seperti itu.
"Iya mama sayang."
"s**u hamil nya juga di minum ya sayang, itu bunda beliin 3 rasa biar kamu ga bosen."kata Resa, sambil mengelus lembut lengan Sela.
"Siap bunda sayang!"
Saat ini mereka bersiap untuk kembali kerumah masing masing. Karena pawang nya Sela udah pulang sejak tadi sore.
Siapa lagi kalo bukan Reyhan, ssttt, emang nya Sela itu ular ada pawang nya segala.
"Reyhan jaga istri dan calon anak mu. Kami selalu mendoakan yang terbaik itu kalian."ujar Nando, sang papa.
"Pasti pa, terima kasih."balas Reyhan sambil tersenyum.
"Yaudah, kami pulang ya, Dinda kamu beneran nggak mau nginep disini?"tanya Resa.
Dinda baru bangun tidur, matanya aja masih merem gitu. Kasihan.
"Iya dek, kamu nggak mau nginep sama abang aja?"tanya Reyhan.
"Hah? Ohhh, enggak ah, aku mau nyiapin persiapan buat kuliah nanti."kata Dinda.
Tentang perkuliahan Sela di masa kehamilan, itu di setujui oleh kedua orang tua mereka. Awalnya Niranti menolak, karena Sela itu anak yang sangat ceroboh.
Tapi Sela meyakinkan Niranti bahwa ia akan berhati hati mulai saat ini.
"Yaudah, kami pulang dulu."
"Hati hati ma, bun, pa!"kata Sela dan Reyhan lalu menyalami punggung tangan kedua orang tua nya.
Sela membuka kantong belanjaan yang di bawakan oleh sang mertua dan sang mama.
Isinya tentu saja s**u kehamilan dan juga buah buahan.
"Bunda banyak banget deh beliin s**u sampe 5 kardus gini."kata Sela.
"Iya, biar kamu nggak bosen. Tadi kata nya beda beda kan varian nya?"
"Iya kak, ih, baru tau aku ada rasa pisang."ujar Sela memamerkan satu kardus s**u yang berbeda dari yang lain nya.
"New varian."kata Reyhan menunjuk sisi bagian kanan kardus.
"Yaudah, kamu istirahat sana. Aku beresin ini dulu ya!"ucap Sela.
Namun di tahan oleh Reyhan.
"Biar saya aja, kamu yang istirahat."
"Lah kok kamu? Kamu kan baru pulang tadi. Udah deh sana ke kamar, nanti habis minum s**u aku nyusul."
"Tinggal taro dan beresin di dapur nggak bikin saya sakit. Sekalian nanti saya bikinin s**u nya. Mau varian apa?"tanya Reyhan.
"Kak—"
"Nurut saya kenapa sih?"ucap Reyhan lembut.
Sela menghela nafasnya, "Strawberry."
Reyhan mengecup lembut puncak kepala Sela.
"Yaudah, saya bikinin dulu. Kamu istirahat di kamar ya?"
"Nanti aja nungguin kamu."rengek Sela.
"Sayang..."
Sela mengerucut kan bibirnya, "Ish, iya iya ke kamar. Jangan lama lama kak!"
Semenjak mengetahui Sela sedang mengandung, sifat posesif Reyhan bertambah.
Reyhan terkekeh melihat tingkah Sela yang begitu manja.
Tak lama Reyhan memasuki kamar dengan segelas s**u di tangan nya.
Ia melihat Selatania sedang asik bermain handphone.
"Ini s**u nya."
Sela mengalihkan pandangannya ke Reyhan. Lalu mengambil segelas s**u yang berada di tangan suaminya itu.
"Terima kasih kak!"kata Sela, dan meminum s**u buatan Reyhan.
"Sama sama. Sehat sehat terus ya, kalian."ucap Reyhan mengusap kepala Sela.
Setelah selesai minum, Sela menaruh gelas di nakas samping tempat tidur.
"Gimana hari ini, ngajar nya?"tanya Sela.
"Biasa aja."
"Masa sih? Kan banyak tuh adik adik kelas yang cantik."
"Kamu yang tercantik."kata Reyhan.
Sekarang suami nya itu sibuk memainkan handphone nya. Iya, handphone Sela.
Sedangkan Sela mengusap rambut Reyhan. Karena sekarang posisinya, Sela sedang bersandar pada tumpuan ranjang dan Reyhan yang tiduran di paha Sela.
"Udah ada yang ganti posisi aku belum kak di GarPan?"tanya Sela sambil terkekeh kecil.
Reyhan mengernyitkan dahi nya.
"Posisi apa?"
"Biasa lah, dulu kan istri kamu ini banyak penggemar nya."
Oke, Sela tingkat percaya diri Sela mulai kembali tinggi. Oh, memang selalu seperti itu.
Reyhan menatap Sela sekilas, lalu menyentil pelan hidung Sela.
"Ihh kok hidung aku di sentil."kata Sela mengerucut kan bibirnya.
"Kamu terlalu percaya diri."
Sela menjulurkan lidahnya, berniat meledek Reyhan.
"Nggak ye, aku emang terkenal. Wlee!"
"Iya iya saya ikut kamu aja."
"Ih kak, aku nanya juga. Gimana? Siapa? Cantikan siapa? Aku atau dia?"tanya Sela penasaran.
"Saya ga pernah mikirin kaya gitu. Ga penting."ucap Reyhan.
"Iya juga sih ya."
"Kamu masih galak nggak kak?"tanya Sela.
"Saya ga pernah galak, saya cuman tegas."ucap Reyhan santai.
Sela memutar bola matanya malas, "Siyi gi pirnih gilik, siyi cimin tigis."
Sedangkan Reyhan terkekeh kecil.
"Aku inget tuh, aku telat terus guru piket nya kamu. Udah deg deg an karena takut hukuman berat. Kamu kan kalo ngasih hukuman ga kira kira."kata Sela, mencoba bernostalgia.
Reyhan menyimak pembicaraan Sela.
"Eh ga tau nya kamu cuman nyuruh sholat Dhuha."kekeh Sela.
"Kenapa emang waktu itu kamu telat?"tanya Reyhan.
"Aku kesiangan kak. Gara gara semaleman nangis."
"Nangis kenapa?"
"Ya masih shock lah, tiba tiba mama bilang aku mau di jodohin. Kan kaget banget. Aku ga mau, takut calon suami aku gimana gimana orang nya. Mana nggak kenal pula."kata Sela.
Reyhan tersenyum miring,"Gimana gimana?maksudnya?"goda Reyhan.
"Ya takutnya aku di jodohin sama om om, kan ga lucu!"
"Tapi pas tau saya calon nya, kamu ga bakal nolak kan?"kekeh Reyhan.
"Dih geer banget! Tetep nolak lah!"
"Masa sih? Terus sekarang kita apa dong kalo kamu nolak saya?"tanya Reyhan. Ia tertawa pelan.
"Kamu guru aku, dan aku mantan murid kamu."kekeh Selatania.
"Hubungan nya hanya sebatas guru aja nih?"tanya Reyhan.
Reyhan kenapa sih malam ini gemesin banget. Eh nggak deng, setiap hari juga gemesin kalo lagi sama Sela.
"Iya lah, kamu mau lebih? Maaf pak! Nggak bisa, saya udah punya suami!"kata Sela.
"Yah, saya di tolak mantan murid saya? Kecewa deh saya."
Tuh kan Reyhan jadi kaya anak ABG yang lagi jatuh cinta.
"Maaf ya pak, soalnya saya cinta banget sama suami saya. Sekarang aja saya lagi ngandung anak nya."ujar Sela sambil tertawa.
Jarang sekali Reyhan bisa di ajak mendrama seperti ini.
"Saya sakit hati ah. Gamau ketemu kamu lagi."
Sekarang Sela benar benar tertawa lepas. Rasanya raut wajah Reyhan tadi sangat lucu.
Tawa indah Sela menghiasi atmosfer mereka berdua. Dan Reyhan selalu bahagia mendengar nya.
"Selalu bahagia sayang, jangan pernah sedih. Saya selalu di samping kamu."bisik Reyhan.
Sela tersenyum manis. Lalu mengecup pelan bibir Reyhan.
"I love you, my husband."
Reyhan mengernyitkan dahinya, "Tadi katanya saya guru kamu?"
Sela kembali tertawa, "I love you, my geography's teacher."
Reyhan mengecup bibir Sela, lalu ia melumatnya dengan lembut. Setelah dirasa kehabisan oksigen Reyhan melepas ciuman mereka. Ia menempelkan dahi nya dengan dahi Sela.
"I love you more my precious wife."