Hari ini adalah hari Sabtu, hari yang Sela tunggu tunggu. Dimana ia akan pindah ke rumah baru nya dengan Reyhan.
Dan pagi ini mereka akan ke rumah sakit terlebih dahulu untuk mengecek kandungan Sela. Habis dari rumah sakit, mereka akan langsung pergi ke rumah baru.
Rasanya waktu terlalu begitu cepat berjalan, dan rasanya baru saja kemarin Sela memasuki pintu apartemen itu.
Meneliti setiap jejak di apartemen itu, banyak kenangan yang indah disini.
Sela tersenyum manis, melihat sofa di ujung sana. Itu adalah tempat yang tidak akan pernah lupakan. Bagaimana canda dan tawa menghiasi ruangan ini.
Reyhan yang mengambil ciuman pertama nya, itu ada di ujung sofa sana. Sela terkekeh pelan saat mengingat bagaimana ia tersipu malu karena ledekan Reyhan.
Yang ia tahu sekarang, ia akan merindukan tempat ini. Selalu.
"Kamu udah siap, Sela?"tanya Reyhan, ia baru saja keluar dari kamar.
Sela mengangguk kan kepalanya.
"Yaudah, kamu sudah pilih barang apa aja yang akan di bawa kan? Nanti akan ada orang yang nganter kesana."ucap Reyhan. Ia mengunci pintu kamar nya.
"Iya kak. Nanti kalo aku pengen kesini, gapapa kan?"tanya Sela.
Reyhan mengernyitkan dahinya, lalu menatap Sela.
"Gapapa dong. Memang nya kenapa? Ini juga rumah kita. Kamu bisa mengunjungi nya kapan aja kamu mau."
Sela tersenyum senang.
"Makasih kak!"kata Sela, lalu memeluk Reyhan.
Reyhan membalas pelukan Sela. "Sama sama, ayo."
***
Sekarang mereka dalam perjalanan menuju rumah. Mereka baru saja selesai mengecek kandungan Sela.
Kata dokter, kandungan Sela baru berjalan 2 minggu. Sejak tadi, Sela tidak henti henti nya tersenyum. Dan Reyhan bahagia melihatnya.
"Inget ya, kata dokter kamu ga boleh stress. Harus banyak banyak makan sayur dan minum vitamin."kata Reyhan, menoleh ke arah Sela.
"Iya kak, aku inget."
"Nanti kamu ga usah ikut ospek ya pas kuliah. Saya yang akan urus itu."ucap Reyhan.
Lalu Sela mengernyitkan dahinya, dan menoleh pada Reyhan yang sedang menyetir.
"Kok gitu? Gapapa kak. Ga adil dong, masa yang lain ospek aku nggak?"ujar Sela.
"Nurut atau nggak sama sekali."jawab Reyhan.
Dan Sela menghela nafasnya. Ia mengerucut kan bibirnya. Padahal kan ia pengen juga ngerasain ospek kaya gitu.
"Gausah cemberut gitu. Jelek."
Sela mendengus kesal.
"Bodoamat!'
Lalu mata Sela berbinar saat melihat sesuatu di pinggir jalan.
"KAKKKK! STOP STOP!"teriak Sela tiba tiba. Tentu saja membuat Reyhan kaget, dan mengerem dadakan.
Kepala Sela hampir saja terkena dashboard jika tidak Reyhan menahan dengan tangan nya.
"SELA! APA APAAN KAMU?! BAHAYA TERIAK TIBA TIBA GITU! KAMU MAU BIKIN KITA CELAKA?!!"teriak Reyhan. Ia terlihat masih shock.
Bagaimana tidak kaget, Sela tiba tiba berteriak sambil memukul tangan nya.
Sela menundukkan kepalanya, ia juga sama kagetnya.
Reyhan menghela nafasnya dan menatap Sela yang masih menunduk kan kepala nya.
"Kamu bisa bikin celaka kalo tiba tiba kaya gitu!"
"Maaf.."kata Sela dengan bergetar.
Reyhan memejamkan mata nya,lalu mengusap kasar wajahnya.
Ia kembali menatap Sela. Dan membawa Sela dalam pelukan nya.
"Maaf, saya kaget. Ga maksud bentak kamu. Saya minta maaf ya?"
Dan benar saja, Sela menangis. Ia lupa jika istri nya akhir akhir ini sangat cengeng. Mungkin itu karena faktor kehamilan nya.
"Maafin aku.."lirih Sela, ia masih terisak dalam pelukan Reyhan.
Reyhan mengusap lembut puncak kepala Sela.
"Gapapa, lain kali jangan di ulang ya?"
Walau tidak menjawab, Reyhan bisa merasakan jika kepala Sela mengangguk.
"Kamu memang nya mau apa sampai harus teriak tiba tiba gitu, hm?"tanya Reyhan lembut.
Reyhan menangkup wajah Sela yang basah karena air mata. Lalu mengelapnya.
"Jangan nangis lagi, ya?"
Reyhan mengulang pertanyaaan nya.
"Kamu mau apa?"
Lalu Sela menunjuk ke arah pinggir jalan.
Tubuhnya masih bergetar. Ia masih sesenggukan.
Reyhan mengernyitkan dahinya saat melihat tukang Sate.
"Sate ayam?"
"Iya.."
"Yaampun, kamu bisa bilang pelan pelan. Saya akan berhenti disana."gemas Reyhan.
Dan Sela kembali menunduk kan kepalanya.
"Maafin.."
"Iya sayang. Ayo kita beli. Bungkus aja ya? Kita makan dirumah?"
Sela mengangguk kan kepalanya.
"Yaudah kalo gitu kamu diem aja disini, saya yang bakal turun."
Sela menggeleng kan kepalanya. "Nggak mau."
"Di luar lagi hujan. Kamu disini aja."
"Aku mau kamu yang ngipasin satenya."
Dan Reyhan membelalakkan matanya mendengar ucapan lirih Sela.
"Kamu serius?"tanya Reyhan memastikan.
"Iya, kamu nggak mau ya?"
Reyhan menghela nafasnya, "Mau. Yaudah ayo ikut, pakai hoodie nya. Diluar hujan, dingin."
Dan Sela langsung tersenyum senang.
***
Kini mereka sudah pindah, dan sekarang Reyhan dan Sela menempati rumah baru mereka.
Sela di kamar, dia langsung naik ke kamar setelah senang memakan Sate yang di kipasi oleh Reyhan.
Dan Reyhan sedang bersantai dekat kolam renang. Ia sedang memeriksa murid murid nya. Karena tahun ini ia akan menjadi wali kelas 12.
Pekerjaan nya akan bertambah. Sejak tadi Reyhan berkutik dengan laptopnya. Setelah di rasa selesai, Reyhan masuk kedalam rumah nya.
Berniat untuk menemukan istri kecil nya. Mungkin sedang tidur?
Reyhan membuka pelan pintu kamar nya, tidak ingin mengganggu Sela. Tapi ia malah mengernyitkan dahinya saat mendengar suara Sela yang begitu riang.
"DANUUUUUU! KANGENNNN! KAPAN PULANG SIH?!"ucap Sela dengan cemberut.
Reyhan membelalakkan matanya, bisa bisa nya Sela menunjukan wajah seimut itu pada orang lain?!
"Yaela,belum seminggu gue disini. Udah kangen aja lo! Sini dong, sepi gue gada lo."kata Danu di sebrang sana, sambil tertawa.
Ternyata Sela sedang video call an dengan Danu di laptop.
"Pengen! Pengen kuliah bareng lo. Tapi gue kuliah disini aja di larang, apalagi diluar negri."
"Ya jangan lah, kasihan nanti keponakan gua kalo lo kecapean gara gara kuliah."
Reyhan yang melihat itu mengangguk kan kepalanya, hm, jadi Sela udah memberitahu Danu perihal kehamilan nya?
"Nggak mau! Gue pokoknya mau kuliah. Ana, Alfani sama Sabila aja pada kuliah. Masa gue diem dirumah sih?!"kesal Sela.
Mudah sekali Sela merubah mood nya.
Reyhan mendengar Danu tertawa, "Jadi istri yang baik buat suami lo. Udah dulu, ntar gue di terkam lagi sama macan di belakang lo!"
Reyhan membelalakkan matanya, merasa tersindir dengan yang Danu ucapan. Lalu tak lama Danu mematikan Video Call nya.
Sedang kan Sela mengernyitkan dahinya, "Macan?"dan Sela menoleh ke belakang.
Sela tersentak kaget saat melihat Reyhan yang bersender pada pintu dengan kedua tangan yang di masukan ke dalam saku celana training nya dan juga menatapnya datar.
"Eh, kamu udah selesai kerja nya?"tanya Sela.
Dan Reyhan masih menatapnya datar tanpa minat untuk menjawab.
"Engh— aku— tadi video call an sama Danu. Sebentar kok."ucap Sela gugup.
Pasti suaminya itu akan marah, cemburu, kesal. Walaupun Sela senang jika Reyhan sedang cemburu. Tapi kan— susah bujuk Reyhan nya:(
"Kak?"
Tapi Reyhan masih tetap diam.
Oh Sela tahu bagaimana cara nya agar Reyhan bicara.
"Apa?! Mau marah?! Marah sana. Bodoamat, aku males sama kamu. Tidur di luar!"kata Sela menatap tajam Reyhan dan memalingkan wajahnya.
Dalam hati, Sela terkekeh.
Reyhan langsung menghampiri Sela.
"Kok gitu? Nggak mau tidur di luar."jawab Reyhan terdengar seperti rengekan.
Lihat, tatapan tajam Reyhan sekarang berubah menjadi tatapan memohon.
Rasanya Sela ingin tertawa melihat nya.
Sela masih mengabaikan Reyhan. Ia berjalan ke tempat tidur tanpa memperdulikan Reyhan.
"Sela? Masa saya tidur di luar?"tanya Reyhan sekali lagi.
Reyhan bingung, ini kenapa jadi Sela yang marah sama dia?
"Bodo!"
"Ini kan malam pertama kita di rumah baru. Kamu tega nyuruh saya tidur di luar? Harusnya kan kita ngelakuin—"
Sela langsung menatap tajam Reyhan.
"Ngelakuin apa?!"tanya Sela memotong ucapan Reyhan.
Reyhan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sela kalo marah gitu bukan nya serem malah lucu.
"Yang anget anget sayang.."kata Reyhan dan langsung memeluk Sela.