Kedinginan hebat terjadi di antara mereka bertiga. Catra yang ada di belakang melipat tangannya dan hanya berwajah masam. “Aku yakin mendengar bahwa namaku disebutkan.” Catra berdiri saat Oza dan Adlan juga berdiri. Oza percuma saja berbohong pada Catra bahwa namanya tak disebutkan. Karena telinga Catra sangat peka, jauh lebih pekat dibandingkan pendengaran manusia biasa atau seekor gajah. Oza mendorong Catra agar dia tak bisa ikut, tapi percuma saja. Catra lebih keras kepala dibandingkannya. Dia masuk ke dalam mobil dan duduk dengan tenang. Padahal, dia sengaja tidak ingin melibatkan Catra pada kasus ini untuk melindunginya. “Orang yang di berkas tadi muncul. Kau tahu apa yang dia lakukan kali ini?” Oza melirik Adlan yang masih menyetir. Sejujurnya dia tak ingin menjelaskan situ

