“Kau membuat masalah lagi, Catra?” Mendapatkan telepon dari Oza di saat dia sedang berjalan pulang. Satu jarinya menggaruk keningnya. “Aku tak membuat masalah.” “Kau serius?” Oza sama sekali tidak percaya dengan perkataan Catra, karena dia baru saja mendapatkan telepon lagi dari rektor mengenai Catra yang baru membuat seorang mahasiswa dibawa ke rumah sakit. “Ya, aku mematahkan tangan orang lain.” Oza menahan napasnya, di hari pertama Catra sudah mematahkan tangan temannya lagi. “Dia mengajakku panco, aku sudah memperingatkannya. Dan dia menerimanya.” Catra menendang batu di dekat kakinya dengan pelan. Dia kembali teringat kejadian tadi, teriakan Erik yang begitu besar. Dan dia hanya menatapnya dengan dingin. Ini salah Erik, dia sudah memperingatkannya. Bahkan dengan tangan ya

