Hutan gelap tak selamanya membawa kesan seram yang bisa membuat bulu kuduk orang merinding hebat. Hantu dan makhluk halus lain yang setara dengan vampire hanya suka menakut-nakuti walaupun mereka kadang ada yang suka membunuh manusia juga jika merasa terusik.
Hutan menjadi salah satu tempat yang terkadang wilayahnya tak bisa dideteksi oleh satelit luar angkasa karena faktor mistis dan memang ada wilayah yang benar-benar dijaga oleh jin sampai manusia tertentu saja yang bisa masuk ke sana.
Demikian pula pada seseorang yang sudah lama mendiami kawasan hutan lebat yang nyaris tidak berpenghuni hewan, hutan yang dikenal tak bisa ditembus satelit.
Di tengah hutan gelap, ada celah yang terang namun tertutup oleh kabut tebal setiap hari. Sebuah rumah dengan halaman luas merupakan satu-satunya rumah yang ada di sana, dari luar terlihat seperti rumah biasa namun di dalamnya terdapat peralatan lengkap yang bisa membuat siapapun akan dibuat tercengang olehnya. Benar-benar tak terduga. Lama sekali orang di sana tinggal, bersinggah untuk melindungi diri juga melindungi aset satu-satunya dari kekejaman takdir. Berusaha untuk tidak terekspos sampai waktunya tiba.
Pemilik rumah di tengah hutan tak terdeteksi tersebut adalah Suez, seorang ilmuwan dari bangsa asli Shiewook keturunan panglima perang I dan dia tak tinggal sendirian di rumah sana. Bersama dengan sang istri, Mega, yang sudah berumur setua dirinya dan juga Clar, seorang atlet terjun payung yang tersesat ketika dirinya jatuh di salah satu wilayah hingga berjalan menemukan rumah Suez dan memutuskan bergabung dalam penelitian besar Suez dalam rangka menyelamatkan dunia dari kehancuran.
Tersesat sejak pertama kali ia menepakan kaki di hutan angker itu, ia bertemu Mega yang tengah memetik sayuran. Wajah yang penuh luka karena beberapa kali membentur dahan pohon dan pakaian yang sobek, pada akhirnya Mega— dirinya beserta sang suami memutuskan mengangkat Clar sebagai bagian dari keluarga mereka. Memenuhi kekosongan di dalam rumah tersebut yang lama sekali terasa sepi karena hanya tinggal berdua saja antara Mega dan Suez.
Ketiganya hidup selayaknya sebuah keluarga harmonis. Clar juga sudah dianggap seperti saudara sendiri oleh Suez, sejak terakhir kali ia akhirnya melihat manusia lain selain dirinya dan Mega setelah bertahun-tahun lamanya hidup di tengah hutan. Ia tidak pernah sekalipun keluar dari hutan karena perlengkapan membuat makanan dan pakaian serta alat kebutuhan juga ia miliki sejak lama karena warisan dari sang ayah.
Suez sedang mengembangkan ciptaannya yang mungkin jika berhasil akan menjadi alat penemuan terbesar sejagad raya. Penemuan yang awalnya ia pikir hanya sebuah hal yang mustahil untuk dibuat, namun ternyata ia bisa mencapai di titik ini. Titik di mana ia bisa percaya bahwa sesuatu yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin tanpa harus melawan kuasa dari Yang Maha Kuasa.
UT-XX, adalah penemuannya yaitu mengenai rahim buatan sebagai pengganti rahim asli para wanita di dunia.
Tentang rahim buatan yang ia kembangkan untuk memungkinkan wanita bisa hamil tanpa di dalam rahim asli, terutama bagi wanita-wanita yang rawan keguguran jika sudah berumur, serta ia sedang mengambangkan perangsang untuk bisa membentuk kromosom XX lebih dominan daripada kromosom XY pada bayi nanti supaya lahirlah bayi perempuan untuk meneruskan keturunan umat manusia di masa depan. Ini hanya dirancang khusus untuk manusia, bukan untuk makhluk lain. Semua yang ada di detail penemuannya sudah ia periksa secara berkala setiap hari tanpa berhenti bahkan untuk satu haripun.
Detik ini pun sama, ia masih berfokus pada eksperimennya tersebut. Bentuk seperti bola itu berisikan bentuk asli dari sebuah rahim, kemudian ada penghubung antara luar dan dunia rahim buatan— sebuah plasenta buatan yang nantinya digunakan untuk mentransfer nutrisi pada janin.
Langkah kaki seseorang mendekati Suez dengan senyum tipis di ujung bibirnya, tangannya membawa sesuatu. Tangan lainnya menepuk bahu Suez, kepala Suez tidak menoleh namun ia paham.
"Ada apa Clar? Kamu sudah selesai dengan tugasmu itu? Nanti aku periksa kalau memang ada progress di sana," kata Suez yang tahu bahwa yang menepuknya adalah Clar yang baru selesai juga mengerjakan tugas yang Suez berikan.
"Ah, iya. Tugasku sudah selesai ku kerjakan. Istirahat dulu, Prof. Anda pasti lelah karena terus menerus harus memperbaiki kesalahan dan kekurangan pada penemuan anda," kata Clar yang menyodorkan secangkir kopi hitam pada Suez yang tengah berkutat di laboratoriumnya.
"Sebentar lagi, namun karena kamu sudah menawarkan kopi padaku ya sudah aku istirahat dahulu," balas Suez meletakan perkakasnya.
Keduanya duduk di kursi dan meja depan laboratorium. Tatapan Suez tidak bisa lepas pada bola bessr yang ia sebut sebagai UT-XX atau Uterus with kromosom XX. Seharusnya sudah berfungsi, percobaan kesekiannya kemarin menggunakan spermanya dan sel telur Mega kembali gagal menghasilkan anak perempuan dan berakhir janin di dalam UT-XX mengalami kematian.
Padahal bahan yang digunakan pada lapisan luar dibuat semirip mungkin seperti uterus, tebal dan elastis ketika janin berkembang, ada ari-ari atau plasenta buatan juga yang kelak akan mentransfusikan makanan pada janin saat di dalam sana seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Ada cairan ketuban juga sebagai sel pelindungnya bagi janin. Lantas kenapa masih gagal? Ini adalah PR untuk Suez.
Kegagalan itu justru memicu Suez untuk lebih giat dalam memperbaikinya. Semakin ada perkembangan dalam UT-XX, maka akan membuat hati Suez lega dalam hatinya. Setidaknya ia selalu merasa ada setitik harapan yang membuatnya bisa yakin bahwa penemuannya bisa berhasil dengan tingkat kesempurnaan 100%.
"Prof, saya rasa mungkin ada baiknya anda istirahat dengan betul. Wajah anda bisa semakin pucat karena tidak tidur secara benar. Juga Nyonya Mega juga mulai khawatir dengan hal itu. Hanya perlu menyempurnakan yang kurang, bukan? Saya akan bantu lebih keras asalkan Prof bisa istirahat," kata Clar membuat Suez tersenyum tipis dan merasa sangat dipedulikan.
Memang benar kata Clar, ia butuh namanya istirahat setelah lama sekali berkutat di laboratorium saja. Bagi pria yang lebih tua daripada pemuda mantan atlet terjun payung itu, sangat penting menjaga kesehatan demi mencapai kesuksesan bersama di semua eksperimennya ini. Ia ingin segalanya menjadi berhasil walaupun jika nantinya tepat napas terakhirnya berhembus.
Terlebih lagi saat Mega sekarang mulai sakit-sakitan akibat penyakit yang dideritanya beberapa bulan belakangan. Suez tahu jika waktu Mega tidak banyak, kutukan ini selain membuat wanita di dunia terlahir sangatlah minim, juga membuat mereka meninggal lebih dahulu daripada kaum laki-laki.
"Apa ada rencana tentang eksperimen baru di samping dsri UT-XX ini, Prof? Saya lihat, banyak sekalo eksperimen anda yang berhasil sebelumnya. Pasti anda merupakan ilmuwan yang jenius pada jamannya," kata Clar memuji saat memperhatikan beberapa bukti keberhasilan Suez sebagai seorang Professor di tengah hutan.
Faktanya, Clar salah menilai selama ini.
"Aku tidak pernah membuat semua ini dengan berjuluk gelar pendidikan. Sejujurnya, karena ayahku seorang ilmuan lah yang membuatku mengikuti jejaknya sampai saat ini. Bukan masalah apakah memang aku jenius, aku hanya tekun. Bahkan tidak mengikuti sekolah khusus para ilmuan. Ini murni ilmu otodidak dan pengajaran dari mendiang ayahku," kata Suez menjelaskan yang sebenarnya supaya Clar tidak salah paham mengenai kegigihannya yang sampai membuat pemuda itu menjulukinya sebagai seorang yang jenius.
Semakin membuat Clar kagum saja dengan sosok Suez ini. Memang Suez pantas jika percobaannya berhasil akan mendapatkan penghargaan besar dari pemerintah dan langsung diangkat sebagai kepala laborat sekaligus dosen di universitas besar di bidang sains di dunia.
Tidak sedikitpun Suez tertarik akan pernghargaan-pengharagaan itu, ia hanya ingin agar dunau benar-benar kembali pulih seperti dulu. Hanya harapannya adalah ia dan Mega saat ini. Tersisa empat wanita di dunia saja termasuk Mega. Berita bahwa Ratu kerajaan telah tiada semakin membuat banyak orang cemas mengenai masa depan dunia. Tidak mungkin robot akan menguasai bahkan jika masih ada kaum imortal yang hidup di dunia.
Bagaimanapun, kaum manusia juga harus diselamatkan untuk keseimbangan alam dan mencegah perpecahan dua alam.
"Targetku adalah minggu ini semua kekacauan dan kesalahan dalam eksperimenku sudah diperbaiki, aku tidak mau sampai gagal. Demi Dewa, ini percobaan kesekian ribu yang gagal dan aku hanya berharap jika keberhasilan ini berkat Dewa yang mulai mencabut kutukan yang ada di dunia," kata Suez dengan senangat yang berapi-api.
Ada alasan mungkin mengapa dia sangat bersemangat daripada ilmuan ternama lainnya. Beserta satu fakta yang tidak semuanya tahu, bahwasannya Suez dan Mega adalah keturunan asli dan satu-satunya dari bangsa Shiewook, bangsa dari kerajaan yang mengutuk bangsa yang sudah berkuasa di seluruh bumi ini, Leonword.
Itulah, kelahiran Suez juga diistimewakan. Ibu Suez yang meninggal setelah melahirkan memberikan berkat pada putranya dan berkata bahwa kelak memang Suezlah ditakdirkan mengubah segala keberantakan yang terjadi di dunia ini. Itu doa sekalugus harapan besar yang nyata.
Sayangnya, sampai sekarang baik Suez, Mega, maupun Clar yang hidup dalam zaman serba penuh kecanggihan ini tidak bisa merasakan kasih sayang ibu yang nyata. Peristiwa lampau kala itu benar-benar kelam dan menjadi bencana besar dalam dunia ini, di mana perempuan mengalami kematian masal dan membuat seluruh dunia mendapatkan keterkejutan. Para makhluk imortal tidak bisa membantu banyak dan mereka tidak bisa melanggar perjanjian yang sudah tertulis di atas kertas dan disimpan serta diabadikan. Karena daripada mengubah para perempuan manusia menjadi bangsa mereka, lebih baik mereka melestarikan klan sesuai yang ada. Karena manusia masih sama mengerikannya.
Meskipun memang dunia terlihat d******i dengan laki-laki, perlu diingat bahwa para makhluk imortal seperti vampire dan werewolf memiliki perempuan di klan mereka. Sudah ada pembeda, ada simbolis yang bisa dilihat dan dirasakan saat disentuh yang menandakan bahwa mereka bukan dari bangsa manusia. Jadi, memang dunia ini kadang juga dibantu oleh mereka dalam urusan dunia dan ketatanan di dalamnya maupun membantu manusia dalam mempelajari yang mereka pelajari sebelumnya.
Kembali lagi, Clar menyeruput minumannya dan menyahuti perkataan Suez. "Anda benar, kutukan ini harus segera diakhiri atau dunia hanya akan hancur. Kita tidak bisa terus dikendalikan di bawah makhluk lain. Dunia paralel belum bisa ditemukan secara sains atau pembuktiannya secara masuk akal meskipun kita bisa berteleportasi— jika dimungkinkan ke dunia paralel sana karena saya yakin para manusia di dunia paralel jauh lebih beruntung daripada kehidupan realistis ini."
"Ayah saya pernah menemukan mereka tapi dunia mereka tetaplah dunia mereka. Kita tidak bisa singgah lama dalam dunia yang bukan milik kita. Tidak ada pembuktian ilmiahnya, ayah saya cukup menjaga rahasia ini sampai menceritakannya pada saya dan saya menceritakannya pada kamu, Clar." Suez kembali membalas, ketika Clar memancing topik mengenai dunia paralel.
"Ah, membincangkan dunia paralel dan dunia para makhluk lain, kita sebagai manusia tidak akan pernah puas dan tidak akan berhenti dalam satu titik. Jadi, memang sebaiknya berhenti sebelum langkah kita membawa kita dalam hal-hal yang sebenarnya tidak perlu diketahui dari alam ini."
"Baiklah, Professor. Saya boleh pamit untuk ke kamar? Anda juga jangan lupa istirahat, Nyonya Mega di dapur berpesan agar anda lebih baik sekarang ini tidur untuk mencukupi enrgi anda pada esok hari."
Anggukan Suez menandakan bahwa dia setuju. "Saya akan istirahat secepatnya. Terima kasih banyak atas kopinya, Clar. Ini sangat nikmat. Jaga kesehatanmu dengan baik. Jangan sampai sakit."
"Siap!"