BEAUTIFUL MARRIAGE
Lead female : Jungkook x cheon
Episode : 10
Keesokan harinya, terlihat kau sedang mengantar jungkook kedepan rumah mereka sambil menunggu Jimin untuk menjemputnya kebandara.
Kala itu terlihat kau sedang merangkul pinggang jungkook, begitupun dengannya yang tampak sangat tidak ingin meninggalkanmu terpaksa harus memprioritaskan bisnisnya.
Tak lama terdengar suara klakson dari depan rumah mereka. hal itu tentu saja membuat kau tersenyum menatap Jungkook.
" Sayang aku pergi dulu yah. Kamu baik baik disini." Ucap Jungkook sambil menyentuh kedua pipimu.
" Nee oppa, hati hati! Ucapmu sambil menimpa tangan jungkook yang sedang menyentuh pipimu itu.
"Dahh chagii." Ucap jungkook sambil tersenyum dan mencium bibirmu dengan lembut.
Mereka berdua pun terhanyut dalam ciuman mereka yang bersifat sementara karena klakson kembali berbunyi dari depan.
" Aku pergi yah!" Ucap jungkook sambil berbalik untuk meninggalkanmu.
Namun disaat jungkook hendak berbalik tiba tiba kau menarik tangannya dengan gugup.
" Mwo?" Ucap jungkook heran.
" Oppa kau akan pulang cepat kan?" Tanyamu sambil menatap Jungkook.
" Wae? Kenapa tumben sekali kau begini?Tentu saja. untuk apa aku berlama lama disana sayang! Jika semua urusanku sudah selesai sepenuhnya. Jadi dikemudian hari mari kita jalan jalan berdua!" Ucap jungkook sambil membelai rambutmu.
" Nee oppa." Ucapmu yang membuat jungkook senang namun juga heran dengan sikapmu yang berubah.
Pada saat kalian berciuman pun kau menjadi lebih agresif dan enggan melepaskan ciuman Jungkook. Tentu saja hal tersebut bukanlah kebiasaanmu, apalagi didepan Jimin.
S
K
I
P
[Diperjalanan menuju bandara]
Terlihat Jungkook sedang memeriksa bahan presentasi nya disebuah laptop mewah miliknya.
" Ahh Jimin apakah kau sudah memberitahu yoonji kita akan ke Jerman?" Tanya Jungkook.
" Aku sudah memberitahunya semalam, dan dia setuju. Mungkin kita akan bertemu di bandara." Ucap Jimin sambil memerhatikan jungkook yang sedang serius.
" Jungkook. Apakah aku boleh bertanya sesuatu?" Ucap Jimin pelan.
" Nee tanyakan saja. Selain tampan, Aku adalah orang dengan pengetahuan yang tinggi." Ucap jungkook dengan angkuhnya.
" Aku kau bertanya menurutmu, Cheon rinda dengan lee Kyung he. Mana diantara keduanya yang paling cantik?" Ucap Jimin dengan serius.
" Tentu saja Kyung he!!" Jawab jungkook membuat Jimin terkejut.
" Apa maksudmu? Kau mengagumi wanita ular itu?" Ucap Jimin heran.
" Memang dari segi kecantikan mungkin dia lebih cantik dari istriku. tapi tidak tahu kenapa ketika aku menatap istriku, aku selalu berkata dalam hati. Dia adalah wanita satu satunya yang ingin aku lindungi, wanita satu satunya yang ingin aku cintai seumur hidupku, dia unik karena semua sifat yang dia miliki. Jimin aku yakin jika kau bertemu dengan nona cheon lebih dulu, mungkin saja kau akan jatuh cinta padanya juga Benar?"
Ucap jungkook sambil tersenyum membuat Jimin tersedak Karena terkejut mendengar jawaban Jungkook.
" Itu tidak mungkin karena dia sudah menjadi milikmu. Ahhh sepertinya aku harus banyak belajar bagaimana mencintai darimu ya!" ucap Jimin sambil tersenyum membuat Jungkook terkekeh menatap kearah jalanan.
" Oh iya Jungkook. Kita berdua cuma beda setengah hari dalam mengenal Cheon. Dulu aku bahkan menemani ibunya saat dia ingin dilahirkan." Ucap Jimin lagi.
" Benar, tapi waktu itu kau makan siang dan aku yang melihatnya duluan. Hehehehe" ucap Jungkook tertawa kembali.
" Angkuh sekali kau! Padahal kita sama sama melihat Cheon dari dia masih bayi." Ucap Jimin sambil tersenyum.
" Tapi aku yang mendapatkannya." Ucap Jungkook membuat Jimin terdiam.
" Tapi aku yang menemaninya bertahun tahun ketika kau kuliah di Cina." Ucap Jimin membuat Jungkook menoleh dan menatap Jimin dengan lekat.
" Terima kasih." Ucap Jungkook.
" Untuk apa?" Tanya Jimin.
" Seperti yang kau tahu, aku di China sangat lama bahkan hingga 7 tahun. Tapi selama itu kau tidak merebut hatinya dariku." Ucap Jungkook sambil tersenyum lagi.
" Andaikan kau di China lebih lama lagi, sudah aku pastikan. Saat ini dia telah menjadi istriku." Ucap Jimin membuat keduanya saling menatap satu sama lain.
Beberapa detik Kemudian keduanya pun tertawa bersama.
Skip [perjalanan udara beberapa jam kemudian]
Jerman, sebuah hotel.
Terlihat Jimin dan juga jungkook sedang berjalan di kondidor hotel, dan tak lupa Kyung he juga mengikuti mereka berdua dari belakang sambil membawa berkas berkas yang diperlukan nanti ketika presentasi.
" Ahhh Yoona." ucap jungkook dengan angkuh membuat Kyung he dan juga jimin mengerutkan keningnya.
" Namanya Lee Kyung he..!" Ucap Jimin sambil berbisik membuat Jungkook terdiam sejenak.
Bagaimana bisa dia lupa dalam waktu yang dekat seperti sekarang ini.
" Maaf tapi kenapa namamu Kyung he? Sulit sekali diingat aiss." Ucap jungkook sedikit kesal.
" Mianhae Sajang Nim!" Ucap Kyung he sambil menunduk.
" Baiklah kau ambilah kamar yang sedikit jauh dariku. Aku dan Jimin akan tidur berdua di kamar ini!" Ucap jungkook sambil menatap Jimin.
" Baiklah, sajang nim saya akan segera mempersiapkan berkas berkas penting dikamar saya!" Ucap Kyung he kemudian berjalan dengan sedikit lambat menuju kekamarnya.
Sedangkan Jimin dan jungkook hanya saling menatap.
" Kau benar, aku berniat untuk memecatnya setelah perjalanan bisnis ini berakhir, Aku rasa ada yang aneh dengannya,!" Ucap jungkook dengan serius.
" Baiklah tepati ucapanmu itu, aku khawatir kau malah akan menyukainya!" Ucap Jimin sambil membuka pintu kamarnya membuat Jungkook terkejut.
" Wae? Aku mana mungkin menyukainya, aku sudah punya istri dan Aku sangat mencintainya!" Ucap jungkook sambil menyusul Jimin masuk.
" Jungkook dizaman sekarang ini, modus untuk selingkuh itu banyak. kau jangan berkata apapun lagi bagaimana jika kau menyukainya? Hng aku masih ingat diperjalanan kau mengatakan bahwa dia lebih cantik dari Cheon. " Ucap Jimin sambil menaruh tasnya diatas ranjang.
" Aku mana mungkin menyukainya lah park Jimin. Walaupun dia lebih cantik aku mana peduli." Ucap jungkook kesal.
" Tapi jika kau menyukainya, Istrimu buatku saja?" ucap Jimin sambil terkekeh membuat Jungkook semakin kesal.
" Jaga ucapanmu ya. Lelucon mu itu keterlaluan, mau aku jodohkan dengan rose, blackpink." Ucap jungkook sambil menunjuk pada Jimin.
" Mianhae. tidak tidak Jangan. aku sama Sekali tidak menyukainya." Ucap Jimin sambil menggerakan tangannya secara silang membuat Jungkook terkekeh.
[Korea, Seoul]
Terlihat kau sedang bekerja dengan keras dirumah sakit saat acara amalnya yang selalu dilakukan secara rutin setiap bulan. Disana mereka sedang sangat sibuk, namun sesekali seokjin pun ikut membantumu dan juga adik kesayangannya adelia.
" Del, tolong pindahkan kotak obat ini pada ujung sana!" Ucapmu sambil memegangi perutnya yang sedari tadi tidak nyaman.
" Cheon-na kau baik baik saja kan?" Ucap adelia cemas karena wajahmu memucat.
" A~andwe Aku tidak apa apa. Cepat angkat ini." Ucapmu sambil tersenyum pada adelia.
" Cheon, kau tidak lupa kan dengan acara ulang tahun virzie malam ini?" Ucap Adelia membuatmu terdiam dan tersenyum.
" Aku tidak lupa, aku bahkan sudah menghubungi park yanti. aku yakin dia akan langsung terbang dari London kemari." ucapmu sambil tersenyum membuat adelia juga tersenyum.
S
K
I
P
Terlihat Jimin dan jungkook sedang merayakan keberhasilan mereka yang telah memenangkan tender dengan cepat.
Mereka melampiaskannya dengan meminum wine. Tak lupa Kyung he juga ikut disana.
Mereka tampak senang dan minum dengan rakusnya hingga lupa waktu.
Karena kemenangan itu akhirnya Jungkook menghubungimu.
[ Panggilan terhubung ]
Jungkook : sayang aku menang tender lagi.
Cheon : aigo. Chukae oppa!
Jungkook : kau sedang dimana? Kenapa rasanya begitu bising?
Cheon : oh. Aku baru saja pulang setelah acara amal, dan sekarang aku sedang di rooftop bersama teman temanku. Kenapa?
Jungkook : yasudah jangan pulang terlalu larut ya.
Cheon : oppa kau sedang apa?
Jungkook : baru saja akan merayakan kemenangan ku, seperti biasa Jimin mengajakku minum wine.
Cheon : jangan minum terlalu banyak. Karena kau sangat buruk dalam minum.
Jungkook : baiklah. Ah sudah ya chagi! Jimin sudah datang membawa minumannya.
Cheon : nee. Hati hati!
[ Panggilan berakhir]
" Ahh aku ingin segera cepat pulang, Aku sangat merindukan istriku!" Ucap jungkook sebelum mabuk.
" Ahh aku juga ingin pulang, aku rindu dengan video game ku!" Ucap jimin sambil tersenyum.
Tak lama kemudian Jungkook tersenyum dan menatap Jimin. Sedangkan Kyung he tiba tiba menuangkan satu gelas air putih untuk Jimin.
" Tuan kau pasti lelah. minumlah dulu, aku belum pernah melihatmu makan dari tadi." Ucap Kyung he sambil tersenyum manis membuat Jimin mengerutkan keningnya lalu mengambil satu gelas jus mangga yang berada didepan Jungkook.
" Maaf aku lebih suka minum jus, ini minumlah punyaku Jungkook, kau suka jus apel kan? " Ucap Jimin sambil meminum jus tersebut dan memberikan jus apel miliknya pada Jungkook.
" Tuan Nim apakah kau ingin minum juga? Biar aku tuangkan." Ucap Lee Kyung he sambil tersenyum.
" Tidak tidak Aku hanya ingin minum jus apel terimaksih." Ucap jungkook sambil memalingkan wajahnya pada arah yang lain.
" Tampan sekali!" Ucap Kyung he dalam hati sambil menatap wajah Jungkook diam diam yang sedang tersenyum.
Sementara Jimin hanya menatap pada meja, tak lama pandangannya mulai terasa kabur.
"
" Loh kok??" Ucap Jimin dalam hati sambil menggelengkan kepalanya ingin melihat dengan jelas.
" Kok pusing?" Ucap Jimin dalam hati kemudian tak lama Jimin pun tumbang dimeja tersebut.
Hal itu tentu saja membuat jungkook terkejut.
" Jimin. Hei? Kenapa kau?? Haaa??" Ucap jungkook yang tiba tiba saja merasakan kepanasan padahal dia belum meminum apapun dan juga tidak mabuk.
" Apa ini?" Ucap jungkook sambil membuka satu kancingnya.
" Maaf tuan Nim, saya permisi ke toilet,!" Ucap Kyung he sambil bangkit dan tersenyum diam diam.
" Tidak .. tidak ini tidak bisa. Aku harus pergi!" Ucap jungkook kemudian berlari kearah kamarnya sendiri meninggalkan Jimin yang terkulai tidak sadarkan diri direstoran hotel.
[Korea, restoran]
Terlihat kau sedang membawa sebuah kue ulang tahun untuk merayakan ulang teman baiknya.
" Happy chukhae hamnida," ucapmu sambil tersenyum membuat virzie terharu.
" Arhhhhh saranghae untuk kalian semuanya," ucap virzie sambil memeluk ke3 temannya itu.
" Tiup lilinnya???" Ucap Yanti.
" Aku hanya ingin kalian semuanya bahagia, terlebih untukmu nona Cheon,!!" Ucap virzie membuatmu tersenyum.
" Umphhh calangeo,!!!" Ucapmu sambil memeluk virzie dengan satu tangannya.
" Tiup tiup" ucap Yesa membuat virzie menutup matanya.
To be continued ..