SB-08

1969 Words
"Itu sih udah kayak di bayar Kei. Udah jadi babu bapak Kenzo, lah sekarang jadi babunya adik Giffard." kekeh Kartika yang sejak tadi tidak berhenti tertawa. "Hidup anda sangat bermakna." tambah Bertha dengan tawa tengilnya. Keisha sendiri hanya cemberut, kalau dipikir-pikir sih bener juga. Dia bekerja di bawah kaki Kenzo bapak Giffard. Yang meminta Keisha untuk mengajari anaknya. Sedangkan anaknya malah membayar Keisha satu bulan dua kali, lebih tinggi dari tawaran Kenzo. Dan sekarang tugas Keisha hanya menjadi pacar bohongan Giffard. Tapi … Keisha juga tidak tahu apalagi tugas Keisha. Lagian dia juga bego kenapa tidak tanya dulu, dan langsung iya pas Giffard tawarin lima juta dua minggu. Udah ketahuan banget begonya. "Tapi kan nggak suka dipegang." rengek Keisha. "Itu masih pinggang besok-besok jadi da-da mampus kamu Kei. Mana nggak ada isinya lagi." Mata Keisha membulat seketika. Dia pun menoyor kepala Tika dengan kesalnya. Setelah itu barulah melihat dalam baju yang kata Tika tidak ada isinya sama sekali. Kalau dipikir tidak mungkin sih, bra yang digunakan Keisha memiliki ukuran tiga puluh empat. Dan lagi, dia juga suka mengenakan bra sport tanpa kawat. Yang dimana menurut Keisha sangat nyaman dan juga tidak membuat dirinya sesak. Terus masih bisa dibilang tanpa isi? Apa perlu Kesiah membeli pil, atau minyak pijat payu-dara agar da-danya gede kayak wanita pada umumnya! Membayangkan saja membuat Keisha bergidik ngeri. Apalagi jika dia memiliki da-da seperti orang-orang pada umumnya. Melihat hal itu Tika dan juga Bertha pun tertawa kencang. Bahkan Bertha sampai melempar bra kesayangannya, yang baru saja dia lipat pada Keisha. Meminta Keisha untuk memakainya jika da-da Keisha tidak memiliki isi setidaknya bra itu dapat menyelamatkan hidupnya. "Terus pas di pegang kosong." ucap Tika dan tertawa terpingkal. "Haa kampret kalian semua." rengek Keisha. Tika dan juga Bertha menghentikan tawanya. Lagian dia juga aneh-aneh main deal aja tanpa berpikir dua kali dulu. Mentang-mentang membutuhkan banyak uang untuk biaya hidup. Bukan berarti apapun yang menawari uang langsung bilang iya kan? Harus ada alasan yang jelas dalam uang yang terselip. Karena menurut mereka, uang itu paling itu sensitif. Rasanya Keisha juga menyesal dengan hal ini. Mau membatalkan juga sayang, Keisha juga sudah menandatangani surat kontrak dengan Giffard dan juga Kenzo. Lagian jika bukan mereka berdua, Keisha tidak akan mampu baju tanpa melihat prince tag yang ada. Helaan nafas keluar dari bibir Keisha. Dia pun hendak merebahkan tubuhnya di pangkuan Tika. Tapi yang ada ponsel Keisha bergetar terus menerus, membuat dirinya risih dna mengambil ponselnya. Menatap id call Giffard yang sore tadi mencatat nomor ponsel Keisha. "Brondong lagi diomongin udah nelpon aja dia." kekeh Tika. "Apalagi sih!! Nggak tau orang capek apa!!" Keisha mematikan sambungan teleponnya. Lalu meletak kan kembali ponselnya di sampingnya. Tapi yang ada ponsel itu kembali bergetar, sehingga membuat Keisha kesal setengah mati. Pada akhirnya dia pun menerima panggilan itu dan menempelkan benda pipih itu di telinga kanannya dengan kesal. "Hallo!!" kata Keisha kesal. Hampir lima detik Keisha tidak mendengar apapun dari seberang sana. Hanya ada helaan nafas yang didengar oleh Keisha. Bahkan ketika Keisha berseru kembali beberapa kali, barulah Giffard menyahuti ucapan Keisha. Lelaki itu meminta Keisha untuk keluar dari kos, karena dirinya sudah hampir lima belas menit berdiri di depan kos Keisha. Sebenarnya itu bukan masalah Keisha. Lagian siapa juga yang menyuruh Giffard berdiri di depan kos Keisha. Wanita itu tidak memintanya, wanita itu juga tidak menyuruh Giffard berdiri di depan kosnya selama lima belas menit. Hanya dengan hitungan sepuluh Keisha harus berada di depan kosnya. Jika tidak!! Jangan salahkan Giffard jika tidak hanya di pecat jadi guru private, tapi dipecat dari cafe dan juga Giffard tidak akan membayar perjanjian mereka "Bocah sialan!!" Baru kali ini Keisha mengumpat dengan jelas. Biasanya dia akan mengerem mulutnya agar tidak mengumpat sedikitpun. Tapi karena Giffard bocah yang baru saja beberapa hari dia kenal, membuat hidup Keisha seperti hidup di neraka. Tanpa mengganti bajunya, Keisha pun langsung mengenakan sandal rumahannya dan berlari keluar kos. Tanpa memperdulikan teriakan Bertha dan juga Tika yang menggelegar di dalam kos. Untung saja rumah kos ini memiliki halaman yang luas. Yang dimana masih memiliki jarak antara rumah kos dan juga tetangga. Sesampainya di depan Giffard, entah kenapa Keisha ingin sekali menimpuk lelaki itu hingga pingsan. Kalau bisa jangan sampai bangun lagi, itu akan membuat hidup Keisha bahagia sentosa. “Kamu ngapain malam-malam begini ke kos aku? Bukannya tadi kita juga udah ketemu seharian!! Kita juga nggak belajar kan!!” cetus Keisha kesal. “Masuk mobil sekarang!!” “Nggak!!” tolak Keisha. Besok dia ada kelas pagi, sore harus kerja di cafe. Jika dia menuruti apa mau Giffard, yang ada dirinya sendiri yang susah. Mendapat penolakan dari Keisha, Giffard langsung menunjukkan web kampus milik Keisha. Jika dia memiliki wewenang untuk mencabut beasiswa Keisha setelah ini. Dengan amat terpaksa tak lupa juga dengan umpatan khas Keisha, wanita itu langsung masuk ke dalam mobil Giffard dengan perasaan kesal. Dan nyatanya hal itu malah membuat Giffard tersenyum kecil. Hingga dia pun masuk ke dalam mobil dan langsung meninggalkan lingkup kos minimalis yang dihuni oleh Keisha. -SugarBaby- Keisha menguap beberapa kali ketika rasa kantuk itu tak lagi bisa dibendung. meletakkan kepalanya di atas meja, Keisha pun langsung memejamkan matanya. Malam ini entah ada angin apa Giffard malah ngajak Keisha pergi ke cafe hanya untuk menikmati satu gelas es krim yang sudah habis dua jam yang lalu. Tidak ada makanan lainnya selain es krim. Dan Giffard juga tidak membeli apapun kecuali es krim. Entah antara pelit atau tidak, Keisha juga tidak peduli. Tapi memang itu kenyataanya, “Yang nyuruh tidur siapa?” ucap Giffard lantang. Keisha terjingkat kaget dan langsung membuka kedua bola matanya. Dia pun menatap Giffard dengan tatapan memohon nya. Masalahnya dia ini mengantuk, dia ingin tidur dan besok harus bangun pagi karena ada kelas pagi. Keisha juga tidak ingin tidak ikut kelas, atau nanti nilai semesternya ada yang jelek. Dia juga termasuk mahasiswa paling rajin dan tidak pernah bolos kelas, nilainya juga bagus tidak pernah anjlok sekalipun. Dan dia takut jika dia terus bersama dengan Giffard, nilai semesternya akan menjadi taruhannya. “Aku ngantuk Gif.” jawab Keisha dengan mata yang mulai terpejam. Giffard menggeleng, dia meminta Keisha untuk terjaga kembali. Sebentar lagi jam dua belas malam. Dan Keisha sangat dilarang untuk tidur, sebelum setelah jam dua belas malam. Keisha yang sudah kehilangan kesabaran pun menatap Giffard dengan tajam. Dia tidak peduli jika sebentar lagi dia akan keluar dari kampus, pekerjaanya dia sangat tidak peduli. Bocah itu sudah bersikap seenaknya, jangan mentang-mentang dia punya kuasa. Terus dia seenaknya saja pada Keisha. Dia juga manusia yang membutuhkan istirahat cukup untuk kelangsungan hidupnya. Mungkin dia lupa jika begadang juga tidak baik untuk kesehatan. “Kamu tuh maunya apa sih!! Kamu tau kan aku ini anak kuliahan, besok aku ada kelas pagi. Jika aku terlambat atau nilaiku jelek, beasiswa ku bisa dicabut!! Jangan seenaknya dong, ngertiin aku juga. Jangan minta kamu terus yang mau di ngertiin!!” omel Keisha tanpa sadar. “Terus aku harus peduli kalau beasiswa kamu dicabut?” “Secara garis besar kamu penyebab beasiswa aku di cabut Giffard!!” Giffard menggeleng, tidak!! Bukan Giffard jika beasiswa Keisha di cabut tapi itu semua juga kesalahan Keisha yang sangat ceroboh. Giffard hanya menawarkan uang lima juta dalam dua minggu dan Keisha pun mau tanya bertanya terlebih dahulu. Dia mau apa, mau ngapain dan mau kemana? Keisha tidak bertanya sampai disana, jika Giffard menginginkan sesuatu dari Keisha itu sudah termasuk hak Giffard. Karena bagi Giffard, Keisha sudah dibeli dengan harga mahal. Bedanya Giffard tidak menyentuhnya untuk saat ini. lagian tongkat ajaibnya juga tidak bisa berdiri sejak dulu. Itu sebabnya Giffard menginginkan bantuan Keisha untuk membuatnya menjadi pria normal. “Selamat ulang tahun. Wish nya doa sendiri, udah gede jangan manja minta di doain. Sekarang bisa sendiri dan apapun juga harus dilakukan sendiri. Yang mandiri jadi bocah!!” Keisha melongo mendengar ucapan Giffard, bocah itu langsung masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Keisha di cafe ini sendiri. Tentu saja karena tidak ingin ditinggal Giffard, Keisha pun langsung masuk ke dalam mobil. Dia pun menatap Giffard penuh tanda tanya. Perasaan dia tidak sedang ulang tahun, dan saat ini Giffard tengah mengucapkan ulang tahun untuknya? Giffard meminta Keisha untuk melihat tanggal dan juga jam di ponselnya. Jika Giffard tidak salah ini adalah tanggal delapan belas bulan empat. Dimana Keisha tengah berulang tahun hari ini, tapi jika Giffard salah itu berarti dia tidak fokus ketika membaca surat lamaran Keisha waktu itu. Tentu saja Keisha langsung menatap ponselnya dan notif pun masuk ke ponselnya. Banyak dari temannya yang mengucapkan selamat ulang tahun untuk dirinya. Dan dia juga baru sadar jika hari ini adalah hari ulang tahunya. dan Giffard adalah orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun untuk Keisha. Shit!! Keduluan bocah SMA. batin Keisha. “Sama-sama.” kata Giffard kembali dan membuat Keisha mendongak. Dia bahkan hampir lupa dengan ucapan itu ketika Giffard mengucapkannya. Lelaki itu juga bilang, jika es krim yang Keisha makan tadi adalah bentuk traktiran dan juga hadiah Giffard untuk Keisha. Setelah itu nanti, jika Giffard ulang tahun, Keisha harus kasih Giffard hadiah. Karena wanita itu sekarang banyak duit, dan hal itu wajib untuk Giffard. “Iya … nanti kalau kamu ulang tahun aku beliin kado. Kapan kamu ulang tahun?” tanya Keisha menatap Giffard. “Makasih udah di ucapin. Kamu yang pertama nih.” dengus Keisha. Dia tidak suka mengakui hal itu. Tapi mau bagaimana lagi, kenyataanya memang begitu. Giffard tersenyum kecil, “Cari tau sendiri. Karena pas kamu ulang tahun, aku juga cari tahu sendiri.” Seketika itu juga Keisha menyesal telah bertanya seperti itu. Dia pun meminta Giffard mengantarkannya pulang, karena ini sudah hampir pagi. Bukannya pulang ke koas, Giffard malah mengajak Keisha untuk pulang ke apartemennya yang mewah itu. Sabar Kei … demi sepuluh juta. Dumel Keisha dalam hati. -SugarBaby- "Jadi gimana?" tanya Flora teman kampus Keisha. "Apanya?" "Hari ini kan ulang tahun, masa nggak ada traktiran?" Keisha mendengus jika dia memiliki banyak waktu, mungkin Keisha akan mentraktir semua temannya. Sayangnya, waktu dan tempat sangat tidak dipersilahkan. Flora memaklumi hal itu, dia pun tahu betul untuk bertahan hidup di kota orang membutuhkan perjuangan yang besar. Apalagi Keisha itu dari luar kota, yang jelas uangnya juga pasti hanya cukup untuk makan, bayar kos dan juga ngeprint tugas. "Lain kali aja ya Flo aku traktir. Kalau sekarang sorry nih aku nggak bisa." kata Keisha sedih. "Nggak pa … " "Kenapa nggak bisa!! Kumpulkan semua teman kamu, kita makan bersama." seru seseorang. Keisha langsung menoleh cepat dia pun menatap Giffard yang datang bersama dengan temannya. Siapa lagi jika bukan Aiden, pria yang ditemui di lapangan sekolah Giffard. "Kamu kok bisa masuk kampus aku?" pekik Keisha kaget. "Kei lupa ya, kalau kampus ini masih milik keluarga bapak Kenzo? Jadi Gif kan bisa keluar masuk sesuka hatinya." jelas Aiden. Seketika itu juga Keisha sesak nafas. Bagaimana bisa kampus ini juga masih milik keluarga Giffard? Rasanya Keisha ingin sekali mengakhiri hidupnya dengan sia-sia. Giffard meminta Keisha untuk mengumpulkan temannya. Karena hari ini Keisha ulang tahun, jadi dia ingin membebaskan Keisha dari segala pekerjaanya. Giffard juga akan mentraktir teman Keisha makan sebagai perayaan. Tentu saja hal itu langsung membuat Keisha menatap Giffard bingung. Itu anak sebenarnya maunya apa? Dan kenapa tiba-tiba saja dia datang ke kampus Keisha dengan alasan ulang tahun Keisha? "Giffard ini … " "Sayang ayo, keburu panas. Aku udah siapin tempat kita makan." potong Giffard cepat sebelum Kesian menyelesaikan ucapannya. Entah kenapa perasaan Keisha mendadak tidak enak. Dia hanya takut, jika Giffard mengajaknya ke restoran mahal dan Keisha yang membayarnya. Tapi tidak mungkin!! Disini ada Aiden, dan tidak mungkin juga kan Giffard rela dan tega jika Keisha harus membayar tagihan makanan mereka. Sedangkan Aiden tahunya Keisha itu kekasih Giffard, dan yang jelas saat ini Kearah harus berpura-pura menjadi kekasih bocah SMA. "Sayang ayo ... " Seketika itu juga Keisha ingin sekali membunuh Giffard, mencekik lehernya hingga terlepas dari badannya!! Dosa apa sih sampai Keisha harus tiba masalah dengan dia!! -SugarBaby-
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD