DELAPAN

610 Words
Suara ponsel yang berdering mengagetkan Nina dari pikirannya. Cepat-cepat Nina membawanya ke kamar mandi dan menutup pintunya agar tidak membangunkan anak-anaknya. Nina melihat layar ponselnya dan agak terkejut melihat nama Laura yang meneleponnya. “Halo, Laura?” sapa Nina mengangkat telepon. “Hai sis, gimana kabarmu? Udah lama banget kita nggak ngobrol.” Tangis Nina langsung pecah mendengar suara Laura yang halus. Ia baru menyadari betapa ia sangat merindukan adiknya yang sudah menjadi teman terbaiknya selama ini, walaupun beberapa tahun belakangan ini mereka tidak dekat. “Sori sis, hari ini adalah hari yang sangat emosional buat aku.” Lalu Nina menceritakan semua yang dialaminya hari itu dan mencurahkan semua perasaannya kepada Laura. Di tengah-tengah bercerita, bayi Keira terbangun sehingga Nina harus mengganti popoknya, menggendongnya dan menyusuinya sambil lanjut berbicara di telepon. Laura mendengarkan dengan penuh simpati dan sama sekali tidak menghakimi Nina. Laura sangat memahami perasaan Nina yang sangat tertekan dan tidak cukup baik sebagai ibu untuk anak-anaknya. Dia juga mengerti bahwa Nina merasa kewalahan harus mengurus kedua anaknya tanpa cukup bantuan. Ia tahu bahwa Nina bukan kurang bersyukur atau kurang menyayangi anak-anaknya, dan Nina juga tidak membutuhkan perkataan hampa seperti “dinikmati saja masa-masa ini selagi mereka kecil, nanti ketika anak-anakmu besar mereka tidak akan membutuhkan kamu lagi, dan kamu akan merindukan masa-masa ini”. Yang Nina butuhkan saat ini adalah dukungan dan bantuan nyata dari orang-orang di sekitarnya, yaitu suaminya dan Laura. Laura berkata kepada Nina bahwa ia akan datang ke rumahnya sore ini untuk membantunya dan menemaninya. Ia juga berjanji mulai sekarang akan lebih sering berkunjung ke rumah Nina dan meneleponnya. Laura menyarankan Nina untuk berterus terang kepada suaminya bahwa ia membutuhkan bantuan dan berusaha mencari solusi terbaik bersama. Nina merasa jauh lebih tenang dan lega setelah berbicara dengan Laura. Ia bersyukur punya adik yang memahaminya dan mendukungnya. Nina juga meminta maaf kepada Laura karena selama ini ia tidak ada bagi Laura di saat-saat Laura sangat membutuhkan sosok kakak yang mendukungnya. Ia merasa bersalah sekali karena ia merasa tidak mempedulikan Laura dan menganggap masalahnya sepele. Laura menceritakan semua pergumulannya, perasaannya setiap kali tidak berhasil hamil, dan bagaimana kegagalan yang saat ini membuatnya sangat terpukul. Ia merasa seolah telah kehilangan seorang bayi yang hidup sekalipun itu masih berupa embrio yang kecil sekali. Ia juga bercerita bagaimana ia merasa hubungannya dengan suaminya mulai merenggang dan ia merasa bersalah kepada suaminya karena tidak kunjung berhasil hamil. (Di tengah Laura bercerita, Lili terbangun dan Nina harus menyiapkan cemilan untuknya dan menyetel kan acara anak di TV untuk Lili.) Selesai bercerita, mereka berdua sama-sama menangis, tapi juga bahagia karena sudah memulihkan hubungan mereka. Mereka berjanji untuk selalu ada bagi satu sama lain mulai saat ini. Nina juga bertekad dalam hati untuk berdiskusi dengan suaminya apakah mereka bisa membantu Laura secara finansial untuk melanjutkan program kehamilan nya. Ia percaya Laura ditakdirkan untuk menjadi seorang ibu dan ia akan menjadi ibu yang luar biasa. Nina mencium kedua anaknya dan mengatakan kepada masing-masing: “Mama sayang sekali sama kamu”, dan mengucap syukur kepada Tuhan karena mengaruniai nya anak-anak yang baik dan sehat. Seusai menutup telepon, Laura segera bersiap dan bergegas untuk ke rumah kakaknya. Ia tidak sabar untuk memeluk Nina dan bertemu keponakan-keponakannya. Sambil tersenyum, ia mengambil beberapa coklat dan cemilan favoritnya dari lemari untuk diberikan kepada Lili. Laura merasakan hatinya lebih tabah dan lega setelah berbincang dengan Nina, dan ia merasa akan terus kuat untuk menjalani masa depan nya. Ia percaya apapun itu yang Tuhan rencanakan baginya dalam urusan kehamilan, pernikahannya, pekerjaan dan finansial, adalah yang terbaik baginya. Ia bersyukur kepada Tuhan karena menyadarkan akan pentingnya hubungan saudara kandung, dan sungguh, Laura dan Nina memiliki ikatan yang tidak akan pernah putus.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD