4. Going To...

1337 Words
-Takdir dan Jodoh, dua hal yang tidak diketahui oleh manusia. Hanya Tuhan yang tahu akan garis hidup makhlukNya- * Ellia men-dial up nomor telepon Brody, sambungan itu akhirnya terkoneksi. “Halo nak, lagi dimana sekarang?” “Biasa ma, kantor. Mama lagi apa?” tanya Brody menunjukkan perhatiannya terhadap Ellia. “Mama lagi dirumah aja, oh iya kamu nanti makan malam dirumah ya, bisa kan?” Ellia mulai merayu Brody. “Woah tumben ma, pasti ada gajah diseberang lautan” sindir Brody kepada mamanya sendiri. “Kamu ini! Mama tu lagi praktekin resep baru jadi mama mau kamu ikut nyobain juga. Lagi pula kamu sudah lama nggak main ke rumah ini. Kamu nggak kangen ya sama mama?” Ellia mulai hiperbola. Brody pasrah kalau sudah mendengar mamanya yang mulai merajuk seperti sekarang ini, “Okay... mama menang dan aku kalah!” jawabnya. Dibalik sambungan Ellia tersenyum puas memang the power of mom yang dia punya luar biasa. “Jam 7 malam ya, jangan telat ya Brody anakku yang ganteng” ucap Ellia sesaat sebelum memutuskan sambungannya. ----- Setelah selesai menerima telepon dari mama Ellia, Brody melanjutkan pekerjaannya. Ia harus menyelesaikan ini semua sebelum keberangkatannya besok pagi ke Jeju, South Korea. Joey mengetuk pintu ruang kerja Brody, “Masuk!” jawab yang punya ruangan. “Tuan, ini ada beberapa berkas lagi dari bagian keuangan dan pemasaran. Saya sudah memeriksanya tadi. Anda bisa periksa ulang sebelum menandatanganinya.” paparan kalimat penjelasan dari Joey. Joey meletakkan berkas tersebut diatas meja kerja Brody. “Joey, pastikan lagi semua berkas yang harus saya tandatangani ada diatas meja sekarang. Besok kita harus berangkat ke Jeju. Saya tidak mau kerjaan disini tertunda selama seminggu.” perintah dari Brody kepada Joey. “Baik tuan, saya akan segera mengkonfirmasi ulang semua divisi. Kalau begitu saya permisi tuan.” Joey pamit meninggalkan ruangan si bos jutek. Brody kembali fokus ke tumpukan berkas yang ada di depannya. Ia adalah tipikal perfeksionis, walau sudah diperiksa Joey tetap saja ia periksa ulang kembali. Ia tidak mau asal membubuhi kertas dengan tanda tangannya. Brody orang yang sangat disiplin dan ia selalu memegang semua janji yang telah diucapkan. Seperti sekarang ini, tepat pukul 7 malam, ia telah duduk santai di ruang tengah rumah utama dari keluarga Wang. Ellia dan asisten rumah tangga masih sibuk untuk menyiapkan hidangan makan malam. Omar Wang sedang membaca koran di tangannya. Brody asyik sendiri dengan tablet lipatnya. ‘Dasar anak dan ayah, sama-sama kaku!’ ejekan dari batin mama Ellia. Ellia menghampiri dua laki-laki yang sibuk dengan kesenangannya masing-masing. “Let's have dinner guys!” Omar Wang menutup korannya, Brody masih sibuk dengan tabletnya, langsung saja bantal sofa melayang ke kepalanya.  (Plakkk...) “Aww… sakit ma” pekik Brody, ia juga memegang kepalanya itu memastikan tidak ada yang kurang disana. “Makan!” Ellia berkata sambil melotot ke arah Brody. Kalau sudah berurusan dengan mamanya ini, Brody selalu kalah. Walau Brody terlihat kaku dan cuek, namun di depan mamanya ia akan bersikap sebaliknya. Mereka bertiga akhirnya makan bersama, hari ini mama Ellia bereksperimen masakan Turki. Di atas meja itu ada seloyang besar Lahmacun yang disebut juga dengan pizza Turki. Ellia juga membuat Baklava, roti lapis yang tipis dengan isian kacang didalamnya. Ada juga Kofte, berbentuk seperti bakso bulat besar yang telah dipanggang dan dilumuri sauce khas Turki. Selain itu ada Kumpir, kentang rebus yang diisi dengan berbagai irisan daging sayur serta saus dan mayonaise. Ellia juga menyajikan teh Turki dan Boza sebagai makanan penutup. Brody tercengang melihat menu makan malam yang dibuat oleh mama Ellia. “Ma, roti semua nih? nggak ada nasi ya?” tanya Brody seraya matanya menyorot satu per satu makanan. “Kan mama lagi praktekin masakan Turki sayang, mana ada nasi. Menunya ya roti semua. Cobain dulu ya” ucap Ellia memohon. Omar Wang langsung memukul pundak Brody dan memaksanya untuk segera duduk di kursi makan. “ya ya ya Pa, Brody makan!” jawabnya. Mereka akhirnya makan malam, Ellia dengan semangat mengambilkan makanan lalu meletakkannya ke dalam piring Omar dan Brody bergantian. Kedua laki-laki itu menurut saja apapun yang diambilkan Ellia mereka akan menerima dan memakannya sampai habis. (Sendawa Brody dan Omar berpacu bersama) Mereka pun berkata, “Ma, cukup! kami sudah kenyang.” Ellia pun senang, anak dan suaminya menikmati makanannya sampai habis. Omar dan Brody berlalu menuju ruang tengah, masing-masing dari mereka memegangi perutnya masing-masing. “Cukup kali ini aku makan eksperimen dari mama” ucap Brody, ia tersenyum ke arah Omar papanya. Mereka akhirnya tertawa. Tidak ada yang salah dengan makanan Turki yang dibuat mamanya, hanya saja porsinya luar biasa banyak. Ellia menghampiri mereka sambil membawa Turkish Tea, “Boys, Turkish Tea is coming!” dibantu asistennya, Ellia meletakkan nampan di atas meja. “Lusa jadi grand opening hotel and resort di Jeju?” tanya Omar. “Jadi pa, besok pagi jam 10 aku take off ke Jeju sama Joey dan beberapa staf lainnya.” balas Brody. “Good, jangan lupa update ke papa ya. Kamu bisa mengurusnya sendiri kan?” tanya Omar lagi. Ketika mendengar itu, Brody sedikit kecewa ini bukanlah proyek pertamanya, “Bisa pa, papa tenang saja aku tidak akan membuat papa bangkrut!” Mama Ellia mulai jengah, “Kalian ini bisa nggak sih sekali saja bicara hal lain diluar pekerjaan?” “Mama mau bicarain apa memangnya?” tanya Brody, ia sedang menyeruput Turkish Tea buatan mama. Ellia langsung tersenyum, ternyata umpan diterima baik oleh target, “Kamu kapan menikah?” Brody langsung tersedak. (Brody terbatuk) Mama Ellia memukul sedikit pundak Brody, “Kamu ini, mama tanya soal nikah malah begini responnya. Lihat nih anak kamu pa, makanya kalian itu jangan hanya bicara soal bisnis saja.” “Ma cukup! I feel better” ucap Brody. “Sorry ma, aku hanya terkejut dikasih pertanyaan begitu” ucapnya lagi. “Mama itu udah pengen gendong cucu, anak kamu Brody, penerus Wang Group.” Ellia mulai lagi membahas topik pembicaraan yang tidak disukai oleh Brody. “Ma, istri aja belum ada gimana mau punya anak? Aku mau tanam saham dimana coba?” tanya Brody ngasal begitu saja. “Ya sudah kamu kenalan ya sama anak perempuan dari teman papa. Pa?” panggil Ellia kepada Omar Wang. Yang dipanggil mulai menutup koran yang sedari tadi ia buka, “Ya anak perempuan dari om Henry. Dia seumuran dengan kamu.” “Om Henry Peterson maksud papa?” tanya Brody. “Ya” balasnya singkat. “Aku paham (tertawa)” “Jadi papa dan mama mau jodohin aku dengan anak om Henry. Lalu eksperimen mama cuma pancingan buat aku datang ke rumah, begitu?” tanya Brody. “Ya kamu tahu lah sifat mama kamu itu gimana, Kalau sudah mau sesuatu pasti diburu sampai dapat.” ucap Omar yang masih terpaku dengan bacaan di korannya. “Kalian tenang saja, aku bisa cari sendiri calon pendampingku. Ini sudah bukan jamannya dijodohin.” Brody bangkit dari sofa. “Brody, mau kemana?” tanya Ellia. “Mau ke apartemen, besok pagi aku harus ke Jeju. Nanti aku bawain mama cewek Korea buat dijadiin mantu!” Brody langsung berjalan meninggalkan kediaman Wang tanpa mau mendengar jawaban mamanya. * Tamara berlari menuju ruangan gawat darurat. Disana sudah terbaring kaku kakak kembarannya Theodore. Tamara mendapat kabar dari Dinar kalau mobil Theodore ditabrak oleh mobil lain dari arah berlawanan. “Dokter, bagaimana keadaan saudara kembar saya?” tanya Tamara kepada seorang dokter yang barusan keluar dari ruangan IGD itu. “Nona Tamara, tolong tenanglah. Kami sedang berusaha sebaik mungkin.” senyum ramah dokter itu tidak membuat tenang batin Tamara. Theodore di hantarkan menuju ruangan operasi. Luka di kepalanya sangat parah dan mengeluarkan banyak darah. Tamara sudah mengurus dan menyetujui tindakan yang akan diambil tim dokter. Tamara berharap dan merapalkan doa untuk Theodore. ‘Tuhan, hanya dia yang ku punya. Kondisi apapun telah kami lalui bersama. Aku belum siap untuk ditinggal sendiri disini. Tolong ulur waktu lebih lama agar kami masih bisa untuk bersama. Ijinkan aku dan dia tetap bersama sampai kami menemukan pasangan kami. Jodoh yang telah kau atur untuk kami berdua.’ pinta Tamara kepada Tuhan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD