Sedijit demi sedikit jaring penangkap ikan dinaikan keatas perahu milik pak saleh, namun kecemasan dan rasa takut semakin besar di dalam hati tommy, melihat sekeliling perairan yg terpapar luas dengan guncangan air yg lumayan hebat gelombang semakin kencang menghantam perahu membuat keseimbangan tubuh tommy sedikit terhuyung dan oleng kekiri dan kekana
"pak... giamana ini gelombang bertambah besar gak sebaiknya kita cari perlindungan" teriak tommy penuh khawatir dengan keadaan gelombang yg menghempas keperahu begitu kencacang
"inilah tom perkerjaan sang pelaut, bekerja bertaruh hidup di ujung maut, hidup dan mati kita pertaruhkan namun tak ada terimakasih dan tanda jasa kepada kita" seru bedul dengan tenang sembari menggeleng gekengkan kepalanya
"yg ada kita hanya dituduh perusak pencemar bahkan pencuri di laut ini, makanya bapak ingin kamu jadi seorang tentara agar bisa membantu para nelayan kecil seperti bakak nak" timpa pak saleh dengan serius sembari tanganya sibuk menarik jaring dan mengambili ikan yg terperangkap didalam jaring
sejenak tommy terdiam sembari melihat sang bapak yg begitu gesit dan lincah saat bekerja walau keringat bercucuran diwajahnya dia merasa tak tega bilaharus membiarkan sang ayah bekerja keras seperti itu sendirian, untuk menyekolahkan dirinya menjadi seorang tentara, hingga akhirnya tommy memberanikan diri berbicara pada ayahnya.
"pak aku ga mau melihat bapak seperni ini sen dirian biarkan aku mengawani bapak bekerja di laut saja" ucap tommy lirih mencoba untuk menyakinkan sang ayah,
"jadilah kamu seorang tentara itu yg bapak inginkan, masalah kerja bang bedul akan menemani bapak ikan dul" ucap pak saleh sembari menatap tommy penuh arti
"iyah tom abang akan terus ngawani bapamu sampai dia pensiun, soalnya bapak mu ini sudah ku anggap bapaku sendiri" ucap bedul dengan sungguh sungguh. membuat tommy sedikit tenang.
sedikit demi sedikit jaring perangkap ikan naik keatas perahu namun sayang baru setengah bagian jaring naik keatas perahu gelombang air semakin kencang menghantam perahu mereka, sedikit kecemasan tampak pada muka pak saleh dan bedul, sedangkan tommy begituh panik kaki dan tangannya bergetar melihat gelombang yg begitu besar menghantam perahu mereka membuat perahu oleng termasuk mereka bertiga.
"pak ga sebaiknya kita cari tempat berlindung soalnya gelombang semakin kencang" seru tommy dengan muka yg pucat menahan rasa takut yg begituh hebat.
"udah tarik aja jaringnya nanti kita lepasin ikanya setelah sampai di tempat yg aman" ujar pak saleh sambil mempercepat cara dia menarik jaring perangkap ikan.
tarikan demi tarikan dengan kekuatan penuh menaikan jaring yg masih berisi ikan kedalam perahu. gelombang yg semakin meningkat menghepas hempaskan perahu mereka kedepan dan kebelakang sesekali kekiri dan kekanan membuat mereka terombang ambing. semua menjaga keseimbangan tubuh meteka supaya tida terpelanting kelua dari perahu, hinga akhirnya mereka menyelesaikan jaring tersebut semua naik kedalam perahu.
semakin lama air laut semakin mengejolak mengguncang hebat perahu yg mereka naiki, tomi yg tadi masi bisa berdiri kini dia dan bedul hanya mampu duduk ditepi perahu dengan tangan kekar mereka memegang papan perahu dengan kuat supaya tidak terlempar dari atas perahu. situasi semakin mencengkeram saat hujan deras mengguyur mereka. raut wajah pak salaih masih terlihat tenang walau dalam hatinya begituh was was dengan keadaan yg menerpa mereka.
"pak gimana ini" teriak tommy dengan raut wajah yg memucat bagai ikan yg mati kena sinar matahari
"kita harus tenang tom, jangan buat bapamu jadi panik biar dia pokus mengendalikan perahu ini agar kita bisa sampai kepulau yg dekat dari sini" papar bedul berusaha menenangkan tommy yg kelihatan begitu kawatir dengan keadaan laut yg begitu tidak bersahabat rasa ketakutan tommy menguasai hatinya dia tidak bisa bersikap tenang seperti pak saleh sang ayah.
"beginih lah nak susahnya orang pelaut untuk mencari ikan agar bisa menapkahi anak dan istri, makanya bapak ingin kamu jadi tentara agar tida merasakan apa yg bapak rasakan" ucap pak saleh ririh mengasih pemahaman kepada tommy, embuat tommy terdiam dan merenungkan serta membayangkan sang ayah yg setiap hari harus menantang hidup di perairan luas hanya untuk mencari sesuap nasi.
##################
bu leha sedang duduk di dapur tanganya sibuk memotongi sayur yg mau dimasaknya mempersiapkan makanan untuk sang suami dan anak tercintanya.
" hujan dan anginya ko begitu kencangbu gimana nasib bapak dan bang tommy" tanya mira putri bungsu ibu leha.
"ibu pun gak tau gimana nasib mereka di tenga laut sana yg pasti kita berdoa aja supaya mereka di lindungi ama sang pencipta lebih baik kamu bantu ibu masak" ucap sang ibu lirih.
akhirnya mira membantu ibu leha memasank didapur dengan menu masakan yg sederhana namun mempunyai aroma dan rasa yg begitu luar biasa. tak terasa hari semakin gelap hujanpun mulai reda namun pak saleh sang suami belum juga pulang
"ko mereka belum juga pulang yah, apa terjadi sesuatu sama mereka" ucap bu leha dengan raut muka yg lesu, kehawatiranya mulai tumbuh dalam hatinya.
"bu ini kqn ujannya udah reda gimana kalou kita liat mereka ketangkahan" ucap mira mengajak sang ibu untuk melihat ketempat dimana perahu pak saleh bersandar.
" ayo kalou kamu mau nemani ibu biar ada kawan ibu berjalan kesana soalnya ini udah mulai malam"
"ga usah jalan bu biar aku pinjem motor bang ruli" ucap mira sambil bergegas pergi meminjam kereta ruli anak dari pak guntur abang dari pak saleh.
sementara mira meminjam motor, buleha mempersiapkan barang yg mau dibawa kesana baju dan mantel serta makanan dan kopi tak lupa senter untuk menerangi mereka di sanah. tak perlu lama mira menjemput motor. setelah sampai mereka lalu pergi menuji ketangkahan dengan kecemasan didalam hati, seiring berputarnya roda motor membawa mereka sampai ketang kahan. bu leha langsung turun dari motornya melirik kekanan dan ke kiri mencari perahu sang suami yg biasa diparkir di tempat itu.
"gimana bu apa ada sampan bapa di sini" tanya mira kepada buleha.
"biasaya disana perahu bapak mu bersandar ko ini ga ada apah mereka belum pulang" ucap buminah kebingungan raut wajahnya begitu kusam kehawatiran menyelimuti dirinya.
"terus gimana ini buk" ucap mira kebingungan apa yg harus ia lakukan.
"ayo kita ke kedai bi ijah, biar kita tanya mereka" ucap sang ibu mencoba mencari imformasi tentang sang suami.
mereka berduapun bergegas menuju kedai kopi buijah. setelah sampai dikedai bi ijah, bu leha terperangah bingung yg biasaya di penuhi para lelaki kini kedai bi ijah penuh oleh emak emak.