hidup dan mati

1000 Words
tommy dan pak saleh berangkat ketangkahan dengan memakai motor taun lawasnya walau jalanya pelan namun bisa membawa mereka ketujuan, sesampainya di tangkahan pak saleh sang ayah tommy duduk santai bersama temanya di sebuah kedai membicarakan kearah mana mereka akan berlabu sedangkan tommy sedang mempersiapkan perahu yg akan mereka pakai dibantu bedul seorang anak kapal yg biasa menemani pak saleh kelaut. seiring angin sepoy sepoy dan bisingnya deru ombak menabrak tebing berding dingkan bebatuan, perahu yg dikemudikan oleh paksaleh mulai berangkat membawa dua anggota bima dan bedul. seraya menunggu ketempat yg dituju dimana mereka akan menurunkan jaring penangkap ikan. bedul dan tommy saling tukar cerita "wah tumben kamu teh ikut tom" tanya bedul begituh ramah dan akrab "dari pada duduk diduk dirumah bang, lebih baik aku ikut bapak" ujar tommy santay terduduk di depan perahu "jadi gimana sekolahmu apa kamu berhenti sekolah" tanya bedul sedikit terheran "aku kan udah lulus bang, dan kini aku daptar akmil tingal nunggu hasit lolos atau enganya" ucap tommy sambil tersenyum bahagia "ohhh..gituh to, tapi kamu hebat bisa nerusin sekolah ke akmil" ucap bedul sedikit lemas mendengar kata akmil "padahal cita citaku ingin jadi tentara, namun semua harus kandas ditenga jalan akhinya ya kaya gini" bedul melanjutkan pembicaraanya "kok bisa emang kenapa ga bisa lulus emang" ucap tommy heran sedikit karutan di wajah. "bukan ga lulus, tomm tapi gak ada modal, maklum ortu dari orang susah yah terima nasib dari tuhan jah" papar bedul sambil tertunduk lemas meratapi kenyataan hidup yg begitu pahit "dabar bang semua ada jalanya, munkin tuhan punya rancana lain, yah gajadi tentara mungkin abang jadi bos besar, gaada yg ga mungkin bang" ucap tommy mencoba memberi semangat kepada kawanya. tommy dan bedul asik berbincang binacang. pak saleh dengan muka yg serius menoleh kekanan dan kekiri melihat situasi perairan yg terpapar luas memastikan dimana terletak banyak ikan, dengan insting dan pengalaman yg sudah melekat lama sejak kecil dia selusuri perairan sampai akhirnya dia merasa ada satu tempat yg pas untuk menjatuhkan jaring perangkap ikan yg mereka bawa. "bersiap siap kalian sebentar lagi akan kita jatuhkan jaring penangkap ikan itu" seru pak saleh memberi aba aba kepada bedul dan tommy, mereka berdua yg lagi asik ngobrol mendengar perintah pak saleh yg seorang nahkoda di perahu itu lang sung berjalan dan membenahi jaring yg akan dilempar ke permukaan air "lempar benderanya" sentak pak saleh sembari menarik gas perahu agar jaring tidak terlilit kipas "lempar jaringnya ulur dengan baik" pak saleh melanjutkan ucapanya sambil memegang kendali perahu. dengan kecepatan penuh perahu melaju dengan cepat, jaring penangkap ikan yg tadi tersusun rapi di bagian tengah sisi kiri perahu tertarik begitu cepat dan membentang luas di perairan lepas. perintah demi perintah dilontarkan oleh pak saleh sang nahkoda perahu untuk menjatuhkan jaring agar terbentang di perairan yg luas, dengan gesit dan kepiawayan yg mereka punya jaring penangkap ikan kini sudah terbentang di perairan. "lempar bendera dan pelampung terakhir" perotah pak saleh menyelesaikan tugas penurunan jaring. "tom turunkan jangkar biar kira bisa istirahat" seru pak saleh sambil bersandar diujung perahu. "semua sudah selesai jaring sudah kita turunkan kita tinggal istirahat dan menunggu hasilnya nanti" lanjut paksaleh berbicara sambil menarik dan membuang napas panjang. "apa selanjutnya yg harus aku kerjai pak?" tanya tommy kepada sang ayah denhan penuh kebanggaan terhadap sang ayah "kau bantu bang bedul masak biar kita makan dulu, nanti udah kita makan baru menarik jaringg" ucap pak saleh dengan lembut kepada tommy "bailah pak saya akan bantu bang bedul" ucap tommy sembari melihat sang ayah yg kelelahan bersandar dibangku perahu paling ujung setelah makan mereka lanjut minum kopi dihiasi cerita dan canda tawa dari setiap pengalaman masing masing, tiga jam sudah berlalu dari dijatuhkan jaring penangkap ikan kedalam perairan luas, pak saleh menyadari pergantian cuaca, tadinya langit begituh terang sekarang berangsur menjadi buram sedikit kehitaman di iringi angin bertambah sedikit kencang, air laut yg tadinya lumanyan tenang mulai bergejolak gelombang sedikit besar menhantam perahu mereka. Membuat perahu mera sedikit negoyang ke kanan dan kekiri terkadang kedepan dan belakang, "ayo kita tarik jaring kita" kata paksaleh dengan raut wajah penuh kawatir tommy dan bedul lanhsung berdiri untuk mengangkat jaring. "ayo bang bedul kita angkat jaring" teriak tommy sambil menarik tali jangkar dan menaikan nya kedalam perahu. "gimana udah siap kalian" pekik pak saleh sembari melihat jangkar yg di tarik tommy sudah naik ke perahu setelah melihat itu paksaleh langsung menarik pelatuk gass perahu mendekati salah satu ujung jaring. "uda siap mang tinggal hajar" teriak bedul yg berdiri dengan kuda kuda yg kokoh didepan perahu, besi gancu yg terikat tali untuk menarik bendera ng terikat bersatu dengan jaring sudah terpegamg ditangan bedul yg kokoh dan berotot besar. "lempar dul sekarang" teriak paksaleh memberi aba aba ama bedul untuk melempar tali gancu, dengn sigap dan cepat bedul melempar gancu langsung ke àrah bendera dan menariknya kembali setelah mengenai tali yang mengikat bendera. setelah sampai kedalam perahu merekapun menarik jaring bersama sama mengambil ikan yg tersangkut di jaring memasukanya kedalam piber tempat ikan, lumanyan banyak ikan yg terjebak di jaring meraka, baru seper empat jaring ikanya sudah dapat hampir satu piber. "mang lumanyan dapatnya hari ini" ucap bedul sambir tersenyum indah "mudah mudahan begini hasilnya semua sampai jaring ini habis semua" ucap pak saleh dengan senyuman begitu penuh arti diwajahnya. tarikan demi tarikan ikan disetiap jaring yg dinaikan keperahu, hati meraka yg begitu bahagia dan beraukur kepada yg maha kuasa, senyuman dan tawa menghiasi mereka bertiga, "wah... dul kalogini hasilnya bisa lu nikahi si ayu janda pujan seluruh pemuda kholifah ni yg sudah lama dekat dengan mu" ucap pak saleh dengan sedikit bercanda "yah... doain mamang atuh biar sayah teh bisa jadi suaminya" ucap bedul sambil tertawa lepas "amin" teriak tommy yg ada disamping bedul "pak kok goyangan air ini lain" ucap tommy merasakan keanehan yg terjadi diperairan "ituh biasa kita pelaut hanya bisa menarokan hidup dan mati disaat cuaca xstrim begini" ucap pak saleh sambil melanjutkan menarik ikan yg ada dijaring sesekali menarik jaring keatas perahu. langit bertambah hitam kelat angin bertiup begitu kencang, gelombang kencang dan besar menghepas perahu meraka.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD