"wah....udah pada pulang, gimana hasilnya tom" ucap leha penuh semanat melihat kedatangan mereka berdua
"belum tau bu liat pengumuman nanti seminggu lagi" ucap tommy sambil menyalam sang ibu
"lah ko bisa seminggu lagi apa galangsung di kasih tau gitu" ucap bu leha polos
"ibu pikir macam beli goreng pisang, dibeli langsung bisa dimakan semu ada prosesnya atuh bu" pekik pak saleh sembari melangkah masuk kedalam rumah di ekori tommy dan sang ibu
"giman si ibu nih orang baru datang langsung di tanya tanya, bukanya dikasih minum dulu" ucap pak saleh sambil duduk dikursi kesayanganya yg terbuat dari ayaman rotan
"mira....tolong buatin kopi untuk ayah ama abang mu" teriak sang ibu menyuruh mirna yg lagi menggoreng ikan didapur.
"iya tungu bentar aku bikini dulu" jawab mirna sambil membalikan ikan gorengnya. dengan cepat mira menyendok gula dan kopi tida lupa di kasih s**u baru di siram pakai ar panas, sambil di kocok kocok sebentar.
seltelah selesai dibut mirapun menaro kopi s**u yg ada di gelas kedalam talam dan membawanya ke ruang tengah untuk disajikan.
"ini kopinya pak, bang dan ini untuk ibu" ucap mira sambil menyodorkan gelas berisi kopi susu
"gimana hasil pendaptaranya bang tomm" lanjut mira bertanya dengan hati yg gembira sang abang akan menjadi seorang perajurit tni yg tida semua orang mampu melakukanya
"belum keluar dek, katanya sih seminggu lagi baru keluar hasil kualifikasinya" papar tommy dengan raut semeradul atara bahagia takut dan bimbang
"yahhh mudah mudahan abang lulus, mira doain" ucap mira penuh semangat. didalam suasana yg begitu bahagia dan haru nersamaan cerita tentang tes yg dihadapi tommy ditemani nikmatnya setiap tegukan kopi s**u yg di sajikan mira membuat terlena dalam situasi dan keadaan
"mir kok ada yg bau gosong inih teh" ucap sang ibu dengan kerutan di dahi
"ya ampun ikan goreng mira gasong bu" pekik mira sambil menghambur kedapur dan mematikan kompor
"adeh makanya jangan nyerocos ajah tuhkan ikanya jadi gosong" omel sang ibu sambil tersenyum manis
"kan mirapun ingin tau atuh bu gimana ceritanya" jawab mira yg lagi berada didapur.
**********************
egi lagi berjalan melintasi sebuah warung di pinggir jalan langkahnya sejenak terhenti setelah ada yg memanggil namanya
"egi tungu sebentar..." suara teriakan dari arah belakang egi
"eh elu win.. gue pikir setan yg manggil gua soalnya tak ada orangnya" cenda egi sambil cengengesan
"eleh eleh segini besarnya badan gua elu bilang ganampak apa dudah rabun kawan gua ni" sentak erwin sewot membalas ucapan egi
"wlah gituh aja dah marah, kan bercanda" ucap egi dengan lembut mencoba membu keadaan lebih tanang
"gue gamarah, ngomong ngomong lu dari mana?" tanya erwin sambil berjalan di samping egi,
"gua..." ucap egi terpotong
"halou sayang pada darimana" ucap
yeni dan wulan bersamaan zesy yg bersama mereka berdia hanya tersenyum manis melihat prilaku kedua temanya yg lagi mabuk cinta
"habis daptar, nah kalian darimana ayoh" ucar erwin sambil menunjuk nunjuk kearah para gadis itu
"ih.. mau tau aja rahasia perusahaan tau" ucap wulan dengan nada manja membual erwin gemas
"eh...tommy daptar kuliah dimana" tanya zesy lirih berharap bisa ketemu ama tommy
"ey...eye...tuan putri lagi di mabuk kasmaran ni" sentak mereka berempat hampir bersamaan sedikit mengejek zesy.
"apaan sih emang ga boleh aku bertanya apa" ucapnya sewot dengan wajah yg memerah macam buah tomat.
"untuk zesy semua boleh kok" ucap egi sembari tersenyum lebar.
"mau manya atau rindu kan gajadi masalah, samaaza itu mah" timpa erwin seraya tertawa bahak bahak.
"katan adiknya si mira, tommy mendaptar di akmil" egi memberitahu zesy bahwa tommy masuk akmil (akademi militer)
"akmil...." sentak wulan dan yeni kompak "aduh aduh tuanputru kok ditingalin sendirian gimana si tommy ini" ucap yeni sembari tertawa lepas
"udah jangan bercanda mulu entar zesy merajuk kan payah untuk nyembuhinya soalnya tommy gaada" ucap egi sambil menepuk behu sang pacar.
"udah puas puasin aja ngeledeknya sampai dewer tuh milut" ucap zesy sambil memutar bola matanya dengan malas.
*************************
sore telah tiba pak saleh dobantu bu leha membereskan perlengkapan dan bekal untuk pergi mencari segenggam beras pergi kelaut untuk menangkap ikan
"gimana pak sudah beres semua perlengkapan yg mau dibawa" tanya ibu leha dengan nada lembut
"udah bu tinggal nunggu minyak solar yg lagi di jemput tommy" ujar pak saleh sambil duduk di kursi kesayanganya
"nih atu pak nungguin sambil minum kopi ama goreng pisang yg tadi mira buat" ucap mira sang putri bungsu daru pak saleh dan ibu leha, menyodorkan secangkir kopi dan sepiring goreng pisang
"makasih ya nak atas kebaikanmu ama bapak" ucap pak saleh lirih penuh kebanggaan meliha putrinya.
"gak perlu bilang makasih pak, udah seharusnya seorang anak berbakti kepada orang tuanya" ucap mira dengan senyum melebqr tampak di wajahnya.
"asalamualaikum" terdengar ucapan salam dari luar rumah.
"eh bang tommy sudah datang" ucap mira sambil membuka pintu rumah, tommy langsung masuk kerumah sambil membawa jerigen berisi minyak solar,
"pak ini minyak solarnya mau di taro dimana" ujar tommy sambil mwngangkat jerigen kedalam rumah
"udah taro aja disitu bentarlagi ayah berangkat ko" jawab pak saleh sambil meminum kopi yg di sajikan oleh mira tadi
tommy meletakan jerigen minyak solar tersebut di samping pintu rumah, setelah itu dia bergegas masuk kekamar dan membawa sedikit baju celana talupa kain sarung, tommy berencana untuk ikut pergi kelaut bersama sang bapak membantu saat berlaut nanti. setelah selesai tommy langsung bergegas keluar mendatangi sang aya yg lagi minum kopi dan memakan goreng pisang buatan mira.
"bang tommy mau kemana bawa tas segala" tanya mira kebingungan melihat gelagak tommy sang abang
"abang mau bantui bapak kelau" ucap tommy lirih membuat pak saleh terkejut.
"belajar lah nak gaperlu kamu ikut" sentak pak saleh dengan experesi wajah yg dingin
"kenapah pak kalo aku ikut" tanya tommy sedikit bingung dengan ucapan sang bapak
"gak kenapa napa, bapak gamau liat kamu jadi pelaut seperti bapak" ucap pak saleh lirih
"hanya sekarang aku bisa bantu bapak, sebelum melangkah menjadi seorang tentara" ucap bima sedikit berharap sang ayah tercinta mau ngijin dirinya ikut,
"baiklah nak kalo kamu mau ikut, siapin barng barang mu tom" titah paksaleh sabil menatap sang anak. setelah selesai semua termasuk minum yany ada di depan semua, tommy dan sang ayah