mendaptar akmil. (akademi militer)

1009 Words
Pagi yang begituh indah dihiasi sinar matahari yg baru muncul dari belakang gunung, pak saleh ditemani sang istri duduk di teras rumah sambil berbincang bincang "bapak ini gimana toh, lain yg dibilang awal lain akhir" gerutuk ibu leha dengan mata melirik keatas sebal "maksud ibu apah" jawab pak saleh dingin sembari minum kopi buatan ibu leha "waktu pertama kita bicarain, bepak bilang mau minta tommy untuk berhenti sekolah tak melanjutkan kuliah, apalagi dia mau jadi tentara darimana uang kita pak" ucap ibu leha dengan nada sedikit keras "udah bu, jangan di perpanjang masalah ini bapak tak mau kalou tommy sampai mendengar perkataan ibu" pekik pak saleh demgan wajah sedikit memerah "bapak gamau anak kita jadi pelaut seperti bapak, masalah biaya bapa akan usahakan sampai dia jadi" lanjut pak saleh berkata dengan tegas, membuat bu leha mengeleng gelengkan kepala "darimana bapak dapat uang untuk pendaptaran sebanyak 300 juta, itu bukan sedikit pak" ujar bu leha tak mau kalau suaminya memberi harapan palsu pada sang anak. tommy yang diam diam mendengar dari dalam rumah memberanikan diru untuk keluar menemui kedua orang tuanya "pak, benar ucapan ibu, inilah takdir orang yg susah gamungkin bisa jadi orang kaya" ucap tommy ririh sambil menundukan kepala "siapah bilang, semasih ada keberanian dan kemanpuan takdir masih bisa dirubah" sentak pak saleh sambil menepuk lantai teras "bak gak mau kamu seperti bapa hidup dilaut menaruhkan nyawa hanya untuk sesuap nasi, juragan ikan yg bisa ganti mobil, nelayan hanya bisa ganti kulit akibat sengatan matahari" lanjut pak saleh berkata dengan wajah murka "tapi pak..." ucapan tommy terhenti "gausah tapi tapian bapak hanyah minta serius kamu menuntut ilmu untuk jadi tentara" ucap paksaleh memotong perkataan tommy "besok sudah buka pendaptaran, kamu siap siap pagi besok bapa akan ngaterinmu daptar di akmil" lanjut pak saleh berkata dengan keyakinan yg tinggi, sambil melangkah pergi meninggalkan tommy dan bu leha yg lagi duduk dilantai teras depan rumah "bu bapa ko berubah, dulu bapa ingin aku mengurungkan niat untuk jadi tentara serta berhenti sekolah untuk bantu bapa kelaut, sekarang bapa malah terbalik, aku gangerti apa maunyah bapak" ujar bima lesu melihat tingkah sang ayah yg jadi pim plan "yg sabar yah nak mungkin bapak mu punya rencana lain untuk mu yg kita tak tau," ucap ibu leha mencoba memberi semangat kepada sang anak "paling penting sekarang kamu berjuang untuk menjadi apah yg kamu inginkan, mumpung bapak mu lagi berpohak padamu, pergunakan kesempatan ini untuk kebaikan mu" lanjut sang ibu menyemangati tommy sembari menepuk pundaknya "i..iyah bu" jaeab tommy simpel penuh kebimbangan dihati ********************** "bikin kopi pait satu minah" ucap pak saleh kepada pwmilik kedai yg ada ditangkahan tempat berhenti para perahu nelayan "tunggu aebentar ya pak, saya bikin duli" jawab bu milah dengan lembut sembari tangannya sibuk membuat kopi pesanan orang yg duduk dikedainya "kenapah pak saleh, tumben mukanya kusut amat macam benang yg lama dibuang" canda pak amun sambil duduk disamping pak saleh "aku mikiri soal anaku si tommy" jelas paksaleh sambil menyalakan rokok yg ada di bibirnya "kenapah lagi anakmu, kita semua kan udah sepakat untuk ngejadiin dia seorang tentara" tegas pak amun sedikit keras dengan mata melotot heran "dulu sewaktu aku larang tekatnya semakin mengebu gebu untuk menjadi seorang tentara, namun kini saat aku dukung dia tekatnya malah hilang bagai ditelan bumi" unfkap pak saleh sembari menghelai napas panjamg "sabar pak saleh, mungkin tommy ketakutan kamu tak mampuh membiayai sekolah dia di akmil" ucap mustopa salah seorang yg ikut mendukung tommy anak pak saleh tersebut "pokonya kamu harus bujuk terus anakmu, hanya dia harapan kita semua untuk membebaskan hak hak kita dari orang kaya" kembali pak amun memberi semangat padak pasaleh sejenek paksaleh terdiam dan menghelai napas panjang sebelum menjawab "aku akan berusaha untuk membujuk anak ku" ujar pak saleh lemas seakan patah semangat "kalou pak saleh tak mampu bawa tommy kemari, biar kami yg menjelaskan pada tommy" ucap mustopa sembari minum kopi yg telah di pesanya tadi "kalou masalah ini itu pak saleh gausah kawatir kita udah sepakat didalam rundingan terdahulu" lanjut mustopa berkata dengan nada yg lembut namun pasti. ************************ Ke esokan hari pak saleh keluar dari kamar dengan pakaian yg cukup rapih "eleh eleh si bapak teh meni rapih makemana atuh" ucap bu leha sambil tersenyum lebar "gimana atuh si ibu teh pan mau nganterin daftar anak kita masuk akmil" ucap pak saleh penuh kebahagiaan dan rasa bangga yg tak terungkapkan, apa yg jadi keinginan sang anak akan segera terwujud "berarti abang tommy jadi dong tentara" ucap wulan adik perempuan tommy "mudah mudahan abang mu bisa jebol masuk akmil, pangil dulu abang mu sanah cepat bilang ama abang mu etar kebiru siang " ucap pak saleh tak sabar "baik pak" pekik wulan singkat sembari beranjak pergi kekamar tommy "bang tommm.......bang tommm, kata ayah cepat entar terburu kesiangan" kataulan sambil mengetuk pintu "iyah dek tungu sebentar" pekik tomi dari dalam kamar sembari mengapai tas yg berisi semu sarat sarat yg harus di penuhi untuk mendaptar ke akmil tommy keluar dari kamar mendekati sang ayah dan ibunya yg lagi menungu kehadiranya di ruang tamu "gimana tom udah siap untuk menyongsong masa depan mu" ucap pak saleh bertanya pada sang anak tommy "siap pak, aku akan berjuang untuk mewujudkan cita cita ku, dan membala kebaikan mu pak" ucap tommy semangat 45 walau dalam hati keraguan menyelimutinya "baiklah ayo... kita betang....kat....." ucap paksaleh sedikit bercanda "tommy dikawani sang ayah tercint, dengan semangat yg mengebu gebu tommy dan ayah menaiki motor tahun lawas yg masih bisa hidup dan membawa mereka ketempat pendaptaran akmil, yg berjarak lumayan jauh dari rumah mereka satat denisarat, satu persatu, tes demi tes tommy lewati dengan baik dan cekatan, kini tommy tela menyelesaikan semua sesi pedaptaran tinggal menunggu hasil, "gimana ceritanya selanjutnya tom" tanya paksaleh penuh semangat "katanya tinggal nunggu hasil tes seminggu lagi diterima atau tidak" penjelasan tommy penuh harap "yaudah kalou gituh ayoh kita pulang, kata paksaleh dengan nada aga keras sedikit, meng experesikab rasa bangga yg begituh besar bergejolak daram dirinya.dengan suara keteta yg lumayan keras mengiringi mereka pulang kerumah, milai jalan yg begituh licin sampai yg berbatu mereka lewati sampai akhirnya tiba di rumah
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD