Malam yang seharusnya terasa dingin kembali menjadi panas saat bibir mulai bertemu yang menjadi awal pertempuran panas pasangan pengantin baru. Hal yang sudah dibayangkan tidak tercapai saat istrinya kembali dalam keadaan mood yang tidak baik. Tidak mengapa, yang penting dirinya mendapatkan jatah walaupun tidak sesuai ekspetasi. Baju hanyalah sebagai penambah gairah bukan untuk menjadi yang utama dalam bercinta. Kepuasan selalu ia dapatkan dari hasil pertarungan yang penuh keringat dengan lawan yang selalu kalah. "Terima kasih, Sayang. Coba kalau pakai baju yang tadi rasanya pasti lebih mantap!" Puas memang, tapi tidak sesuai bayangan tetap saja rasanya sedikit kurang. Mereka saling tatap dengan Dandi yang mengelus pipi Aisyah. "Menikah sama kamu itu beban, Dandi. Aku harus selalu dapat

