Wanita Tidak Pernah Salah

1133 Words

Aisyah tersenyum dengan menggelengkan kepala mendengar perdebatan antara suami dan sahabatnya. Mereka memang seperti kucing dan tikus yang sulit sekali untuk didamaikan karena sama-sama tidak ada yang mau mengalah. Ada saja pembahasan mereka yang membuat pusing orang lain terutama Aisyah. "Ini, Bey." Aisyah menyodorkan satu botol ukuran sedang air mineral pada suaminya dengan merk yang selalu sama. Dandi menerima dengan senyum yang langsung ia buka penutupnya. "Makasih, Sayang." "Kamu enggak gila 'kan hidup sama dia?" tanya Rani yang membuat Dandi melotot. "Mana ada gila, yang ada keenakan. Iya enggak, Sayang?" Aisyah sudah mengetahui perkataan suaminya akan segera menjurus pada hal tabu bagi Rani yang masih lajang. Ia tidak mau sahabatnya terkontaminasi oleh omongan Dandi yang penuh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD