Dalam hidup seorang Dandi tidak pernah ada impian untuk menginjak kaki ke Tanah Suci. Memiliki uang banyak nyatanya tidak membuat hatinya terketuk untuk mengunjungi rumah Allah yang sering dijadikan sebagai sarana penyejuk hati bagi umat muslim. Laki-laki itu bahkan heran sendiri pada orang-orang miskin yang sering menjadikan Baitullah sebagai impian terbesar mereka, entah tujuannya hanya sekadar motivasi atau memang benar-benar ingin beribadah. Karena dia saja yang notabene lebih dari mampu untuk berangkat ke sana walaupun satu minggu sekali rasanya biasa saja. "Aku hubungin pihak travel sekarang." Tanpa menunggu persetujuan dari istrinya Dandi langsung menelepon temannya yang bernama Azis yang mempunyai jasa travel khusus ke Tanah Suci. Ia akan membuktikan pada Aisyah jika semua mudah

