[27]

1891 Words

“ADA perlu apa Anda kemari? Ini bukan hotel atau mal. Di sini adalah tempat tinggal anak-anak yatim piatu, tapi bukan yang seenaknya bisa dijadikan bahan taruhan.” Gue bisa lihat gimana udah pasrahnya Pak Tria ngadepin gue yang bener-bener enggak mau dengerin penjelasan dia. Udah sebulan lebih sejak kejadian di bandara itu, dan dia udah mirip setrikaan, mondar-mandir dari rumah ke panti. Oh iya, lupa bilang, biar proses minta maafnya dia lebih gampang, Pak Tria mutusin buat pindah lebih cepat ke rumah Pak Heru yang ada di sebelah panti. Katanya Pak Tria sih, dia enggak bisa jauh-jauh dari gue. Kangen. Halah pret! Kalau gini aja kangen-kangenan, kemarin pas jadiin gue bahan taruhan, emang dia mikir kalau hal itu pasti nyakitin buat gue? Siapa sih di dunia ini yang mau dipermainkan kayak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD