9||MIMPI TERKUTUK

787 Words
Malam minggu, kebanyakan dari para muda dan mudi akan keluar dengan pasangannya. Untuk sekedar nongkrong atau menghabiskan waktu bersama. Tidak dengan Diva Queenessa, perempuan berpiyama navy itu tengah menonton serial Drama korea di dalam laptopnya. Mulutnya tak henti untuk mengunyah keripik kentang balado yang ia bawa dari dapur. Pukul 9 malam, Diva mematikan laptopnya, ia berjalan kearah kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci muka. Setelah memncuci muka dan mengosok gigi, Diva mengolesi wajahnya dengan crim malam yang biasa ia kenakan ketika akan tidur. Ponselnya yang berada di meja rias pun berbunyi beberapa kali. Membuat Diva menutup crimnya dan beralih kepada benda persegi panjang tersebut 'Kutu kuprett_-' P P P P Diva sayang:* Diva mengkerutkan keningnya, perempuan itu pun membalas pesan Angkasa. Queenessa_Diva1717 'Apa!' 'Kutu kuprett_-' Nggak di cht Nggk secara langsung Tetep aja galak:( Diva menarik sudut bibirnya. Lalu tangannya bermain dengan keyboard di ponselnya. Queenessa_Diva1717 'Cpt ngomong apa!' 'Kutu kuprett_-' Slow babe, jangan kayak Tukang begal gitu dong:) Besok gue kerumah lo Jam 10 pagi jangan ngaret! Queenessa_Diva1717 'Ngapain lo kerumah gue?' 'Kutu kuprett_-' Jalan lah, nggak ada penolakan Besok harus udah siap jam 10 Queenessa_Diva1717 Mls main gue! 'Kutu kuprett_-' Nggk ada penolakaan! Diva yang kesal hanya melempar asal ponselnya keranjang. Ia memilih untuk menyisir rambutnya. Lagi ponsel itu berbunyi membuat Diva memutar bola matanya kesal. Dengan Kesal, Diva mengambil ponsel di atas ranjangnya. Kutu kuprett_- Kok cuma di Read sih beb:( Queenessa_Diva1717 Nggak usah kayak anak kecil! 'Kutu kuprett_-' Ya udah ya beb, Kalau lo mau tidur. Tidur aja, Have nice dream istri ku:) Diva bergidik ngeri ketika melihat isi cht terakhir dari Angkasa. Istri? Perasaan mereka hanya pacaran, dan pacaran pun karna sebuah Taruhan. Membayangkan menjadi Istri dari Angkasa dan pasti dia akan mengandung anak Angkasa.  Tanpa sadar Diva merapa perutnya dia membayagkan sedang hamil anak Angkasa. Beberapa menit kemudian, Diva mengelengkan kepalanya ia rasa otaknya sudah benar-benar konslet. **** 'Oweekkk....oweeekk......oweeekkkk....' "Aduh sayang kamu jangan nangis dong!" kata seorang perempuan menggunakan daster itu. "Mama!" panggil seorang anak lelaki menarik kakinya. "Abang mau s**u!" pinta anak lelaki itu. "Abang nanti ya adeknya masih nangis ini. Abang main sama kakak ya." ucap perempuan itu. 'Oweeek...oweekkkk.....owekkkk..' Bayi yang ada dalam gendongannya masih menangis. "Aduh sayang jangan nangis dong, Mama bingung musti gimana." keluh perempuan itu sembari membujuk anaknya. 'Oweekk....owekkkkk.....owekkkk.....' Tangisan bayi di dalam gendongan bertambah keras. "Huaaaa Mama, abang rusakin mainan adek!" suara anak perempuan itu sembari menangis. Kedua anaknya menangis membuat perempuan berdaster itu merasakan pusing di kepalanya. "ANGKASA KENAPA SIH, LO HARUS HAMILIN GUE GINI!" teriak perempuan itu. Ketiga anaknya semakin menangis ketika mendegar teriakannya. Diva bangun dari tidurnya. Keningnya basah akibat keringat. Ia menguk silvanya kasar, "Gue mimpi punya anak 3 dan itu anaknya Angkasa?" tanya Diva tak percaya. "Gila. Gara-gara dia nih semalem! Dasar kutu kupret." keluh Diva kesal. Ia membuka selimutnya lalu berjalan menuju tirai horden di kamarnya. Matahari sudah tinggi, Diva melirik jam dinding di kamarnya. "Pantes aja udah jam 9 pagi." kata Diva sembari mengamati pemandangan dari balkon kamarnya. "Bener-bener ya, kok bisa gue mimpi kayak gitu. Nikah sama Angkasa terus punya anak, mana anak gue 3 lagi. Eh tapi kalau gue punya anak dari Angkasa kira-kira anak gue nanti nyebelin kayak Angkasa enggak ya?" tanya Diva sedikit membayangkan. "Ihhh kenapa gue jadi ngelantur gini sih! Konslet nih otak gue!" Diva mengelengkan kepalanya. "Mending gue mandi ngelurusin otak dari pada ngelantur nggak jelas disini." ucap Diva lalu masuk kedalam kamar mandi. Diva berendam di dalam bath up di kamar mandi. Aroma parfum vanila begitu mengharumkan tubuhnya. Ia benar-benar menghilangkan semua apa yang ada dalam pikirannya. Perempuan itu hanya menikmati tubuhnya yang di rendam air. Setelah beberpaa menit berendam, Diva keluar dari kamar mandi. Ia memakai kaos putih polos yang sangat longgar. Dengan celana pendek sepangkal paha. Ia mengeringkan rambutnya dengan handuk. Suara knop pintu terbuka menampilkan sosok Adel di depannya. "Div, di bawah ada pacar lo tuh!" kata Adel. "Katanya nggak mau pacaran nggakmau main cinta-cintaan, lah tahunya punya pacar." cibir Adel. "Ihh apaan sih kak, Orang gue nggak punya pacar!" seru Diva. "Udah coba lo liat di bawah ada pacar lo kok." perintah Adel lalu pergi meninggalkan adik bungsunya itu. Diva segera turun dari kamarnya. Di ujung tangga ia melihat Angkasa, what Angkasa? "Ngapain tuh anak kesini?" tanya Diva  pada dirinya sendiri, lalu berjalan kearah Angkasa. Angkasa menatap Diva dari atas ke bawah. Sepertinya perempuan itu baru saja mandi. Terlihat dari rambutnya yang masih basah.. "Lo belum siap-siap?" tanya Angkasa ketika Diva akan membuka mulut nya. "Ha? Siap-siap?" tanya Diva bingung. "Iya, kan kita mau jalan!" kata Angkasa. Diva menpuk jidatnya. "Gue siap-siap dulu!" ucap Diva lalu berjalan cepat menuju kamarnya. "Kanapa Diva jadi hot gini sih!" umpat Angkasa sembari menikmati lekuk tubuh Diva dari belakang. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD