10||RUMAH ANGKASA

668 Words
Diva sudah siap dengan baju yang ia kanakan. Diva mengunakan dress maroon, bunga-bunga dengan Rambutnya di urai. Perempuan itu menuruni anak tangga dan berjalan kearah Angkasa yang sedang memejamkan matanya. "Sa, bangun. Jadi pergi nggak?" tanya Diva sembari mengoyangkan tubuh Angkasa. Angkasa terbangun, ia menatap Diva yang sudah siap dengan pakaiannya. "Udah selsai? Cewek sih makanya lama." cibir Angkasa membuat Diva memajukan bibirnya. Diva dan Angkasa masuk kedalam mobil  Angkasa. Angkas pun mejaukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tak berapa lama Mereka berhenti di sebuah rumah yang cukup besar. Diva mengaruk lehernya yang tak gatal. "Kita dimana sih? Terus ngapain juga kesini?" ujar Diva, bertanya tanya. "Udah ayo ikut masuk." ajak Angkasa menarik tangan Diva. Mereka masuk kedalam rumah tersebut. Di dalam rumah itu Diva melihat wanita yang sangat cantik sedang menata makanan di meja makan. "Assalamualaikum Mami!" sapa Angkasa mencium pipi wanita yang ia sebut Mami itu. "Walaikumsalam, oh ini yang namanya Diva, cantik ya." puji Sandra-Mami Angkasa. Diva mencium tangan Sandra, sembari tersenyum. "Aduh manis banget senyumnya." puji Sandra lagi dan membalas senyuman Diva dangan senyuman. "Hehe tante juga cantik." kata  Diva, sedikit canggung Membuat Sandra tersenyum. "Mi, ini udah selsai sopnya!" kata seorang perempuan yang lebih tua dari Diva. "Oh iya Keyla kamu taruh sana saja ya!" pinta Sandra, Keyla mengangguk. "Diva kenalkan ini Keyla tunangan Bintang kakaknya Angkasa." Sandra mengenalkan Bulan. "Hay Diva gue Keyla," ucap Keyla sembari tersenyum. "Hay kak, gue Diva." balas Diva, membalas senyuman Bulan. "Angkasa kamu panggil yang lain ya!" perintah Sandra kepada Angkasa. Angkasa mengangguk lalu pergi meninggalkan ruang makan. Diva ikut membantu Keyla dan Sandra menyiapkan makanan. Sandara pergi ke dapur untuk mengambil piring. "Lo udah lama pacaran sama Angkasa?" tanya Keyla. "Belum kok kak, baru 3 hari." jawab Diva. "Ha? 3 hari! Seriusl lo?" tanya Keyla tak percaya. "Iya kak, baru juga jadian hari kamis kamarin." "Hem dulu sih waktu gue, dikanalin sama orang tuanya Bintang. Selang beberapa bulan gue di tunangin sama dia. Gue yakin nanti juga pasti lo gitu." ujar Keyla. "Tu..tunangan." beo Diva kepada Keyla, Keyla mengangguk. Tak berapa lama, Sandra datang Angkasa dan juga bebarapa orang juga datang. "Oh iya Mas, kanalin ini Diva pacarnya Angkasa!" ucap Sandra sembari mengenalkan Diva kepada Rama--Papinya Angkasa. Diva mencium tangan Rama, Rama sangat mirip dengan Angkasa. "Diva om." kata Diva sembari tersenyum. "Hay Diva kenalin gue Bintang Kakaknya Angkasa." ujar  Bintang kepada Diva. "Mami Venus mau makan!" ucap gadis kecil kepada Sandra. "Oh iya Diva kenalin ini Venus adiknya Angkasa, yang ini Mars." kata  Sandra sembari mengendong Venus. "Mereka kembar ya, Tan?" tanya Diva. Sandra mengangguk. "Jangan panggil Tante ya Panggil Mami aja kayak Keyla." pinta Sandra Diva hanya mengangguk. Mereka semua duduk di maja makan. Sembari sesekali bercanda. Rama mengegam tangan Sandra, pasangan yang sudah tidak muda lagi itu masih mesra sampai sekarang. "Semoga hari tua kita nanti bisa kumpul sama anak, menantu dan cucu-cucu kita..." lirih Rama membuat Sandra mengangguk, Sembari mengelus tangan Rama. **** Diva turun dari mobili Angkasa, "Oh iya gue lupa, gue mau nanya. Kenapa lo bawa gue kerumah lo?" tanya Diva kepada Angkasa. "Kan lo pacar gue." jawab Angkasa. "Ya kita kan pacaran cuma 3 bulan, nanti kalau misalkan kita di tunangin gimana?" tanya Diva. Angkasa pun tertawa. "Tunagan tinggal tunangan apa susahnya sih." kata Angkasa sembari terkekeh geli. "Sa, gue serius." rengek Diva menarik baju Angkasa. "Segitu nggak maunya ya? Lo tunangan sama gue?" tanya Angkasa dengan raut wajah yang lebih serius. Diva hanya diam perempuan itu menggigit bibir bawahnya. Tangan Angkasa terulur untuk mengelus sudut bibir Diva. "Jangan sakitin diri lo sendiri." pinta Angkasa. Diva masih diam dengan prilaku dari Angkasa kepadanya. Angkasa tersenyum manis, "jangan lupa makan malam, belajar juga karna besok ada kuis Kimia." ucap Angkasa, sembari mengacak-acak rambut Diva. "Gue pulang dulu! Babay Mama Diva!" pamit Angkasa lalu masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan Diva yang sedang mematung di depan pagar rumahnya. Diva memengang d**a sebelah kirinya, jangung mya berdetak lebih kencang. Apa yang terjadi dengan jantungnya? Apa dia sedang terkena serangan jantung ringan? ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD