"ANGKASA! KETIAK LO BAU TAU NGGAK!" teriak Diva membuat Angkasa tertawa keras. Diva mengapit hidungnya dengan ibu jari dan jari telunjuknya. Angkasa yang memang pada dasarnya jahil pun membuka ketiaknya lebar-lebar, lalu mencolek ketiaknya dan di berikan pada pipi gembul Diva. "JOROK!" seru Diva mendorong bahu Angkasa serta mengelap pipinya dengan punggung tangannya sendiri. Meskipun Angkasa bertumpu pada sikutnya agar tidak jatuh di paping. Lelaki itu tetap tertawa, melihat wajah Diva yang sudah memerah. Diva yang kesal pun, bangkit lalu meninggalkan Angkasa di lapangan basket sendiri. Diva tak henti-hentinya mengerutu sebal kepada Angkasa. Perempuan berbandana hijau itu menyusuri koridor sekolahnya. Diva berhenti di tengah koridor, ia lupa bahwa niat Diva keluar kelas tadi ingin ke lo

