Pagi ini, Ina sibuk menggedor pintu kamar Venus, karena cowok itu belum bangun-bangun juga. Sedangkan Liya-mamanya sudah pergi sedari tadi, entah kemana. "BAAAANGGG ... BANGUUN!" teriak Ina dari luar. Sedangkan Venus sama sekali tidak menghiraukan pekikan Ina, malah ia kembali merapatkan selimutnya. Karena tidak direspon sama sekali, Ina merosotkan tubuhnya dan bersandar di daun pintu kamar Venus. Ia memikirkan sesuatu yang dapat membuat abangnya yang kebo itu terbangun. "BAAANGG BANGUUUN! KALAU GAK BANGUN NANTI JODOH ABANG DIPATOK AYAM!" Bukannya bangun, Venus di dalam sana mencebikkan bibir kesal dan menyumpal telinganya dengan bantal. Ia sungguh mengantuk akibat bermain game hingga larut. Ina yang kembali diabaikan merasa kesal setengah mati, ia pun berdiri dan menendang kamar Ve

