Setelah mengantar Ina ke taman, Venus segera menancap gas menuju tempat ia berjanji akan bertemu dengan seorang wanita yang akan dijodohkan dengannya. Sebenarnya Venus ingin menolak keras, tetapi setelah ia pikir-pikir tidak ada salahnya untuk mencoba. Setelah tiba, Venus mengamati penampilannya melalui kaca spion mobilnya. Setelah merasa tidak ada yang kurang, Venus memantapkan langkah serta hatinya. Entah kenapa ia merasa sedikit gugup. Takut wanita yang akan dijodohkan dengannya adalah seorang tante-tante. Memikirkan hal itu membuat bulu kuduknya berdiri. Venus berhenti di sebuah kamar bernomor 222. Sesuai dengan isi kertas yang diberikan Liya-mamanya. Sebenarnya Venus sedikit tidak mengerti kenapa pertemuan ini harus dilakukan di sebuah Apartemen. Kenapa tidak di tempat yang sedik

