Kesempatan

1268 Words

Seketika apartemen jadi ramai. Melody dan Rey sengaja melakukannya, ia tahu Alex tidak suka keramaian semenjak kehilangan pendengaran. Namun, mereka tidak peduli. Semua keluarga diundang. Apartemen kecil ini jadi penuh. Aku yakin Alex sedang memikirkan bagaimana cara mengatakan pada temannya saat melihat apartemen berantakan. "Alex, bisa bicara sebentar?" Ia mengangguk lalu mengikutiku keluar. "Kita sudah bercerai jadi bisakh kita menjadi teman?" tanyaku walau ragu mengatakannya. Keputusan sulit yang kuambil, rasa cinta itu masih ada. Namun, aku tahu Alex masih ingin menenangkan pikirannya. Aku tidak ingin ia pergi lagi dan merasa tidak nyaman berada di sisiku. "Ana, maafkan aku yang membuat keputusan salah. Aku tidak bersyukur memiliki kamu di hidupku. Apa pun yang kamu minta akan a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD