***author POV*** . . . . Reya berjalan memasuki apartemennya. Ia kemudian mempersilahkan Yunki duduk di ruang tamu. Suasana hening dan canggung. "Aku akan membuat minuman," capnya sambil berjalan ke dapur. Namun belum Reya melangkah, Yunki menahan langkah kekasihnya dengan memegangi tangan Reya. "Tak perlu kemari lah." Reya menghentikan langkahnya. Kemudian kembali duduk di samping kekasihnya itu. Perasaannya tak enak sungguh sejak Yunki datang kekasihnya terlihat berbeda sekali. "Kau, tak merindukanku?" tanya Yunki lembut, sambil menatap manik mata gadis di hadapannya itu. "Jika aku merindukanmu, apa kau merindukanku?" tanya Reya. Karena sesungguhnya ia tak merasakan kerinduan yang biasa ditunjukkan Yunki. Yunki mengangguk, "aku merindukanmu, hanya saja, maafkan aku terlalu

