Kenapa anak pelakor ini ada di sini?" tanya Virda berteriak menunjuk Romi. "Jaga bicara Mama! Karena kau orang yang melahirkan aku, aku masih hormati dirimu. Jika keluar kata-kata itu lagi dari mulutmu, jangan salahkan aku yang tidak bisa menghormatimu lagi," kata Bastian tak kalah berteriak. "Sudah, Bro ... sudah. Ayo kita pergi saja," kata Romi, mereka segera pergi meninggalkan rumah itu menaiki mobil Romi. Sepanjang jalan ke rumah Romi, mereka membisu seribu bahasa, kedua pria itu bermain dengan pikiran masing-masing. Sesekali Romi menghela napas berat, namun berkali-kali Bastian menghembuskan napas penuh kemarahan. Sejak Bastian kecil, lelaki itu tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu dari wanita yang melahirkannya. Virda selalu pergi pesta, arisan, shoping bahkan jalan-ja

