Bab 17

957 Words

Pagi itu rumah besar keluarga Gerald terasa hening, hanya suara burung di halaman belakang yang terdengar samar. Lusi bangun lebih awal seperti biasa, rambutnya masih sedikit berantakan namun wajahnya tampak berusaha tetap tegar. Dia turun ke dapur dengan langkah hati-hati, memastikan tidak membangunkan siapa pun. Rumah itu terlalu luas, dan setiap langkah terasa menggema, seolah mengingatkannya bahwa ia adalah orang baru di rumah yang masih menolak kehadirannya. Gerald sudah berangkat dua hari lalu. Katanya ada urusan bisnis di luar kota. Jadi yang tersisa di rumah hanya beberapa pelayan, ibu Gevan yang sakit dan selalu berada di kamar, dan tentu saja… Gevan. Lusi membuka kulkas dan mulai menyiapkan bahan masakan. Dia tahu Gevan mabuk semalam, kepalanya pasti sakit, jadi dia membuatkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD