Bab 11

1830 Words

Lusi duduk di tepi ranjang, memeluk lututnya, menatap kosong ke arah pintu yang tadi sempat terdengar langkah seseorang. Tubuhnya masih gemetar setelah kejadian dengan Gerald. Udara kamar terasa dingin, namun kedinginan itu tidak ada apa-apanya dibanding beku yang merayapi hatinya. Pelan-pelan pikirannya mulai berkelana. Mencari sesuatu untuk melupakan rasa takut yang menghantuinya. Dan justru pikiran itu menggiringnya kembali ke masa lalu… ke tempat ia tidak pernah menyangka akan kembali: kenangan tentang laki-laki yang kini membencinya setengah mati. Gevan. Nama itu saja membuat dadanya terasa sesak. Ia memejamkan mata, membiarkan kilasan masa lalu mengalir… Dan semuanya dimulai di sebuah kafe kecil di pusat kota tiga tahun lalu. TIGA TAHUN LALU Kafe tempat Lusi bekerja bukan kafe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD