Bab 28

1731 Words

Lusi menahan napas ketika kedua tangannya menyentuh tubuh Yunita. Ia bergerak sangat hati-hati, seolah takut satu gerakan salah bisa melukai wanita itu. Kursi roda sudah berada tepat di samping ranjang, remnya terkunci rapi seperti yang diajarkan perawat. Keringat tipis muncul di pelipis Lusi karena tegang, bukan karena berat tubuh Yunita, melainkan karena rasa takut dan hormat yang bercampur menjadi satu. “Pelan-pelan ya, Bu…” bisik Lusi lirih, suaranya hampir tidak terdengar. Yunita menatap Lusi. Matanya yang dulu tajam dan lembut kini terlihat redup, tetapi masih menyimpan cahaya yang sama. Bibirnya bergerak perlahan, membentuk senyum tipis. Senyum yang membuat d**a Lusi terasa sesak. Jari-jari Yunita bergerak pelan, bergetar sedikit, seolah ingin menggenggam sesuatu. Lusi segera men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD