Sepeninggalan Abey dan Damar, Arya dan Bara mulai mendekat kearah mic yang ada disana. Bara menekan beberapa tombol dan mulai mengatur besar suara sebelum akhirnya cowok itu menekan tombol power yang berfungsi untuk mengaktifkan serta menonaktifkan mic.
Bara mengacungkan jempolnya pada Arya, mengisyaratkan bahwa semuanya sudah siap.
Arya yang paham itu mulai berdehem di depan mic. "Ehem, tes tes," dehem Arya mengecek suara. "Bisa mendengar suara saya teman-teman?" tambah Arya lagi. Merasa tak ada jawaban karena tentu saja Arya tak bisa mendengar suara murid lain di ruangan ini membuat Bara berinisiatif menjawab pertanyaan Arya.
"Bisa kak bisa. Aman," ujar Bara juga di depan mic.
"Baik kalau begitu. Saya sedang tidak ingin berlama-lama hari ini karena saya sedang lelah. Jadi, saya disini akan langsung menyampaikan apa yang ingin saya sampaikan," ujar Arya memulai. "Disini, saya tidak sendiri, seperti biasa, saya bersama Bara Mahendra. Ngomong-ngomong, saya sendiri belum memperkenalkan diri. Saya adalah Arya Laksmana dari kelas 11 IPS 2," lanjutnya memperkenalkan diri.
"Setelah sekian lama saya tidak berdiri di ruang penyiaran ini, seperti biasa, jika kalian semua bisa mendengar suara saya dari sound sekolah, itu berarti saat ini saya akan memberikan berita terbaru. Berita terupdate dan terpercaya. Masih tetap dengan tokoh utama di SMA Gemilang kita tercinta, Desta Lorenzaky," lanjut Arya lagi. "Kali ini, berita yang saya dan Bara akan bawakan bukan lagi berita tentang perkelahian Desta seperti biasanya, melainkan berita yang akan membuat banyak hati siswi-siswi di SMA Gemilang ini patah bersama. Mari sebut dan peringati hari ini sebagai hari potekber atau hari potek bersama siswi SMA Gemilang."
"Wah? Kenapa tuh bisa begitu? Ada apa memangnya Kak Arya?" Bara menyahut dengan nada suara yang dia buat antusias.
"Yak saudara Bara Mahendra. Semuanya itu dikarenakan seorang Desta Lorenzaky sudah memiliki seorang kekasih yang dia jadikan sebagai pelabuhan hatinya. Gadis beruntung yang menjadi kekasih seorang Desta Lorenzaky itu bernama Natasya Angelica dari kelas 11 MIPA 2," ujar Arya membalas pertanyaan Bara.
"Wah, dengar-dengar, Desta Lorenzaky pernah bilang kalau ada yang mengusik ketenangan kekasihnya, dia akan bertindak ya Kak Arya? Jadi, kalau ada siswa atau siswi yang membuat kekasih Desta Lorenzaky tidak nyaman, apakah langsung berhadapan dengan Desta Lorenzaky ya? Begitu?" Bara kembali bertanya. Mereka saat ini sudah seperti narasumber dan pewawancara yang biasa ada di radio.
"Iya, benar begitu saudara Bara. Desta Lorenzaky sudah mengatakan itu secara langsung kepada saya, jadi saya berani memverifikasi dengan speak up disini. Jadi, untuk siapapun yang berani mencari masalah dengan gadis bernama lengkap Natasya Angelica atau yang kerap disapa Nesya dari kelas 11 MIPA 2, saya akan mengucapkan selamat kepada orang itu," ujar Arya.
"Ha? Kok selamat Kak Arya? Kenapa?" tanya Bara dengan nada suara yang di buat seolah kebingungan.
"Iya selamat, selamat berhadapan dengan Desta Lorenzaky maksud saya," Arya berucap santai.
"Ha ha ha, ah Kak Arya bisa aja bercandanya," Bara tertawa garing setelahnya. "Jadi ini inti dari berita hari ini iu apa ya Kak Arya? Bisa di rangkum nggak Kak? Supaya yang otaknya dangkal bisa mencerna?" tambah Bara bertanya.
"Nah, untuk inti dari berita hari ini. Jangan pernah mengusik Natasya Angelica dalam bentuk apapun. Entah sindiran ataupun lainnya. Kalau sampai ada yang bernai melanggar, seperti yang tadi saya bilang, saya akan mengucapkan selamat kepada orang itu. Selamat berhadapan langsung dengan Desta Lorenzaky," rangkum Arya.
"Oh begitu ya Kak Arya," Bara manggut-manggut seolah paham. "Jadi, apa berita hari ini hanya sampai disini Kak?" tanya Bara lagi.
"Ya. Berita hari ini hanya sampai disini."
"Sebelum berita hari ini di tutup, apakah ada pesan yang ingin Kak Arya sampaikan untuk siswa-siswi SMA Gemilang kita tercinta ini?"
Arya mengangguk. "Pesan saya hanya satu. Jangan mengusik Natasya Angelica. Hanya itu saja," ujarnya yakin.
"Baik kalau begitu, terima kasih atas berita terbaru yang sudah Kak Arya sampaikan," ujar Bara. "Ingat-ingat ya teman-teman pesan dari Kak Arya tadi. Jangan se-sekali mengusik Natasya Angelica. Atau jelas kalian tahu konsekuensi apa yang akan kalian dapatkan," Bara menarik napas pelan.
"Baik. Saya rasa berita hari ini sampai disini saja. Saya mewakili rekan saya tadi, Arya Laksmana selaku pembawa berita sekaligus narasumber dan saya selaku pewawancara pamit undur diri. Mohon maaf mengganggu sedikit waktunya, saya ucapkan terima kasih untuk yang sudah mendengarkan dan menyimak dengan seksama. Selamat istirahat teman-teman!" tutup Bara final.
Cowok itu segera menekan tombol power kembali. Mematikan mic nya agar tak bocor.
"Akhirnya kelar juga Ar," Bara bernapas lega.
"Siaran hari ini seru Bar. Kita lebih serius. Lebih berwibawa daripada biasanya. Yakin nih gue, makin banyak yang klepek-klepek sama pesona kita," Arya tersenyum cerah.
"Heem," Bara mengangguk setuju. "Crush lo yang adek kelas gue jamin deh langsung luluh sama lo Ar," lanjutnya.
"Pasti lah," yakin Arya. "Ini udah beneran kelar kan? Gue ngantuk nih. Capek bamget lagi. Mau ke UKS, numpang tidur. Lo mau ngikut kaga?" tanya Arya kemudian.
"Ikut lah, kita sepaket kalo lo lupa," jawab Bara cepat. "Yok kita keluar dulu, temuin Abey sama Damar," ajaknya. Arya mengangguk.
Mereka kemudian keluar dari ruang penyiaran. Sebelum menemui Abey dan Damar, mereka memutuskan untuk mengunci ruang penyiaran terlebih dahulu.
"Bey, Dam," panggil Bara pada kedua remaja yang sedang duduk santai membelakangi mereka di depan ruang penyiaran. Tempat dimana Abey dan Damar menonton film action tadi.
Abey dan Damar menoleh serempak mendengar panggilan Bara. "Kenapa?", tanya Abey menaikkan sebelah alisnya.
"Kita udah selesai. Sekaranh mau kembaliin kunci ke Mang Maman, habis itu mau langsung ke UKS. Numpanh tidur," ujar Bara memberitahu.
Abey dan Damar mengangguk. "Biar kita aja yang kembaliin kuncinya ke Mamg Maman," tawar Damar. "Lo berdua langsung ke UKS aja. Tidur," lanjutnya pengertian.
Arya dan Bara tersenyum cerah. "Paling pengertian banget emang si Damar," ujar Arya senang. "Buru kasih kuncinya ke Damar Bar," titah Arya kemudian. Bara maju, memberikan kunci ruang penyiaran itu kepada Damar.
"Thanks ya Dam," ujar Bara tulus. Damar hamya mengangguk menjawabnya.
"Kalo gitu, gue sama Bara duluan Dam, Bey," pamit Arya. Damar sekali lagi hanya mengangguk. Abey pun sama. Arya dan Bara mulai berjalan menjauh dari Damar dan Abey. Mereka benar-benar berjalan menuju ke UKS.
"Tugas selesai," ujar Damar mengakhiri.
***
Satu sekolah SMA Gemilang dibuat heboh dengan berita yang diumumkan Bara dan Arya lewat speaker sekolah. Banyak bisik-bisik mulai muncul membicarakan hubungan Desta dan Nesya. Mereka banyak memberikan spekulasi yang berbeda-beda. Pendapat pro kontra terus terdengar.
Semakin dilarang, mereka malah semakin melakukan. Tidak. Mereka melakukan itu tidak untuk seterusnya. Mereka melakukannya selagi mereka bisa. Karena setelah pengumuman yang Arya dan Bara sampaikan selesai, mereka di jamin tak akan bisa lagi berkomentar apapun tentang hubungan Nesya dan Desta. Kalau masih tetap kekeuh, berhadapan dengan Desta adalah konsekuensinya.
Bisa di jamin, jika sudah berhadapan dengan Desta. Pasti nasib mereka tak akan lebih baik dari di drop out dari sekolah sekaligus di black list dari seluruh SMA di Indonesia.
Ya kalau yang di drop out dan di black list dari SMA seluruh Indonesia itu anak dari orang berada yang bisa pergi ke luar negeri untuk melanjutkan sekolahnya dengan begitu mudah, tapi kalau yang di drop out dan di black list dari SMA seluruh Indonesia itu dari keluarga sederhana? Mereka bisa apa?
Lagipula, sekalipun anak itu adalah anak dari keluarga berada, tak menjamin anak itu bisa di terima di sekolah luar negeri.
SMA Gemilang terkenal dengan sekolah yang sangat elite. Tak hanya di Indonesia, tapi juga beberapa negara lain. Maka dari itu, jika anak itu sudah memiliki riwayat kurang baik di SMA Gemilang, bisa di jamin akan banyak sekolah di luar negeri yang juga menolak anak itu.
Dan sudah pasti, anak itu akan berakhir dengan putus sekolah. Sangat menyeramkan bukan?
Maka dari itu, murid-murid SMA Gemilang memilih menurut dengan tidak melawan peringatan yang sudah Bara dan Arya sampaikan. Mereka mencari aman.
Kekuasaan keluarga Desta bukan main-main. Desta bisa melakukan apapun yang cowok itu mau. Tak ada seorang pun yang bisa mencegah Desta. Bahkan kedua orang tuanya sekalipun.
Kedua orang tua Desta sangat memanjakan cowok itu. Apapun yang Desta lakukan tak pernah dilarang oleh orang tuanya. Mungkin orang tuanya akan menasihati Desta saat Desta melakukan kesalahan. Tapi mereka tak sampai memarahi Desta.
Entah ini bisa dibilang salah didikan atau tidak, tapi yang jelas, Desta tak pernah sekalipun melawan kedua orang tuanya. Desta memang berandal, tapi saat di rumah dia tetaplah seorang anak. Desta mungkin memang tetap cuek saat berada di rumah, tapi setidaknya, cowok itu tak pernah sekalipun bisa merasakan marah saat berada di lingkungan rumahnya.
Saat di rumah, Desta terlalu banyak merasakan kasih sayang.
Desta itu anak tunggal, tentu saja cowok itu yang akan menjadi satu-satunya ahli waris dari segala kekayaan yang keluarganya punya. Desta itu tegas dan keras. Namun menurut Papa Desta, justru itulah yang di butuhkan seorang pemimpin.
"Des, kayanya sekolah lagi heboh gara-gara berita yang temen-temen kamu buat deh," bisik Nesya. Gadis itu saat ini masih berada di taman bersama Desta. Mereka tak berpindah barang sejengkal pun.
Desta terkekeh kecil. "Ya gak apa-apa kan. Biarin aja sih Sya. Malah bagus kalo mereka heboh. Itu berarti mereka punya telinga. Itu juga berarti mereka bisa dengerin peringatan yang udah di sampein sama Bara Arya," ujarnya.
"Tapi kan Des, mereka malah makin ngebicarain aku nih pasti. Atau mungkin ngebicarain hubungan kita," panik Nesya.
Lagi-lagi Desta menanggapi itu dengan kekehan. "Emang hubungan kita itu apa sih Sya?" pancing Desta ingin mendengar jawaban Nesya.
Nesya yang memang sedang tidak sadar itu menjawab dengan santai, lancar dan tanpa hambatan. "Pacaran lah," balasnya enteng. Beberapa detik kemudian, Nesya tersentak kaget dengan jawaban yang gadis itu lontarkan sendiri. Nesya bahkan menutup mulutnya menggunakan telapak tangan miliknya.
"Desta!" seru Nesya kesal merasa di permainkan oleh Desta. Gadis itu menepuk bahu Desta dengan kesal.
Desta malah tergelak kencang. Melihat Nesya malu seperti ini rasanya sangat menggemaskan di mata Desta. Apapun yang Nesya lakukan mampu membuat Desta merasa semakin gemas dengan gadis itu.
"Maksud aku kan gak gitu, aku salah ngomong tadi," ralat Nesya cepat. Desta masih juga tergelak kencang, tak mempedulikan ralatan Nesya. "Ih Desta! Gak suka ah kaya gitu. Diem Desta gak udah ketawa!" serunya lagi masih dengan kekesalan yang menumpuk.
Desta tetap tak menghiraukan apapun yang Nesya katakan. "Awas ya Des. Aku marah pokoknya. Aku kesel sama Desta," ancam Desta menunjuk Desta dengan telunjuknya, gadis itu menatap Desta sengit sebelum gadis itu memutuskan untuk berdiri dan segera berjalan cepat meninggalkan Desta di taman sebelum cowok itu berhasil meraih pergelangan tangannya.
"Nesya!" teriak Desta memanggil Nesya yang sudah berjalan menjauhi Desta. Gadis itu mendengar teriakan desta. Tapi gadis itu tak berniat sedikit pun untuk menoleh pada Desta yang terus berteriak memanggilnya.
Masa bodo. Nesya kesal dengan Desta. Bisa-bisanya cowok itu terus menertawainya disaat dia benar-benar merasa malu. Nesya tentu saja tak terima.
Awas saja kau Desta. Nesya tak akan mau berbicara dengan cowok itu. Baru hari pertama pacaran saja Desta bisa semenyebalkan itu. Nesya tak bisa membayangkan bagaimana dia dan Desta ke depannya. Apakah Nesya tahan dengan Desta? Ah entahlah.