9. Meningkat

1240 Words
Yoland dan Pom menggerakkan karakter mereka masuk ke dalam sebuah stadion dimana karakter Sakti sudah lebih dulu berada di dalam sana. "Dimana virus tadi?" tanya Yoland heran. Sakti tersenyum menang, "Dia sudah pergi." "Bagaimana bisa?" tanya Yoland lagi. "Ternyata kau sangat menguasai permainan ini," ucap Pom bangga. Sakti menggosok hidungnya, "Secara tidak sengaja aku melihat map, dan aku tahu kalau di sekitar kita ada sebuah tempat yang merupakan zona hijau." "Zona hijau?" Yoland mengerutkan keningnya kemudian menoleh ke arah Sakti, "Apa maksudmu tidak sengaja?! Bukankah kau yang merancang peta di dalam game ini?!" "I-iya..." Sakti menurunkan volume suaranya dan merasa heran kenapa dia baru menyadari ada zona hijau di dalam game yang mereka ciptakan. "Jadi, bukan kau yang menginput data zona hijau?!" Rico menoleh ke arah Sakti. "Bu-bukan," jawab Sakti menggeleng. "Artinya orang itu selain menjadi penyebar virus, dia bukan hanya mengubah sistem monster, tapi dia juga mengubah sistem peta. Mungkin ada sistem yang dia ubah lagi dan kita belum mengetahuinya," ucap Rico, "Aku ingin memeriksa data dari semua item yang kalian dapatkan." "Baik, akan ku kirim semua item kepadamu." Sakti mengirimkan semua item yang tadi didapatkan kepada Rico melalui game. Rico membuka game lalu mengekstrak semua item dari inventory-nya menjadi kumpulan file-file data, "Selagi aku dan Anata memeriksa data di dalam semua item ini, kalian lanjutkan saja untuk memusnahkan virus-virus itu." "Baiklah," ucap Sakti. Sakti, Yoland, dan Pom pun melanjutkan untuk berpetualang memusnahkan semua virus Reinka-99 yang mereka temui. Rico tercengang setelah berhasil memecah data yang lumayan berbelit dari semua item yang dikirim dari Sakti, "Hah!!" "Ada apa, Rico?!" Anata menoleh ke arah Rico. "Ternyata item-item ini memiliki fungsinya masing-masing..." ucap Rico. "Fungsi?!" ucap Yoland heran. "Benar, aku berhasil memecah data dan aku menemukan sesuatu yang mengejutkan setelah berhasil memeriksa semua data dari item ini." Rico mengangkat kaca-matanya. "Apa itu?!" tanya Sakti penasaran. "Yang pertama adalah item tali tambang, fungsinya untuk menjerat virus. Yang kedua adalah item selembar kain, fungsinya untuk memanggil virus. Lalu, yang membuatku terkejut adalah data dari batu kecil berwarna hitam, fungsinya untuk mengendalikan virus," jawab Rico menjelaskan. "Mengendalikan?!" Sakti mengerutkan keningnya. "Item ini aku pikir sangat berbahaya, karena hanya dengan menggunakan data dari item berbentuk batu kecil berwarna hitam ini seseorang sudah bisa menguasai seluruh dunia internet," ucap Rico, "Lalu, dua item lain yaitu tali tambang dan selembar kain berfungsi untuk mendukung satu item berbentuk batu ini," sambung Rico menjelaskan. "Tapi, aku rasa semua item itu juga bisa digunakan untuk mempermudah kita mengalahkan semua virus yang ada, apa benar, kan?" sahut Yoland kemudian bertanya. "Jadi, kita gunakan tali tambang untuk menjerat virus kemudian kita dapat dengan mudah mengalahkan virus, dan virus itu akan hilang. Lalu kita gunakan selembar kain untuk memanggilnya kembali dan kita gunakan batu untuk mengendalikannya?!" ucap Sakti. "Tapi, kenapa si pencipta virus melakukan hal yang bisa membuat virus ciptaannya musnah atau bisa dikendalikan?!" tanya Pom heran. "Menurutku, dia memang sengaja memancing kita untuk membuat program seperti yang kita buat saat ini, yaitu 'Battle Network', untuk lebih mudah mengendalikan virus ciptaannya," jawab Rico. "Kenapa tidak dia sendiri yang membuat program seperti yang kita buat sekarang?!" tanya Anata heran. "...." Semuanya pun terdiam karena bingung dengan maksud dan tujuan apa yang ingin dilakukan oleh si pencipta virus. Sementara itu, di dalam sebuah kamar yang sedikit gelap dan barang-barang di dalamnya pun tampak berserakan. "Terima kasih atas bantuan kalian. Berkat game ciptaan kalian ini, aku bisa dengan mudah menyebar-luaskan pasukan-pasukanku ke seluruh dunia." Seorang laki-laki sedang tersenyum licik sembari duduk dan menatap layar monitor komputernya. Dia adalah si pencipta virus Reinka-99. Saat Sakti, Yoland, dan Pom berlanjut berburu virus melalui game 'Battle Network' ciptaan mereka, sedangkan Rico dan Anata sedang berusaha untuk menggandakan semua item yang mereka dapat. Rico menggeleng kemudian nafasnya menghembus lesu, "Sistem keamanan pada item ini sangat rumit, kami tidak bisa menjangkaunya." "Jalan satu-satunya hanya mengalahkan semua virus dan berharap virus itu menjatuhkan sebuah item lagi," tambah Anata. "Jadi begitu?!" Sakti mengangguk lalu pandangannya kembali serius menatap layar monitor di depannya. "Semoga saja kita bisa berhasil memusnahkan semua virus-virus menyebalkan ini dengan cepat tanpa kendala," ucap Yoland penuh harap. "Sudah ku katakan kepada kalian. Kenapa kalian tidak melakukan sama seperti yang aku lakukan?!" ucap Anata. "Melakukan apa?!" tanya Sakti heran. "Kita adalah pembuat game, dan kita bisa memaksimalkan kekuatan semua karakter yang kita gunakan," jawab Anata. Sakti mengerutkan keningnya kemudian beranjak berdiri, "Tapi..." "Anata benar," pungkas Yoland, "Sebaiknya kita meningkatkan kekuatan lever karakter kita agar bisa lebih cepat memusnahkan semua virus." "Hhmm." Pom dan Rico mengangguk bersamaan. Sakti pun perlahan kembali duduk lalu menghembus nafas kecewa, "Baiklah...." Mereka pun akhirnya meningkatkan kekuatan dan kemampuan karakter dengan cara menaikkan status level karakter, kemudian melanjutkan untuk berburu virus Reinka-99 melalui game 'Battle Network' yang mereka ciptakan. "Sudah selesai, status karakterku sudah mencapai tingkat tertinggi," ucap Sakti. "Ayo kita lanjutkan!" seru Yoland. Mereka berlima pun melanjutkan aksi untuk memusnahkan semua virus. Sakti merasa sangat yakin, "Bagaimana seebaiknya kita kembali ke tempat virus berwujud seekor naga raksasa tadi?" usul Sakti. "Benar," Yoland mengangguk. "Akan ku gunakan kemampuan sihir teleportasi!" seru Anata kemudian menekan salah satu shortcut kemampuan karakternya yang memiliki fungsi untuk berpindah tempat. Kelima karakter pun seketika kembali berada di tengah-tengah kota yang gambarannya sama persis dengan suasana kota di tempat tinggal mereka. Mereka berlima kembali ke tempat dimana Yoland pernah diserang oleh naga raksasa itu. Dengan perasaan yakin Yoland lebih dulu menggerakkan karakternya menghampiri sesosok naga raksasa yang tampak sedang melingkar tertidur. Perlahan karakter Yoland menarik pedang dan bersiap menyerang lalu seketika mengayunkannya dengan cepat mengenai virus berwujud naga raksasa itu. Saat pedang milik karakter Yoland berhasil mengenainya, naga raksasa itu tetap diam tanpa melakukan perlawanan. Kepala naga raksasa itu mulai terangkat dan menoleh ke arah dimana karakter Yoland berdiri. "[Kenapa kau sangat yakin jika seranganmu ini bisa mengalahkanku?!]" Sebuah tulisan muncul tepat di atas kepala virus berwujud naga raksasa itu. "A-apa!!!" Yoland tercengang, "Bukankah aku sudah meningkatkan kekuatan karakterku ke tingkat tertinggi?! Tapi kenapa seranganku tidak membuahkan hasil?!" Sebuah peluru dari karakter Sakti melesat ke arah naga raksasa dan mengenainya. Tapi saat peluru itu menyentuh tubuh naga raksasa, peluru itu malah berbalik arah dan melesat ke arah karakter Yoland dan mengenainya sehingga bar 'Health Point' yang dimiliki karakter Yoland berkurang setengahnya. "Apa yang kau lakukan, Sakti!!!" ucap Yoland kesal. "Ma-maaf, Ketua... Aku tidak tahu jika naga itu memiliki kemampuan untuk memantulkan serangan jarak jauh..." Sakti menggaruk bagian belakang kepalanya sambil tersenyum cengengesan. "Kita sudah menaikkan status karakter ke level dan tingkat tertinggi, tapi kenapa status level yang dimiliki naga ini masih 'Hidden Level'?!" "Aku akan memeriksa programnya kembali!" Rico mengerutkan keningnya kemudian memeriksa apakah ada sebuah kesalahan dari program yang mereka buat. Rico menggeleng. "Bagamana, Rico?" tanya Yoland. "Status level virus ikut meningkat jika status level karakter yang kita miliki meningkat," ucap Sakti. "Bagaimana kau mengetahuinya, Sakti?! Bukankah aku belum memberitahukannya kepadamu?!" tanya Rico heran. "Naga itu yang memberitahukannya," jawab Anata tercengang. Rico pun kembali masuk ke dalam game dan melihat sebuah tulisan yang berada tepat di atas kepala naga raksasa itu. "[Level kalian meningkat, level kami ikut meningkat!]" Walaupun mereka sudah meningkatkan status level karakter, tetap saja kekuatan karakter mereka tidak bisa menandingi kekuatan yang dimiliki virus Reinka-99. "Sebaiknya kita cari virus lain yang dapat kita kalahkan," ucap Sakti. "Kita pergi dari sini!" Anata kembali menggunakan kemampuan teleportasi yang dimiliki karakternya untuk menjauh dari lokasi virus berwujud naga raksasa itu. Mereka pun mengurungkan niat untuk membalas dendam kepada naga raksasa itu dan beralih ke lokasi virus lain yang tingkat kekuatannya lebih rendah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD