bc

Suami yang Kedua

book_age16+
6
FOLLOW
1K
READ
contract marriage
pregnant
drama
twisted
sweet
genius
city
others
first love
wife
like
intro-logo
Blurb

Lirna memilih jalan keindahan cinta yang salah bersama Reyhan karena Reyhan menceraikan sampai melahirkan makhluk Tuhan yang menggemaskan. Namun, kesalahan itu membuat Lirna berhasil menjadi wanita tangguh dan menemukan seorang laki-laki yang akhirnya menikahinya. Sayangnya perjalanan cintanya semakin rumit, banyak godaan dari luar dan dalam keluarga. Salah satunya dari laki-laki di masa lalu, menjadi seorang ibu dan seorang istri adalah 2 hal berbeda. Apakah Lirna berhasil menjadi seorang ibu dan seorang istri dari sudut pandang berbeda? Apakah rumah tangga Lirna berjalan sesuai harapannya?

chap-preview
Free preview
Menerima dengan Ikhlas
Ketika bertamu ke Apartemen Reyhan, Lirna bahagia tak sabar bertemu dengan suaminya yang baru pulang dari luar kota. Lirna percaya diri mengenakan dres untuk merayakan hari jadi pernikahannya yang ke satu bulan. Lirna segera membuka pintu Apartemen Reyhan karena dia memiliki password Apartemen Reyhan. Lirna yakin Reyhan pasti masih tertidur pulas karena sifat sang suami memang mudah tertidur. Lirna terlanjur mencintai Reyhan, tak masalah seberapa keburukan Reyhan. Yang terpenting cinta dan perhatian Reyhan hanya untuknya. Lirna ingin menjadi istri Reyhan yang berbakti dunia akhirat. Lirna pun membuka kamar Reyhan, dia membelalakkan mata mendengar obrolan Reyhan dengan seorang wanita mengenai perceraian Lirna dan Reyhan. “Reyhan......!” pekik Lirna penuh amarah. Dia langsung menghampiri Reyhan dan menampar nya. "Untuk apa kamu ke sini," ucap Reyhan dengan nada tinggi. “Lirna! Apa kamu nggak pernah diajari sopan santun oleh orang tuamu?Walaupun kamu istriku, seharusnya kamu mengetuk pintu atau menelponku dulu,” tukas Reyhan tak terima Lirna masuk ke Apartemennya. Emosi Lirna meluap ke ubun-ubun. Mulutnya mengatup tak mampu melontarkan ucapan pembelaan diri, bagaimana mungkin Reyhan ingin menceraikannya. Padahal pernikahan baru satu bulan. Wanita itu – Putri – memasang wajah rapuh seolah menjadi korban Reyhan. Putri memegang lengan Lirna seolah membela diri, namun Lirna menepis tangan Putri kasar. “Seharusnya kamu tahu Reyhan itu suami orang, tapi kamu malah di Apartemen suamiku dan membicarakan perceraian kami?! Apa kamu tidak mengenyam pendidikan hingga melakukan hal serendah ini?!” Lirna berkata dengan nada bergetar menatap Putri geram. “Lirna, Kamu nggak berhak menghakimi Putri karena dia sahabat terbaik sekaligus wanita yang aku cintai. Putri nggak bersalah, lebih baik Kamu keluar dan kembalilah ke orang tuamu.” "Ma-maksudmu?" "Iya, aku menyerah menjadi suamimu, kita akhiri pernikahan kita mulai saat ini. Sekarang, kamu bukan istriku lagi," ucap Reyhan tegas. Lirna tak percaya Reyhan serius menceraikannya. Padahal kedatangannya ke Apartemen Reyhan untuk merayakan hari jadi pernikahannya. “Rey, kita menikah baru satu bulan. Mengapa kamu malah menceraikan aku, apakah kamu melupakan cinta kita selama ini," ucap Lirna perih. “Jangan pernah berbicara tentang cinta karena aku tak pernah mencintaimu," ungkap Reyhan serius. Tangan Lirna mengepal mendengar ucapan Reyhan, dia tak menyangka suaminya tega menceraikannya semudah ini. Padahal hubungan kekasih sudah terjalin 2 tahun walaupun jarak jauh. “Kamu memang iblis! Kamu gunakan ketampananmu untuk memperdaya wanita, setelah itu kamu campakkan dia bersama buah cintamu,” rutuk Lirna menitikkan air mata. Reyhan tersenyum kecut. "Aku nggak butuh pembelaanmu, sekarang pergi dari sini." Lirna kehabisan kesabaran, dia langsung menonjok wajah Reyhan tanpa ampun. Kemudian, Lirna mendorong tubuh kekar Reyhan. Sayangnya dorongan Lirna tak membuat tubuh Reyhan bergerak karena Reyhan terlalu kuat. “Kamu berencana membunuhku? Silahkan. Maka, penderitaanmu bertambah berkali lipat. Kamu akan menjalani masa iddah di penjara. “Kamu jahat! Aku nggak akan melupakan penghinaan ini Rey. Kamu akan menyesal telah melanggar tanggung jawabmu, lihat saja nanti. Kamu nggak berhak mendekatiku lagi,” ucap Lirna mengancam Reyhan. Reyhan malah terbahak, suaranya tampak menyeramkan membuat buluk kuduk Lirna berdiri. Sungguh, Lirna tak menyangka inilah sifat asli suami yang selama ini dipuja dan dicintai. Reyhan adalah laki-laki biadab yang dengan mudahnya menampakkan istrinya dan menjalin hubungan dengan wanita lain. “Kamu gila,” ucap Lirna emosi. “Ya! Aku memang tergila-gila dengan para wanita. Selama ini aku bebas menjalin hubungan dengan wanita, dan wamita itu menerimanya dengan senang walaupun sebatas kekasih atau pertunangan. Tetapi kamu malah menghukumku dengan sebuah pernikahan. Tentu aku nggak sudi, aku nggak bisa hidup dalam bahtera rumah tangga.” “Ingat Rey! Aku nggak akan pernah maafin kamu,” ancam Lirna dengan suara parau, lalu berlalu. “Silahkan pergi sejauh mungkin. Bila perlu, pergi ke surga.” Lirna menghentikan langkahnya mendengar sumpah serapah Reyhan. Dia menghapus air matanya, namun hatinya tetap hancur berkeping-keping. Lirna berjalan gontai keluar dari Apartemen Reyhan, dia tak perduli penghuni Apartemen memperhatikan wajahnya yang sembab dengan make up yang berantakan. Samar-samar, Lirna mendengar bisikan penghuni Apartemen yang menganggapnya seperti orang gila “Itu cewek habis kesambet setan apa sih? Udah tau pakai make up pengantin, malah nangis. Jadi kaya orang gila kan, area mata hitam gitu. Atau dia memang gila,” seru seorang wanita berambut panjang pada temannya. “Kayaknya dia patah hati deh. Atau, kekasih gelapnya nggak mau mengakuinya lagi,” sahut teman wanitanya. Lirna seolah ingin berteriak dan membela diri bahwa dia bukanlah wanita nakal. Namun, dia meredam amarahnya karena tak ada gunanya berdebat dengan orang yang tidak mengerti permasalahannya. Yang ada, Lirna bisa diusir security dan dianggap wanita tak baik. Lirna mengatur nafasnya, menguatkan dirinya melewati penghuni Apartemen yang menghinanya. Lirna mempercepat langkahnya setelah keluar dari Apartemen Reyhan, dia masuk mobil dan memukul setir mobil berkali-kali. Lirna membiarkan tangisan nya pecah untuk mengurangi kerapuhan di hatinya, dia tak tahu harus mengatakan apa pada kedua orang tua dan tamu undangan yang sudah menunggu di rumah untuk merayakan hari jadi pernikahan mereka. Lirna mengenakan safety belt dan menyalakan starter mobil, dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. “Cukup sekali aku dihina oleh laki-laki dan cinta. Aku nggak akan biarin hidupku hancur karena sosok laki-laki dan cintanya yang semu, lebih baik aku tidak menikah dibanding merasakan keindahan cinta yang semu.” Lirna akhirnya menutup dirinya untuk cinta dan seorang laki-laki. Dia tak ingin kembali disakiti dan merasakan pedihnya dikhianati, Lirna mengusap air matanya yang terus menetes, dia berusaha menetralkan pikirannya dengan menghembuskan napas panjang. Walaupun berat, Lirna berusaha menghilangkan bayangan Reyhan dan pikirannya. 3 tahun kemudian. Lirna tampak lincah meracik kopi di kedai kopi miliknya. Walaupun usaha kedai kopinya sudah viral, tetapi dia memfokuskan dirinya menjadi barista. Lirna ingin semua konsumen merasakan sensasi kelezatan racikan kopinya, bahkan Lirna tak ambil pusing saat konsumen mengira dia bukanlah pemilik kedai. Sementara Dito, putra semata wayangnya dia titipkan pada sang ibu – Melia – bersama baby sitternya. 3 sudah Lirna berhasil menata hatinya dan berhasil merintis usaha kedai kopi seorang diri. Walaupun kenyataan hamil setelah diceraikan Reyhan, Lirna berusaha tegar dan menjadi wanita karir. Dia tak memikirkan laki-laki dan cinta, hanya Dito dan keluarga yang Lirna pikirkan. “Lirna, konsumen datang melonjak pesat,” seru Erna, pekerja di kedai kopi Lirna sekaligus sahabat Lirna. “Baik, suruh mereka tunggu ya. Aku selesaikan racikannya dulu,” sahut Lirna ramah. “Tapi semuanya cowok dan maunya kamu yang melayani.” “What?” Lirna berdecak kesal karena permintaan konsumen laki-laki selalu seperti itu, ingin dia yang melayani mengantarkan pesanan. Padahal ada 10 pekerja Lirna yang siap melayani para konsumen, hal itu karena wajah cantik dan penampilan trendy Lirna membuat Kedai Kopi selalu ramai dikunjungi. Tak ayal mayoritas konsumen adalah laki-laki, tetapi bukan tanpa alasan Kedai Kopi Lirna viral. Racikan kopi Lirna sangat lezat dan unik sehingga cita rasa kopinya memiliki ciri khas tersendiri. “Baiklah, ini semua demi konsumen.” Lirna menyudahi racikan kopinya dan melangkah menghampiri segerombolan laki-laki di meja nomor 8. Dengan sikap ramah tamah, Lirna meletakkan pesanan kopi dengan hati-hati. Namun seorang pemuda – Arnold - dengan gaya trendy malah menyenggol tangan Lirna yang hendak meletakkan kopi di tempatnya. Sontak gelas kopi di tangan Lirna terjatuh ke pangkuan Arnold, dan Arnold merintih kepanasan. “Hey, panas! Bagaimana sih kamu! Beraninya kamu melakukan kecerobohan padaku,” tukas Arnold lantang. “Maafkan saya Mas, saya nggak bermaksud ceroboh. Tangan Mas sendiri menyenggol tangan saya,” ucap Lirna membela diri. Arnold tak terima disalahkan Lirna, dia menggebrak meja dan membuat semua pengunjung memperhatikan ke arahnya. Arnold memang tak suka disalahkan, dia adalah pengelola perusahaan kontraktor ternama. Walaupun menjadi pengusaha muda, tetapi gaya hidupnya yang boros dan menyukai tongkrongan membuatnya tidak dewasa. Bagi Arnold, semua orang salah walaupun sebenarnya dia yang salah. Ketidakdewasaan Arnold bahkan membuat kedua orang tuanya murka, apalagi Arnold sering merugikan perusahaan karena mengambil keputusan tidak tepat. Namun, itulah Arnold. Tak ada yang bisa menentang Arnold sehingga kebebasan selalu didapatkan, belum lagi ketampanannya menjadi magnet kaum wanita sehingga dia seperti artis yang dikenal wanita di berbagai penjuru. “Hey, pelayan tak tahu malu! Panggil pemilik Kedai ini sekarang. Kalau mempekerjakan pelayan tuh jangan liat cantiknya doang, liat attitudenya,” ucap Arnold memandang Lirna geram. Lirna mengepalkan kedua tangannya, dia tak mengenal Arnold dan segerombolannya karena mereka konsumen baru di kedainya. Namun, Arnold berani mengacaukan ketenangan Kedainya. Lirna semakin terkejut saat Arnold menendang kursi di hadapanya, tindakan Arnold sontak membuat Erna dan teman-temannya menghampiri Arnold. Salah satu pekerja merapikan kursi itu, namun Erna malah menghadapi Arnold. “Pak, maaf. Tolong jangan bikin keributan di Kedai ini, tolong bersikap ramah sedikit Pak.” “Wah, sepertinya berita Kedai yang viral ini salah. Setelah saya menjadi tamu disini, kenyataannya hanyalah Kedai yang acak-acakan, tak mencerminkan Kedai kopi yang sudah viral,” ungkap Arnold miris. “Cukup! Kalau Anda tidak nyaman berkunjung ke kedai ini, silahkan cari Kedai lain. Saya nggak mau kenyamanan pengunjung disini terganggu karena sikap urakan Anda.” Emosi Lirna naik ke ubun-ubun, sikap Arnold tak bisa ditoleransi lagi. “Beraninya Kamu menghardik saya. Saya bisa pecat Kamu saat ini juga setelah Saya bertemu pemilik Kedai ini,” ancam Arnold membabi-buta. “Anda nggak berhak bertemu pemilik Kedai ini, itu nggak penting. Sekarang pilihan ada ditangan Anda, ingin minum kopi atau silahkan menuju pintu keluar,” suara Lirna mengeras. “Kamu... Saya nggak....” “Baiklah, saya rasa nggak guna saya berdiri disini meladeni sikap Anda yang aneh. “ Secepat kilat Lirna memotong perkataan Arnold, lalu pergi dari meja Arnold dan kawannya. Arnold mengepalkan kedua tangannya seraya menoleh menatap punggung Lirna. Dia tak memungkiri kecantikan dan keanggunan Lirna dengan rambut panjangnya yang di curly, namun sifatnya jauh dari kata sempurna sebagai wanita. Selama ini tak ada wanita yang berani membentak dan mengacuhkannya, namun Lirna melakukan itu. Arnold menyunggingkan senyuman mengerikan seolah memiliki rencana untuk Lirna.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

TERNODA

read
199.0K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.7K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
64.1K
bc

My Secret Little Wife

read
132.2K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook