Farel tertegun. Langkahnya ragu untuk masuk ke dalam rumah. Tidak bisa dipungkiri bahwa relung hatinya terus mengutuk dirinya sendiri, Farel terus dirundung perasaan bersalah pada Khiya. Farel malu! Bahkan dia malu pas bayangannya sendiri. Dia suami yang tidak pernah membahagiakan istrinya ! Dan sekarang dia malah ingin memberi luka lagi?! Tidak tahu malu sekali! Brak! Suara sesuatu jatuh. Farel langsung memburu langkahnya masuk ke dalam rumah. Terlihat Khiya terduduk di lantai. Farel mendekati istrinya itu. “Kenapa tidak jujur saja? “ Langkah Farel terhenti. Khiya menoleh. Farel memang tidak bisa melihat wajah Khiya dengan jelas tapi Farel bisa liat bahwa ada air di wajah Khiya. Gadis itu menangis. “Kenapa menyembunyikan semua ini? “ tanya Khiya lagi. “Kenapa Aa? “

