Memilih

3292 Words

“Maaf Kya, tapi saya tidak bisa bersama kamu lagi. Saya tidak bisa menahan luka yang selalu saya rasakan saat saya bersama kamu. Kamu baik tapi cinta saya bukan untuk kamu.” Khiya menatap nanar retina mata seseorang yang berdiri menjulang di hadapannya. Bibirnya gemetar ingin mengucap sesuatu namun terhalang oleh derai air mata yang terus menerus jatuh, sekuat apa pun dia mengepal tangannya menahan rasa yang ada, rasa itu tetap merorong memaksa sisi terlemahnya untuk bangkit. Langit juga nampak mendung, menambah gelap yang makin erat. “Maafkan saya karena sekali lagi saya membuat kamu menangis.” Luka apa ini! Kenapa sangat sakit! Khiya mendekap da*danya yang tiba-tiba terasa sesak, dia tidak butuh kata maaf, dia butuh dekapan, menghentikan pundak yang terus berguncang pelan. Menghent

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD